AIR HIDUP, AIR DOA, AIR SEHAT

Budayakan mencantumkan referensi pada daftar pustaka, terima kasih.


(Pesarta Lomba Anugerah Jurnalistik AQUA 2012)
Air Hidup Air Doa Air Sehat
Doc. Vectorpouch

Air Hidup, Air Doa, Air Sehat.Oleh: Karimah Iffia Rahman


Anda pasti sudah tahu jika air adalah 70% permukaan terbanyak yang ada di bumi ini. Sudah pasti tahu jika air adalah salah satu faktor terpenting dalam kehidupan. Anda jelas dehidrasi jika kandungan air di dalam tubuh Anda tidak sesuai dengan yang seharusnya, dengan yang diperlukan. Karena sejatinya, Anda, saya, semua makhluk di muka bumi ini khususnya manusia adalah air. Mengapa? Karena riset menyatakan pada konsep awal terbentuknya manusia pun telur yang dibuahi 96 persennya adalah air.

Pada teori ekosistem yang diajarkan di sekolah, selama ini yang saya pelajari dan yang saya terima, air merupakan faktor abiotik dalam ekosistem lingkungan. Dalam artian air adalah faktor yang tidak memiliki ciri-ciri hidup atau sebut saja benda mati. Namun tahu kah Anda, penelitian yang dilakukan oleh Dr. Masaru Emoto membuat saya dan Anda seharusnya berfikir berkali-kali lagi untuk mengatagorikan air sebagai benda mati. Karena Dr. Masaru Emoto telah membuka mata kita dan mengungkapkan fakta bahwa air merupakan suatu komponen yang luar biasa hebatnya dapat merespon apa yang diberikan padanya dengan caranya sendiri. Baik yang diberikan itu merupakan kata-kata dari lisan Anda, tulisan, gambar, suara, bahkan sesuatu yang Anda fikirkan.

Energi air yang merespon segala yang diberikan kepadanya dan sulit dilihat dengan kasat mata disebut hado oleh Dr. Masaru Emoto. Hado ini lah yang akan mempengaruhi kualitas dan kristal yang akan dibentuk oleh air. Karena hado ini lah yang menstimulir air untuk menyerap berbagai hal yang diberikan oleh kita terhadap air. Dengan energi sensitif ini lah air menjadi sesuatu yang hidup. “Makhluk hidup” dengan karakteristiknya sendiri yang membuatnya termasuk sebagai “makhluk hidup”. Bukan benda mati. Dan dengan energi hado ini lah air mampu menstimulir berbagai hal, salah satunya adalah di bidang kesehatan.


Maha Suci Tuhan. Jika Anda benar-benar membaca, dan mengkaji al-Quran yang mengandung ataupun menyinggung tentang air dengan tafsiran yang sesuai (tidak sekedar tekstual), tentu Anda akan mengerti bahwa air merupakan benda hidup sebelum ada penelitian ini. Karena di dalam al-Quran, Tuhan telah berfirman “...Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup...”.

Dari ayat di atas, Anda pasti bisa menemukan pepatah yang mengatakan bahwa dimana ada air pasti ada kehidupan. Jika Anda belum yakin, cobalah melihat sedikit perkembangan sejarah. Dari berbagai zaman yang ada, banyak sejarah manusia yang terbentuk dari tepian sungai. Semua kebudayaan besar peradaban manusia berkembang sepanjang tepian sungai. Dan ke mana pun para petualang menjelajah, mereka pasti mencari air di sepanjang perjalanannya. Dari sini saja seharusnya sudah dapat disadari satu hal. Jika air bukanlah makhluk hidup, mana mungkin air begitu sangat berarti untuk kehidupan? Maha Besar Tuhan yang menciptakan air dengan begitu detail untuk kehidupan ini. Karena jika tanpa  kehendak Tuhan, mana mungkin pula air memiliki karakteristik sedemikian rupa? Bayang kan saja jika air bukan lah benda hidup. Ujian berbagai penyakit yang mengganggu kesehatan yang diberikan Tuhan untuk kita, tentu akan semakin sulit dicari penawarnya. Namun dengan air, Tuhan memberikan penawar rasa sakit itu. Para ahli pengobatan mengatakan penderita diabetes, demam, akan mendapatkan banyak manfaat untuk kesembuhannya dengan mengkonsumsi air putih dalam kadar yang mereka perlukan. Berbagai riset yang dilakukan oleh salah satu organisasi medis di Jepang pun menunjukkan bahwa pengobatan dengan air memiliki efektivitas yang tinggi. Bahkan dalam beberapa kasus penyakit, kesuksesannya bisa mencapai 100%. Itu semua karena air adalah benda hidup.

Sejauh ini, banyak sekali manusia yang belum memahami hakikat dan karakteristik air tak jarang mengira bahwa pengobatan alternatif dengan cara meminum air yang telah diberi doa atau ayat-ayat al-Quran adalah cara yang tidak ilmiah atau irasional. Sepintas memang terlihat demikian, karena sekali lagi, mereka belum benar-benar memahami karakteristik air. Jika saja mereka membaca hasil penelitian Dr. Masaru Emoto dan dikaitkan dengan berbagai manfaat air serta karakteristiknya yang unik, tentu mereka akan mengerti. Fikirkan saja, air dengan segala manfaatnya yang salah satunya sangat bermanfaat untuk pengobatan berbagai penyakit ditambah dengan karakteristiknya yang mampu meresap doa-doa, tentu khasiat yang dihasilkan oleh air tersebut akan semakin luar biasa. Karena air mampu meresap, merespon, dan memahami doa-doa tersebut sebagai kata-kata yang akan membentuk menjadi hado yang baik. Apalagi dari al-Quran sendiri, yang sudah jelas merupakan firman Tuhan yang diturunkan dengan berbagai istilah, yang salah satu istilahnya sendiri adalah as-Syifa (Penawar) seperti yang telah Tuhan firmankan di dalam surat Yunus ayat 57 “Wahai manusia, sesungguhnya telah datang kepadamu pelajaran dari Tuhanmu dan penyembuh bagi penyakit-penyakit (yang berada) dalam dada dan petunjuk serta rahmat bagi orang-orang yang beriman”.

Dengan demikian, jelaslah bahwa pengobatan alternatif dengan media air bukanlah sesuatu yang musyrik, karena ilmu pengetahuan mutakhir yang dikaitkan dengan mukjizat yang diturunkan oleh Tuhan telah membuktikan bahwa air merupakan makhluk hidup yang menjadikan indikator adanya kehidupan atasnya. Itulah sebabnya, untuk merealisasikan kehidupan yang sehat, baiknya kita harus lebih menunjukkan sikap yang baik pada air. Karena semakin kuat konsentrasi positif yang kita berikan, semakin dalam pesan yang akan tercetak dalam air, maka akan semakin terasa respon yang akan terjadi dari air untuk kita. Untuk kehidupan.


Terlepas dari segala kemusyrikan, kini jangan heran jika di suatu acara pengajian Anda melihat berbagai macam orang berbondong-bondong mengambil air milik ustadz, ustadzah, atau bahkan kyai dengan dalih agar mendapatkan barokah (ngalap berkah).

Sumber Referensi

Al-Quran al-Karim
Amirta, Yolanda. 2003. Sehat Murah dengan Air. Purwokerto: Keluarga Dokter.
Emoto, Masaru. 2006. The True Power of Water: Hikmah Air dalam Olah Jiwa (Terj.). Bandung: Mutiara Qolbun Salim Publishing.
Mahmud, Mahir Hasan. 2008. Terapi Air. Tangerang: QultumMedia.
Muhammad, As’adi. 2011. Kedahsyatan Air Putih untuk Ragam Terapi Kesehatan. Yogyakarta: Diva Press.

Silahkan tinggalkan jejak terbaik di kolom komentar ya :)

0 Comments:

Post a Comment