Surat Cinta 131415 untuk Kafabillah

Muhammad Kafabillah Amary
Doc. Ayah, Ibu dan Kafa setelah sholat maghrib

Surat Cinta Untuk Kafabillah yang Ketiga Belas


Waktu itu, menjelang kafa berusia 13 bulan, ibu fikir, ah, tidak ada tumbuh kembang yang perlu dipetik hikmahnya. Selain waktu Ibu dan Kafa jatuh bersamaan dari tangga Bank BTPN dekat rumah sepertinya sebulan terakhir ini biasa-biasa saja. Mau cerita sedikit tentang jatuhnya Ibu dan Kafa dari tangga, waktu itu ibu habis transaksi di teller Bank. Nah pas ditangga ayah nelfon, jadilah ibu berniat membuka gawai. Niat mau menerima panggilan eh ibu jadi gak fokus sama tangga, akhirnya keseimbangan ibu jatuh, kaki ibu tertekuk seperti duduk diantara dua sujud kemudian ibu terjun bebas sampai lantai dasar. Waktu itu yang ibu syukuri kafa aman, tidak tertindih sama sekali karena ibu berusaha menahannya meski kaki ibu sakit. Pegawai bank menghampiri ibu, sebetulnya ibu mau menangis, tapi ibu tahan dengan menertawakan kejadian hari itu agar orang-orang tidak terlalu khawatir dan agar ibu segera pulang. Tetapi akhirnya ibu menangis sewaktu perjalanan pulang. Kaki ibu bengkak dan malam harinya Ibu langsung diurut. Sayangnya hasil urutan hari itu tidak mempan, ada benjolan di tulang kaki ibu dan akhirnya ibu urut lagi di Mbak Nas dan alhamdulillah benjolannya langsung hilang selang 3 hari setelah diurut. Yah walaupun saat diurus sakitnya  minta ampun...



Yah, selain itu hari-hari memang terlihat biasa saja. Ternyata ibu ketulah. Sombong!!! Akhirnya Allah menegur ibu dengan sakit.



Awalnya sebulan terakhir ya memang biasa saja. Kafa sudah bisa jalan sendiri, ngoceh makin lancar, sudah bisa mengucap Da untuk panda, Ta untuk Unta, Jah untuk Gajah. Dan ayah untuk kata ayah tentunya. Kadang bilang dah untuk udah kalau sudah kenyang atau gak nafsu makan (seringnya menggeleng). Kadang2 kafa juga bilang mbah untuk neneknya (yangti) 😅 dan yangti kesal kalau dipanggil mbah (kesannya kaya tua banget ceunah). Kadang-kadang memanggil ibu dengan sebutan mbu, kadang juga mamah. Suka2 anaknya lah. Ibu masih okay dan menanggapi panggilannya selama masih sebutan untuk ibu.



Makan juga udah mulai mau makan sendiri, tapi karena ibu malas membersihkan remehan makanannya, jadi ibu memilih tetap menyuapi kafa, sambil sesekali gak papalah dia pegang nasi atau lauknya. Anaknya juga suka banget ternyata sama gorengan, kerupuk, dan tulang ayam! Buat diemut-emut doang tapi waktu makan jadi lebih lahap kalau dibandingkan dengan anaknya megang tulang ayam daripada tidak memegang apapun. Dan karena sudah 1 tahun, jadi kafa dapat hadiah dari ibu, hadiahnya makan buah duren (dari Engkong) dan mie 😂😂😂. Awalnya mie bayi, lama-lama ibu makan mie dia ikutan makan. Ya sudahlah, ibu mah bukan tipikal orang tua yang melarang anak makan ini itu, santai aja. Toh anak gak selamanya hand on sama kita, takutnya nanti ibu sudah melarang ini itu sudah memberikan peraturan banyak perfect saulaika, eh kecolongan orang lain yang kasih, jadi mending sekalian ibu aja yang kasih, biar gak nambah pikiran motherhood. Bulan ini juga Kafa akhirnya perdana ikut posyandu, jadi tinggi dan berat badan Kafa masih terpantau.



Sebulan terakhir kemarin karena ada tante Kiki liburan akhir tahun dari pondoknya, akhirnya pas ibu sakit, tante kiki yang bantu memandikan kafa. Karena ibu tiba-tiba sakit meriang gak jelas, kena air dikit menggigil, badan panas dingin. Eh tau-tau liat ibunya sakit, anaknya malah ikutan sakit. Tiba-tiba demam dari dicek anget-anget pakai tanganmeter sampai akhirnya dicek pakai termometer sudah 40°C tapi ibu denial dengan mempercayai hasil termometer yang pertama yaitu masih 39.2°C. Kata yangti langsung aja ke Puspita.



Akhirnya subuh-subuh hari Jumat ke Puspita. Dokternya bilang, "ini dua-duanya sakit, mesti cek darah, karena gak tau demamnya karena apa". Lagi-lagi pasti kalau demam yang ditakutkan itu kalo gak tipes ya dbd. Akhirnya kami berdua cek darah ke Puskesmas ditemanin Mas Kholison murid ayah. Sebenarnya gak enak karena masnya harus kerja, berkali-kali bilang udah mas kerja aja, akhirnya jam stgh 9 pagi masnya pamit kerja. Tinggal ibu dan kafa sendirian nunggu giliran ambil darah. Sebelum dikasih rujukan dari Puspita, dokternya ngasih obat panas untuk kafa yang dimasukin ke lubang feses. Pernah baca-baca lupa dipostingan siapa, katanya obat demam yang dimasukin "ke sana" lebih ampuh dan cepat dalam menurunkan panas. Maka akhirnya ibu memperbolehkan permintaan dokter karena sebelumnya juga sudah diberi  Paracetamol tapi gak mempan.



Tiba giliran kami dipanggil untuk diambil darahnya, ibu sudah tidak demam, kafa demamnya mulai turun di angka 38.2°C. Pas cek darah, karena ibu tau biasanya hasil laboratorium keluar sekitar jam 3 sore, maka ibu bilang ke tenakesnya, "kata dokternya kalau bisa hasilnya sebelum jumatan jadi ya pak" padahal sih enggak, cuma emang kalau gak dibilangin begitu, hasilnya keluar jam 2 siang, nah kalo jam 2 siang baru keluar, berarti periksanya mesti lanjut keesokan harinya, jadi ibu gak mau. Akhirnya darah kami berdua pun diambil untuk dicek. Setelahnya kami menunggu lagi. Sambil menggendong kafa, ibu menahan ngantuk karena hari itu ibu terakhir tidur jam 3 sore hari sebelumnya (efek minum obat dari Engkong). Jadi semalaman ibu belum tidur. Tiba-tiba kafa muntah, kena jaket, baju, celana, kemana-mana. Akhirnya ibu meminta tolong orang rumah untuk menyusul dan membawa perlengkapan baju ganti Kafa. Datenglah bude Tia.



Jam 11.30 hasil lab keluar, ibu (seperti biasa) kena gejala tipes. Agak sedih juga sih, sakit yang sama dengan bulan Oktober/November sebelumnya. Yang bikin kaget justru hasil tes darah kafa baik-baik saja, yang tidak baik-baik saja hanya satu yaitu kadar Hbnya. Hbnya rendah diangka 10, padahal bayi minimal diangka 13 dan itu yang bikin anaknya demam tinggi, seperti pusing (bingung juga kan menceritakan bayi kalau pas pusing bagaimana) jadi intinya suka tidur. Jadi kalau anak sering demam tinggi tanpa sebab (tidak setelah imunisasi), itu juga bisa jadi salah satu tanda-tanda Hb rendah. Ibu sedih. Jadi keinget dulu sebelum berusia 40 hari kafa juga pernah cek darah karena kasus udel, dan yaaaa Hbnya memang rendah. Waktu itu karena masih ASIX, jadi domplengnya ya hanya ASI. Ibu harus memakan segala-gala yang membuat kandungan nutrisi pada asi optimal. Dan pas waktunya MPASI, ibu kira MPASI homemade dan MPASI terfortivikasi sudah cukup mendongkrak Hb. Tetapi oh ternyata tidak semudah itu fergusooonnnn...



Walaupun sedih, sambil menahan nangis dan emosi, ibu tetap tanya-tanya di grup wa mamah muda alias mahmud barang kali ada yang pernah senasip. Sambil nanya pengalaman, sambil ibu compare dengan hasil resep dari dokter, akhirnya sesuai dengan anjuran dokter dan belajar dari ibu-ibu di grup, sekarang kafa sehari sekali masih mengonsumsi vitamin penambah Zat Besi. Harusnya sih 3 hari setelah cek lab, anaknya cek darah lagi (kontrol), melihat hasilnya ada perubahan atau belum. Tapi belum ibu lakukan, ya karena sedih melihat anak diambil darahnya (lagi) walaupun ternyata anaknya hebat pas diambil darah gak nangis gak apa, malah ngeliatin pas ibunya ambil darah 😅.



Jangan sombong! Tamparan halus buat ibu, sekalipun cuma ngebatin. Alhamdulillah badai pasti berlalu, kafa berangsur-angsur normal lagi suhu badannya, batuknya juga sudah sembuh, dan yang tadinya badannya sampai sempat menggigil juga karena demam, lemes sampai jalan sendiri aja gak mau, yang tadinya suka bebenah depan tv dan sekitarnya saking aktifnya sampai gak mau bebenah sama sekali, akhirnya sekarang sudah ceria lagi, sudah mau jalan lagi, sudah mau bebenah lagi 😅😅😅Malah waktu kafa sakit lucu-lucu kesalnya, lagi-lagi ibu dikaitkan sama mitos, katanya sakit gara-gara sudah bisa jalan tapi gak disawer-sawer sih. Masya Allaaaaahhhhh (begitulah grandparent kolonial) waktu itu ibu bilang, "gak ada kaitannya tradisi sawer sama Hb rendah". Tapi diomongin begitu sih, ibu masih gak nangis, gak baper, cuma kesal tapi geli lucu aja. Nangisnya  malah pas ditelfon ayahnya kafa, eaaa. Sedih juga ya ternyata Long Distance Married (LDM) tuh apalagi kalau dapat ujian seperti ini. 



Tapi ibu yakin, badai pasti berlalu. Insya Allah, mudah-mudahan sebulan berikutnya dan selanjutnya kafa sehat selalu. Dan mudah-mudahan ibu juga bisa lebih rajin. We love you.

Surat Cinta Keempat Belas...
Surat Cinta Kelima Belas...
are coming soon :)

Surat Cinta Istimewa edisi HUT Kafabillah


Muhammad Kafabillah Amary
Doc. Pribadi


Akhirnya tanggal 6 Desember 2019 tiba juga. Itu artinya, genap satu tahun usia Kafa. Selamat ya nak, doa-doa terbaik akan selalu ibu usahakan untuk ibu panjatkan kepada Tuhan wa bil khusus untukmu. Karena satu dan sekian hal, maafkan ibu yang berencana untuk tidak merencanakan perayaan apapun di hari kelahiran pertamamu ini. Awalnya ibu kira Kafa akan ultah dan dirayakan di Magelang, tetapi ternyata Kafa dan Ibu pulang ke Jakarta, sehingga saat hari ulang tahun kafa, ayah tidak bisa hadir. Maafkan ibu yang tidak berupaya lebih, semua tart dan balon-balon, ditemani bude Tia ibu beli seperti tahu bulat alias dadakan padahal sebetulnya Ibu bisa memberikan yang lebih dari itu. Maafkan ibu yang tidak membuat selebrasi seperti ulang tahun pertama ‘pada umumnya’. Karena ibu fikir saat ini kafa belum butuh itu, kafa belum mengerti tentang perayaan, tiup lilin, kado, dan sejenisnya. Meski begitu, pelukan, keluarga yang hangat, senyuman, kasih sayang, doa-doa tulus lah yang ibu usahakan untuk ibu hadirkan di setiap hari Kafa.

Maafkan ibu juga lagi-lagi telat menulis surat cinta untuk Kafa. Akhir-akhir ini ibu jarang membuka laptop karena laptop ibu masih dalam masa perbaikan, karena saat ini ibu sedang libur sholat, maka ibu fikir, inilah saat yang tepat untuk menulis surat cinta yang tertunda untuk Kafa.

Selama sebulan terakhir, banyak sekali yang sudah ibu lalui bersama kafa. Terlebih ketika ibu dan kafa akhirnya memutuskan untuk menjalani hari-hari di Jakarta ketika ayah mengurus pesanan kayu yang kemudian hari berencana untuk mencoba peruntungan di Samarinda. Sebenarnya banyak hal yang ibu pertimbangkan, apalagi terkait Kafa. Mulai dari Kafa bangun tidur hingga Kafa terlelap di malam hari. Atau hal-hal seperti mencuci baju, karena mesin cuci di rumah Yangti dan Engkong saat itu rusak dan belum diperbaiki, sehingga untuk cuci-mencuci harus manual atau menggunakan tangan. Tetapi setelah ibu fikir-fikir lagi, ah sama aja, di Magelang juga kalau air lagi habis ya nyuci pakai tangan gak bisa pakai mesin cuci. Dan ternyata ya setelah ibu lalui hari-hari di Jakarta bersama Kafa untuk persoalan cuci-mencuci dan lain-lain ya sesantai itu, ibu tetap bisa mengurus Kafa dan mengerjakan pekerjaan yang lainnya, tak selelah yang ibu bayangkan.

Akhirnya pikiran-pikiran halu itu ibu tepis jauh-jauh, belum apa-apa kok sudah ketakutan. Lagi pula, mumpung ada kesempatan, kapan lagi kan ibu bisa mudik ke Jakarta dalam jangka waktu yang lama? Meskipun pada akhirnya Ibu harus memberanikan diri pergi ke Jakarta seorang diri membawa Kafa dalam perjalanan dengan kereta api. Ya karena apalagi kalau bukan kendala di biaya? Tetapi ternyata setelah dilalui sangat menyenangkan, walaupun awalnya dagdigdug derrrr. Ternyata the power of Sounding Alhamdulillah sering kali berhasil. Kafa sangat menikmati perjalanan dan mau bekerja sama dengan ibu Selama di perjalanan. Rewelnya hanya ketika mengantuk dan ingin rebahan. Tapi akhirnya semua itu berlalu. Ibu bahkan bisa membuat satu thread untuk pengalaman naik kereta hanya berdua bersama Kafa. Kapan-kapan akan ibu post ya :)

Namanya anak-anak, pasti ada masa lupa-lupa ingat terhadap anggota keluarga yang jarang bertemu. Sesampainya di Jakarta, anggota keluarga yang langsung bisa akrab dengan Kafa adalah Kakak Y yang saat itu berusia 3 tahun. Selebihnya Kafa menganggap anggota keluarga di Jakarta adalah stranger. Akhirnya, setiap kali digendong oleh Yangti, Engkong, Bude Tia, Bude Bila, Bulek Ririn, Kafa langsung menangis dan merengek mencari Ibu. Untungnya keadaan ini tidak berlangsung lama. Pada akhirnya Kafa mulai beradaptasi dan memudahkan kegiatan yang harus ibu lakukan selama di Jakarta.

Hal pertama yang membuat Ibu panik dalam mengurus Kafa di Jakarta adalah ketika Kafa harus mandi. Biasanya di Magelang, Kafa masih mandi dengan bak bayi, tetapi karena di Jakarta tidak ada bak bayi, mau tidak mau, akhirnya Kafa harus mulai beradaptasi untuk mandi dengan berdiri sambil berpegangan ke bak kamar mandi. Untungnya Kafa sudah bisa berdiri cukup tegak, sehingga hanya beberapa kali Kafa nyaris dana tau terjatuh ketika mandi. Walaupun terjatuh, tetapi Kafa jarang sekali menangis J Malah semakin hari semakin pintar berkeliling kamar mandi melihat dan menunjuk-nunjuk keramik bergambar ikan di dinding kamar mandi setiap kali sesi mandi berlangsung.

Adaptasi selanjutnya adalah kasur lantai. Karena di rumah Yangti tidak menggunakan springbed, sering kali di awal-awal hidup di Jakarta, Kafa sering kepentok kepalanya ketika bangun atau hendak tidur. Biasanya kalau di Magelang kan dimana-mana ibu sediakan kasur, jadi Kafa sering bergulung-gulung ria tanpa harus terjembab dan benjol karena jatuh di lantai. Tetapi hal ini juga tidak berangsur-angsur, beberapa hari kemudian Kafa sudah tidak menjembabkan diri ke lantai.

Kemudian waktu makan. Meskipun ibu sudah menyiapkan MPASI Instan agar memudahkan ibu ketika waktu makan tiba, dan Kafa jufa sudah mulai bisa memakan nasi, tetapi ibu tetap saja agak panik. Jadi ibu agak berhati-hati, Ibu lebih memilih memberi makan secukup dan se-mood nya Kafa daripada Kafa trauma makan yang kemudian hari bisa menambah beban ibu jika sampai terjadi trauma. Ibu mencoba untuk chill, ya sudah kalau memang pas maunya makan sebanyak 1 sendok makan orang dewasa ya gakpapa. Alhamdulillah Kafa lebih sering makan banyak daripada sedikit makan dan itu sangat membantu Ibu. Selama di Jakarta jadwal makan Kafa sudah tiga kali. Pagi hari makan bubur MPASI Instan yang diberi campuran abon, kemudian siang dan sore atau malam hari nya menu makan Kafa adalah masakan keluarga. Menu keluarga yang paling sering Kafa makan adalah ikan kembung dana yam goring, sesekali bakso.

Akhirnya setelah 6 bulan Kafa tidak berenang, Kafa kembali lagi bermain di wahana kolam renang. Awal-awalnya sebelum nyemplung di dalam air, Kafa sangat bersemangat. Setelah tau airnya dingin, Kafa selalu berpegangan erat dengan ibu dan menolak mengambang di ban spiderman yang sudah Engkong belikan. Untungnya semakin lama Kafa mulai mau main kecipak kecipuk alias menepuk-nepuk air. Yang ibu sayangkan adalah sepatu Kafa yang tertinggal di tempat wahana bermain air. Karena itu adalah sepatu terkecil dan termuat yang bisa Kafa pakai dari 3 pasang sepatu yang Kafa punya. Akhirnya walaupun saat itu Kafa belum bisa berjalan, beberapa hari kemudian, ibu membelikan Kafa sandal cit cit alias sandal yang bisa berbunyi. Waktu itu yang ibu fikirkan, barang kali dengan sering pakai sandal, jadi otot kaki Kafa semakin kuat sehingga Kafa bisa lebih cepat untuk berani berjalan sendiri.

Viola! Ternyata benar! Tepat di penghujung awal Desember, Kafa bisa melangkah sebanyak  3 langkah, usianya saat itu nyaris satu tahun. Satu tahun kurang 5 hari. Setelah itu, akhirnya Kafa semakin sering berdiri, semakin bisa menyeimbangkan diri dan bisa berdiri sendiri tanpa harus dibantu, persis seperti yang Nenek Aam bilang, katanya kalau bayi sudah bisa jongkok kemudian berdiri sendiri dari posisi jongkoknya, maka sebentar lagi pasti bisa berjalan. Alhamdulillah semua proses itu sudah Kafa lalui dan proses berjalan Kafa sangat memudahkan ibu karena ibu tidak perlu repot-repot memapah Kafa berjalan :)

Selama Kafa di Jakarta juga Kafa sering bersilaturahmi baik bersama anggota keluarga yang berdomisili atau yang tidak berdomisili di Jakarta maupun teman-teman Ibu yang berniat bertemu dengan Kafa. Kafa bertemu dengan keluarga dari Engkong ketika menjenguk Om Adil di Majalengka dan Tante Kiky di Bandung. Saat itu Kafa sempat masuk angin dan malas makan, baju Kafa juga habis terkena muntahan. Akhirnya Ibu membeli baju piama baru untuk Kafa di rest area. Selain keluarga, Kafa bertemu dengan teman-teman Aliyah Ibu seperti Tante Bedri, Om Ahya, Pakde Mardhon tepat saat Kafa berulang tahun. Kafa juga bertemu dengan teman-teman SMP Ibu di Cikampek saat menghadiri resepsi pernikahan salah satu teman. Kafa bertemu dengan Una anaknya Mama Vani, Lubna anaknya Mama Qonita, Azhar anaknya Mama Tim-tim, dan Om Imam. Di Cikampek juga Kafa menghadiri akad dan resepsi Uwa Ardi anaknya Nenek Mama dan bertemu banyak keluarga dari Yangti yang menghadiri acara namun tidak berdomisili di Tanah Sereal.

Acara pernikahan yang Kafa hadiri di Cikampek berbeda hari, Sabtu dan Minggu. Akhirnya Ibu memutuskan untuk naik kereta dari Stasiun Tanjung Priuk – Stasiun Cikampek pada hari Jum’at. Alhamdulillah, meski bawaan Ibu cukup banyak, Ibu dan Kafa mendapatkan kursi untuk duduk. Bahkan sesampainya di Stasiun Cikampek, ada bapak TNI bernama Imam B. yang bersedia menolong Ibu untuk membawakan tas perlengkapan Kafa. Sesampainya di Cikampek, Ibu nostalgia bersama Mama Una yang keesokan harinya barulah bertemu dengan teman-teman ibu yang lainnya dan pada hari Minggu Ibu dijemput oleh Yangti untuk menuju tempat akad dan resepsi Uwa Ardi yang tidak jauh dari tempat tinggal Mama Una.

Tidak hanya pergi berdua bersama Kafa ke Cikampek, Ibu dan Kafa juga pergi berdua ke Cirebon selama 5 hari. Waktu itu ibu mendapatkan broadcast akan ada Women Writing’s Conference (WWC) yang diadakan oleh Mubaadalahnews.com dan Institut Fahmina. Iseng-iseng karena laptop Ibu sedang rusak, sambil menyusui Kafa, Ibu membuka aplikasi note di ponsel ibu dan mulai membuat naskah yang harus Ibu kirimkan ke panitia untuk di seleksi dalam rangka mengikuti konferensi tersebut. Alhamdulillah dari sekian ratus naskah, ternyata naskah Ibu masuk, akhirnya mau tidak mau dari Cikampek, Kafa bersiap ke Cirebon. Saat itu ibu tidak bilang kepada panitia bahwa ibu akan membawa Kafa, tetapi ternyata ada peserta lain yang konfirmasi kepada panitia akan membawa anaknya ke acara tersebut dan sedang mencari daycare. Padahal saat itu sedang booming kasus di Kalimantan ada anak balita hilang dari daycare dan ditemukan dalam keadaan tewas. Ternyata Allah berbaik hati dan memberikan kabar melalui pernyataan panitia WWC di grup whatsapp yang berisikan bahwa penyelenggara WWC menyediakan panitia dari Mahasiswa ISIF yang ditugaskan khusus untuk menjaga anak-anak peserta WWC selama kegiatan WWC berlangsung. Masya Allah tabarokallah, sebuah bantuan psikis yang luar biasa untuk meringankan tugas ibu-ibu dalam mengurus anak yang kami bawa di acara tersebut.

Yang ibu syukuri lagi, Kafa sangat anteng dan kondusif selama di Cirebon, jarang sekali menangis, menangis hanya ketika mengantuk tetapi tidak bisa tidur karena mau direct breastfeeding (dbf). Mandi juga tidak kesulitan karena dari hotel sudah disediakan air hangat, awal-awalnya saja Kafa kaget dengan air yang muncul dari shower. Waktunya makan juga mudah, meski Ibu sudah wanti-wanti untuk membawa MPASI Instan, tetapi karena Kafa sudah bisa memakan masakan keluarga, maka Ibu coba tawarkan menu sajian pihak hotel yang ibu santap, alhamdulillahnya Kafa suka. Hanya di hari terakhir Kafa malas makan. Nantinya akan ibu tulis di postingan yang berbeda tentang acara ini, mudah-mudahan dalam jangka waktu dekat.

Selesai 4 hari mengikuti acara WWC, akhirnya Ibu bertemu dengan Mama Salsa atau Hera teman semasa SD ibu yang bersedia bertemu dan mengantarkan ibu ke Pesantren Madrasatul Huffadz 1 di Gedongan. Sebelum menuju ke Gedongan, Ibu dan Kafa diajak berkeliling Keraton Kasepuhan dan mendengarkan cerita-cerita tentang Raden Kiansantang dari guidetour yang mengantarkan kami. Alhamdulillah selama perjalanan menuju Gedongan Kafa akhirnya mau makan pudding alpukat yang Mama Salsa bawakan. Hanya saja karena mengantuk atau bosan, akhirnya kafa rewel sebelum sampai di Gedongan.

Sesampainya di Gedongan, Kafa bertemu dengan teman SMP Ibu yang baru saja melahirkan putri pertamanya. Di pondok tersebut Kafa juga anteng, mau diajak ke kamar santri dan ikut menyantap masakan rumah yang telah disediakan. Saat tau akan ke Cirebon, Ibu memang sengaja mampir ke Gedongan, karena sudah sejak lama ibu ingin sowan ke orang tua teman Ibu yang juga adalah bunyai dari pondok tersebut. Keesokan harinya, walau pun agak susah mencari taksi online di daerah tersebut, Alhamdulillah lagi-lagi Allah berbaik hati membawakan kepada kami Elf yang rutenya menuju Stasiun Cirebon. Alhamdulillah kami bisa sampai stasiun sebelum jam keberangkatan. Walaupun perjalanan pulang ke Jakarta harus dilalui dengan ketidaknyamanan Kafa karena pup, tetapi akhirnya Ibu dan Kafa sampai di rumah dengan selamat.

Alhamdulillah, meskipun selama tinggal di Jakarta beberapa kali Kafa lagi-lagi terkena ruam popok (yang membuat ibu ingin pulang ke Magelang dan memakaikan Kafa clodi lagi) dan atopik Kafa kembali muncul karena harus beradaptasi dengan kondisi, cuaca dan lingkungan di Jakarta, tetapi  ibu sangat sangat bersyukur, terlebih perkembangan kafa selama satu bulan terakhir ini. Selain bisa berdiri dan berjalan sendiri, Kafa juga sudah bisa mengikuti ritme musik dan menggoyangkan badan apabila mendengarkan instrumen musik. Kafa juga semakin pintar bablingnya dan semakin ekspresif. Ibu semakin mudah mencerna ocehan-ocehan dan gerak gerik Kafa, begitu pun dengan Kafa yang juga mulai sedikit demi sedikit mengerti ucapan Ibu.

Mungkin cukup sekian ya nak surat cinta kali ini, sudah ada lebih dari 2000 kata yang ibu rangkai dalam surat ini. Jika sewaktu-waktu ada yang ibu ingat lagi, pasti akan ibu tulis. Peluk cium untuk anak ibu, muridnya Habib Umar, santrinya Kyai Tashim dan Gus Baha’. Sehat dan Bahagia selalu ya nak, semangat untuk naik bulan berikutnya. Love you.



SURAT CINTA 101112 UNTUK KAFABILLAH

Muhammad Kafabillah Amary
Doc. Pribadi

Surat Cinta Ke Sepuluh


Selamat sayangnya ibu, akhirnya bulan ini bisa berlalu dengan tetap banyak ke-hectic-an Ibu. Maaf ya sayang, namanya juga pertama kali menyandang gelar dan pekerjaan sebagai orang tua yang tidak ada preschool atau kursus ataupun les dan sejenisnya. Praktiknya ya langsung pas hari pertama jadi orang tua *LOL

Selama sebulan ini, setelah selesai dari perjastipan BBW, entah kenapa tiba-tiba Kafa mogok makan. Dibuatin mpasi homemade, geleng-geleng. Dibuatin mpasi instan juga geleng-geleng. Ibu bingung pastinya. Selama beberapa hari Kafa mogok makan, akhirnya ibu pasrah, ya sudah kalau memang maunya direct breast feeding (dbf) aja ibu ikhlas, itu yang ibu ucapkan dalam hati kala itu. Ada sekitar tiga hari Kafa tidak mau makan sama sekali sampai badannya mulai terlihat ramping tidak seperti biasanya. Begitu juga ketika digendong, lebih ringan daripada sebelumnya.

Tentu Ibu dan Ayah khawatir, karena memang Kafa sempat batuk pilek menjelang perhelatan BBW selesai. Sayangnya, dari tanggal 10 Agustusan sampai hampir mau terhitung dua bulan kok ditunggu-tunggu belum sembuh-sembuh. Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke dokter.

Sebenarnya Kami sudah paham bahwa batuk pilek pada bayi dapat bisa sembuh dengan sendirinya, Kafa juga biasanya kalau batuk pilek jarang sekali ibu beri obat, cukup dengan dbf plus skin to skin lebih sering dan berjemur dipagi hari pun sudah sembuh. Tetapi sudah melakukan hal yang sama kok belum sembuh, ditambah selain itu tiba-tiba setiap malam Kafa selalu rewel karena suhu badan meningkat. Lengkap sudah kekhawatiran Ayah dan Ibu. Akhirnya kami pergi ke dokter anak, tetapi dokter tersebut menyarankan untuk pergi ke dokter spesialis THT.

Saat kami konsul, kami juga sempat menanyakan perihal Kafa yang beberapa hari tidak mau makan. Bahkan setiap bertemu dengan sendok langsung mingkem kem kem tidak mangap seperti saat main yang maunya memakan semua mainan. Selain mingkem, Kafa juga sudah bisa menggelengkan kepala jika tidak mau makan. Dokter bilang, ibunya harus lebih kreatif, kalau masak untuk anak, jangan lupa untuk dicicipi. Kalau ibunya saja tidak suka, ya jangan dikasih ke anaknya. Diberi garam gula secukupnya pun diperbolehkan untuk menambah wawasan indra perasa anak.

Setelah konsul yang pertama masih juga tidak membuahkan hasil yang baik, akhirnya kami memutuskan pindah tempat periksa, provider kali ini meminta Kafa untuk dinebu agar bisa membantu mengurangi dahak pada tenggorokannya yang mana batuk pileknya juga belum sembuh. Tetapi ternyata me-nebu anak tidak semudah itu. Kafa tidak mau dan memberontak. Meski proses nebu tetap dijalankan sampai selesai, tetapi ibu merasa sepertinya treatment ini tidak menghasilkan perubahan yang sesuai dengan harapan mengingat saat dinebu Kafa terus menangis.

Melihat Kafa semakin ringan dan terlihat sekali penyusutan pada berat badannya, akhirnya Ayah dan Ibu memutuskan sekali lagi kami pindah dan pergi ke dokter spesialis THT. Saat diresepi dokter untuk menebus obat C***, ibu langsung konsul kepada dokter tersebut, ibu bilang Kafa pernah diminta meminum obat itu dengan dosis yang sama (1ml) dan selama seminggu tidak bisa pup. Akhirnya dokter tersebut mengganti dosis menjadi 0,1 ml. Alhamdulillah, selang 5 hari kemudian Kafa pun sembuh (dan pupnya tetap lancar).

Mengejutkan lagi, demam-demam yang Kafa alami setiap malam ternyata salah satu tanda bahwa akan ada gigi yang tumbuh. Alhamdulillah, selama sebulan ini gigi Kafa yang tumbuh secara sempurna sudah empat gigi. Meskipun jelas setelah itu menyusui rasanya lebih menegangkan karena pasti ada hadiah gigitan sengaja dari Kafa.

Uniknya lagi, setelah akhirnya beberapa hari Kafa mogok makan dan hanya mau minum ASI, akhirnya ketika kumpulan keluarga, Kafa memutuskan untuk menghentikan mogok makan dan mau makan satu pukis sampai habis. Disana ibu terkejut dan bahagia sekali. Ibu pun mulai berfikir, jangan-jangan ini pertanda naik tekstur. Viola! Sehabis kejadian ini, nafsu makan Kafa kembali dan Kafa mau makan apa saja, sayur bening sawi mau, ayam opor mau, bakso mau, kentang goreng mau, telur asin mau, ikan bandeng mau, telur (ceplok atau dadar) mau. Yang terpenting apa? Menunya tidak dalam bentuk bubur. Kalau dalam bentuk bubur, Kafa langsung mengelengkan kepalanya. Masya Allah tabarokallah... Memang setiap anak ini diciptakan sudah dengan seistimewa itu. Alhamdulillah nya lagi pupnya lancar. Dan dibulan ini, Kafa yang sempat turun berat badannya, alhamdulillah berat badannya kembali meningkat walaupun tinggi badannya belum ada perubahan, tapi gak apa-apa, insya Allah perkembangan Kafa tetap optimal.

Setelah kejadian ini, akhirnya seiring peningkatan tekstur mpasi pada Kafa, ternyata hal tersebut juga meningkatkan kosakata babling Kafa yang semakin bervariasi. Perkembangan Kafa bulan ini masih sama seperti bulan sebelumnya, masih pada babling-babling dan tentunya latihan berdiri yang masih lebih didominasi dengan rambatan dan merangkak. But it's okey. Mudah-mudahan naik bulan berikutnya Kafa latihan yang Kafa lakukan ada perubahan yang signifikan. Aamiin...


Surat Cinta Ke Sebelas

Surat kali ini ibu tulis sedikit-demi sedikit, karena akhir-akhir ini ibu kesulitan membuka laptop. Setiap ibu membuka laptop, Kafa selalu menghampiri. Atau baru saja ibu akan menulis, Kafa kemudian terbangun dari tidur dan akhirnya lagi-lagi ibu tidak bisa melanjutkan niat ibu. Apalagi bulan ini hp ibu yang LCD -nya terluka parah, akhirnya mati juga, tidak bisa terbaca sama sekali apapun yang ada di layar hanya hitam yang terlihat. :D

Bulan ini juga sama seperti dua bulan sebelumnya, ibu harus mengejar target ujian di tempat Bude Lina karena ya memang harus ibu kerjakan, daripada terus-menerus tertunda dan ditunda oleh ibu, kan gak baik juga. Selain itu karena ibu dan ayah akhirnya memutuskan untuk berbelok kepada haluan lain untuk takdir keluarga kecil kita, akhirnya ibu dan ayah sama-sama harus menyelesaikan pekerjaan yang harus kami selesaikan ditengah-tengah mengurus Kafa.

Sedihnya, saat sedang berkejaran dengan waktu. Mungkin karena kelelahan juga, sistem kekebelan tubuh ibu menurun, akhirnya ibu terkena gejala tipes. Hampir selama seminggu ibu merasa pusing dan demam. Setelah cek darah, meski semuanya dinyatakan normal oleh dokter, namun ada satu yang memang menunjukkan adanya bakteri Salmonela T. pada darah ibu. Selang beberapa hari setelah berobat, akhirnya ibu sembuh juga.

Saat ibu sakit kemarin, ada momen tersedih dimana saat itu Kafa mengantuk dan ingin menyusu, tetapi karena ibu sedang sakit, entah kenapa ASI terasa seret, Kafa pun merasa tidak nyaman ketika DBF karena seperti tidak ada yang keluar. Akhirnya setelah digendong oleh ayah dan diberi minum air putih, baru lah Kafa bisa tertidur.

Perkembangan Kafa sebulan ini, meski belum tumbuh dengan sempurna (dua gigi masih mungil-mungil), gigi kafa bulan ini sudah ada 6 gigi. 4 di atas dan 2 di rahang bawah. Kemudian Kafa juga sudah semakin suka memanjat. Apa saja yang bisa dipanjat, pasti Kafa panjat, seperti meja untuk mengaji atau meja laptop contohnya. Kafa juga sudah bisa tepuk tangan dan bermain capcipcup kembang kuncup. Sebenarnya Kafa sudah bisa berdiri, hanya saja ia masih suka merangkak dan merambat. Ibu kadang bingung cara menstimulusnya bagaimana agar Kafa pada akhirnya memutuskan untuk berani berdiri sendiri. Apalagi kalau sedang ingin dimanja, Kafa pasti mencari ayah karena ayah yang sering menggendong kafa.

Untuk babling Kafa sudah mulai bisa memanggil orang yang sering ia temui, seperti ayah dan ibunya. Hanya saja, entah kenapa baik ayah atau ibunya ia panggil semuanya dengan sebutan "ayah" *LOL. Sebuah ironi untuk seorang ibu. Tapi yah mau bagaimana lagi? *LOL. Kafa juga sudah semakin baik ngocehnya, sudah ada kata Ba, Ma, Ta, Ca, hmmmm... apalagi yah. Yah pokoknya lebih banyak daripada bulan sebelumnya.

Makanan yang Kafa makan masih mpasi instan atau menu yang ayah dan ibu makan. Kafa juga memakan menu yang kami makan tidak disaring-saring lagi karena anaknya maunya sama seperti yang kami makan *LOL (jangan ditiru). Oleh karena itu, ibu benar-benar menyuapi Kafa dengan takaran semini mungkin agar Kafa bisa melumatnya dengan baik. Biasanya Kafa lebih sering menghabiskan menu yang ayah ibu makan daripada mpasi instan. Tetapi ibu tetap menyediakan mpasi instan untuk menu makan Kafa. Yah selang seling saja agar nutrisi kafa tercukupi dan pertumbuhan Kafa optimal. Aamiin. Bulan ini Kafa belum ditimbang, tetapi alhamdulillah tinggi badan Kafa ada peningkatan dari bulan sebelumnya.

Kafa saat ini sangat senang dengan buku, entah itu boardbook, finger book, ataupun buku bantal. Kafa sudah mulai bisa membuka-buka dan menunjukan rasa tertarik pada suatu gambar dalam sebuah buku. Kafa juga akhir-akhir ini sangat suka bermain dengan hal terpenting di dalam unsur per-DBF-an. Kadang Kafa ajak bicara, kadang hanya dilihat saja, kadang juga dibuat mainan *LOL. Memang bayi tu unik. Subhanallah...

Sehat selalu ya nak, mudah-mudahan Ibu dan ayah bisa menjadi orang tua yang terbaik untuk Kafa, dan kafa bangga memiliki orang tua seperti kami. Aamiin.

Sampai sini dulu ya cerita bulan ini, semangat tambah bulan anak sholih Ibu.


SURAT CINTA 789 UNTUK KAFABILLAH

Muhammad Kafabillah Amary
Doc. Pribadi

Surat Cinta Ketujuh

Sebulan kemarin secara gak disengaja jadi ajang pengenalan alat transportasi ke Kafa karena mudik terusan dari Samarinda lanjut ke Jakarta plus ziarah awlia dan holiday di Bali. Naik pesawat alhamdulillah masih aman setiap mau terbang dan mendarat selalu ditutup telinganya. Naik MRT aman banget soalnya udah malem masih sepi juga jadi anaknya anteng. Naik kapal laut alhamdulillah anaknya gak mabok laut. Naik bus sepanjang ziarah alhamdulillah gak cranky, cranky cuma pas perjalanan pulang dari Terminal Bawen ke Magelang karena dapet tempat duduk pas ban jadi anaknya pas ngantuk tapi gak dapet posisi enak akhirnya cranky dan emaknya harus ngegendong sambil berdiri di bis gak lama tidur deh. Naik motor laki pas mau ke makam Sunan Muria kata ayahnya enjoy banget ngeliat pemandangan sambil ngemutin jepit carrier baby padahal jalan berliku dan nanjak abis. Naik perahu dayung takut apalagi pas ada serangan ombak karena ibunya juga takut sih aslinya walaupun masih di bibir pantai. Tapi pas naik becak, hmmm pegangan kenceng karena abang becaknya ngebut.

Akhirnya Kafa mengalami separation anxiety juga, dimana Kafa gak mau lepas dari ibu. Kejadiannya diawali pas perjalanan ke Bali, dalam perjalanan mau gak mau Kafa harus tidur sambil digendong, tapi setiap mau gantian ngegendong sama ayahnya pasti Kafa bangun dan nangis nangis seakan bilang aku maunya sama ibu, dan itu berulang kali. Setelah itu sampai sekarang anaknya sudah mulai suzeh untuk ditinggal apalagi ditinggal emaknya.



Dan selama sebulan pertama masa MPASI Kafa juga penuh lika liku karena dari awal waktunya MPASI kafa sudah dalam perjalanan gak di Magelang lagi, akhirnya menu pertama adalah cerelac varian Bananalicious tapi anaknya kurang begitu suka, dikasih pisang juga sama, ternyata setelah pemberian pisang yg kesekian, Kafa sukanya pisang sunprime (or sunpride?) (emak lupa nama merknya). Karena cerelac gak suka, Kafa dibelikan ayah biskuit milna rasa original (gandum-ganduman) yang dilembutkan dan anaknya suka, padahal tadinya mau beli promina cemilan mpasi tapi ayahnya salah beli. Setelah milna habis, akhirnya ikut makan bubur organik instannya mas asif dan alhamdulillah anaknya suka. Tiap habis langsung mangap sampai makin padet badannya (sampai pada nyuruh diet).

Pas ke Jakarta makan bubur milna rasa ati dan bayam (masih mpasi instan) well anaknya suka tapi B aja. Gak yang langsung mangap tiap habis gitu. Sempet dikasih bubur Bang Jangkung pakai Kaldu dan anaknya gak doyan (yang ngabisin malah ayah ibunya soalnya enak). Dan selama perjalanan ziarah makanan mpasinya biskuit sun (rasa original) yang dilumat karena pasti anaknya mau tapi ternyata perjalanan bikin anaknya kadang mau makan kadang enggak, tapi DBF mah udah pasti mau. Akhirnya tanpa diet diet badannya mulai menciut. Buah yg kafa makan selama sebulan ini: Pisang, Buah Naga, Jambu, Jeruk, Alpukat, Kelengkeng, Anggur.

Akhirnya setelah di rumah, mpasi kafa berubah jadi mpasi homemade by ibu. Awalnya ibu masak pakai slow cooker tapi makin kesini ibu cukup masak dengan rebus dan blender aja.

Menu yang ibu buat ibu usahain 4 kuadran dengan varian: Nasi + sup brokoli + ayam, Nasi + sup wortel/brokoli+ telur puyuh, Nasi + sup brokoli + tempe telur puyuh, Nasi + jagung kacang panjang + telur puyuh. Ternyata senanonano itu ya mpasi, masak dengan senang berharap anak lahap nyantapnya tapi apalah daya kadang diterima tapi banyak ditolaknya, yhaaa namanya juga usaha. Usahanya juga ada aja, kadang gantian nyuapin sama ayahnya, kadang mesti dialihin dulu sama benda atau makanan lain biar mangap, kadang putus asa akhirnya DBF-in aja. Cemilan Kafa: Kerupuk, Promina varian rasa sweet potatoes dan banana.

Perkembangan kafa bulan ini: Karena lebih banyak digendongnya daripada ngegoler ngegeletak di lantai atau kasur selama sebulan, jadi Kafa masih harus lebih rajin merangkak walaupun udah kepengen banget berdiri. Merangkaknya lebih suka jalan nyamping daripada maju. Bulan ini jatuh 2x dari kasur pas di Samarinda, di rumah Tegalsari 1x, di bis 1x (pas ibu ngantuk banget efek minum obat flu terus tiba-tiba pegangan jadi gak kuat kelepas begitu aja, awalnya anaknya gak nangis kata tante ririn tapi pas ada yang teriak anaknya jadi nangis wkwk maafin ibu ya nak).

Karena kafa sudah bisa duduk, jadi mandiin kafa lebih mudah daripada sebelumnya, ayah ibu bisa mandiin kafa sendiri gak lagi berdua sambil ngobrol ngalor ngidul. Kafa juga sudah bisa meniru mangap seperti mangap alat mulut ikan. 
Jadi ceritanya pagi-pagi tanggal 6/7/19 ibu ngajak kafa lihat ikannya mas qirel, terus kita kasih makan. Nah pas makan, ikannya buka mulut lebar-lebar, kafa ngeliatin terus. Eh udahannya dia jadi buka tutup mulut kaya ikan deh :)

Yang ibu syukuri selama awal MPASI ini adalah keyakinan dan keteguhan ibu atas niat ibu untuk memberikan hak kafa full asi selama 6 bulan. Karena hey karena, sebelum 6 bulan itu gerakan (seolah-olah) ingin memakan apa saja di usia sebelum 6 bulan adalah nyata. Tetapi gerakan tutup mulut saat masa MPASI juga nyata. Dan gerakan buka mulut untuk memasukan mainan atau benda favorit ke dalam mulut anak jugalah nyata. Jadi pertimbangkan lah dengan baik masa 6 bulan ini. Setelah 6 bulan di masa kehidupannya, anak kelak bisa memakan apa saja yang ia sukai sepanjang umurnya, tetapi hanya mengonsumsi asi selama 6 bulan tak akan pernah terulang kembali. (Kecuali jika memang ada keadaan darurat yang mengharuskan anak mengonsumsi selain asi). Kalau cuma karena alasan kasian ngeliat anak tingkahnya udah mau makan tapi belum 6 bulan, hadehhh, mohon maaf, persepsi kita mungkin berbeda :) Correct me if I'm wrong.

Dan karena kafa sudah mulai mpasi alhamdulillah belum pernah sembelit, paling lama 2 hari karena makan telur rebus pas di bis, akhirnya ayah ibu memutuskan memakaikan clodi setelah kafa pup biar cuma ngebersihin pipis aja gak nyuci pup karena fesesnya banyak sekali dan kami lebih waras dan bahagia mengakui kelemahan sebagai imperfect parent daripada berusaha mengejar idealisme dan kesempurnaan padahal tidak ada yang sempurna di dunia ini.

Selamat tambah bulan ya nak, tambah lahap makannya, naik BB dan TB nya optimal begitu juga dengan tumbuh kembangnya. We love you...



Surat Cinta Kedelapan

Halo anak ibu yang semakin ganteng, semakin pinter, semakin banyak polahnyaaa. Alhamdulillah sebulan terakhir ini kafa jatuh dari kasur cuma 1x setelah ibu pasang kasur lantai disebelah springbed. Tapi kalo ngejeledak, ndlosor, dan sejenisnya jangan ditanya yaaa. Soalnya kafa semakin lincah, semakin sering merangkak penasaran sama seisi rumah, rambatan, bahkan manjat. Sebulan terakhir ini juga kafa makannya lebih mudah, sering habisnya daripada enggaknya. Sebelum event bbw ibu masih sering nyiapin mpasi homemade tapi karena ibu buka jastip BBW , jadi untuk menu makan kafa ibu serahkan oleh ahlinya yaitu mpasi instan. Alhamdulillahnya kafa tetap mau makan baik itu mpasi instan atau homemade, karena yang terpenting itu nutrisi kafa tercukupi sehingga pertumbuhan kafa optimal.

Lanjut masih tentang mpasi yaaa. Sebenernya ibu senang membuatkan kafa mpasi homemade walaupun kadang habis kadang engga, tetapi kadang kalau pas keteteran, ibu sampai gak sempat bikin menu buat ayah dan ibu karena terlalu bersemangat menyiapkan mpasi homemade untuk kafa (yang kadang tidak termakan wkwkkw huhu). Jadi untuk meminimisir kelelahan dan memaksimalkan waktu, ibu sampai saat ini cukup menyediakan mpasi terfortivikasi atau instan untuk kafa yang nutrisinya sudah pasti memenuhi kebutuhan bayi sesuai umurnya. Karena mpasi instan untuk bayi berbeda dengan menu makanan instan atau fast food (cepat saji) untuk dewasa.

Selama satu bulan ini juga alhamdulillah perkembangan ngoceh dan njejek kafa pasti ada peningkatan. Babling babling aneh lucu banget, kadang mau ibu bikin video semuanya tapi apalah daya cuma hidup berdua sama ayah (yang mana itu sudah menjadi keputusan kami sebelum menikah), ditambah kadang hp ngehang, udah bikin lama2, eh gak jadi, zonk. Sekarang kafa semakin sulit kalau ditinggal ibu sendirian, walaupun masih tergolong anteng, gak begitu yang benar-benar gak mau lepas dari ibu. Tapi kalau sudah nangis nyari ibu, kafa sudah mulai babling “mbbuuu bhuuuu” dan kalau lagi seneng mau becanda sama ayah, kafa sudah bisa babling “yahhh, ayah”


it’s make out heart melting.

Terus sekarang karena ibu dan ayah sudah bisa mandiin kafa sendiri, jadi kadang kami ganti-gantian, walaupun teteup seringnya ibu pastinya. Cuma yaa kalau sekarang mah enak mandiin kafa gak ribet kaya pas newborn, karena kafa sudah bisa duduk sendiri, bahkan kadang maunya berdiri keluar dari bak mau udahan aja (apalagi kalo pas di guyur, mesti seringnya antara mau ketawa atau mau nangis wkwkwk). Tapi ada ujian selanjutnya, wkwkkw. Karena kafa sudah lincah, jadi kalo habis mandi kaya kejar-kejaran sama kucing, mau ngedandanin kafa buat sampai pakai baju aja harus bergelut ria. Yah begitulah senangnya jadi ibu. Lelah itu pasti, tapi bahagia itu pilihan.

Oiya, yang ngeselinnya lagi sekarang kafa lagi suka banget DBF sambil lirak lirik sana sini klo ada distraksi, gigit gigit ditarik-tarik unsur terpenting dalam DBF, huhu gak bisa diungkapkan. Kalau soal polah dbf dari kecil kafa udah suka dbf sambil jempalitan wes pokoknya. Hmmmm apalagi yaaa, ya segitu dulu lah, soalnya terlalu banyak memori yg ibu kenang, kalau ibu ingat pasti langsung ibu tambahi. Semangat tambah bulan ya naaak, bulan depan kafa sudah harus vaksin campak dan semoga perkembangan kafa semakin josss gandosss. Love you 3000.


Surat Cinta Kesembilan

Kali ini ibu mau menulis cepat saja nak, karena ibu butuh istirahat untuk hari esok. Besok pagi ibu harus mengejar ujian deadline 1/6. Sebenernya surat kali ini dan yang sebelum-sebelumnya akan ibu pindahkan ke blog, tetapi ibu belum sempat karena ibu mesti mengulang materi demi lolos ujian tersebut. Tetapi ibu juga harus menulis sekarang karena ibu takut lupa hal-hal detail yang sudah ibu alami selama sebulan ini sedangkan hari-hari di bulan selanjutnya terus berjalan.

Selama sebulan terakhir kafa semakin sering ngoceh; babling-babling gak jelas, rambatan semakin jago, dan kafa sudah mulai tumbuh gigi, ada 2 yang tumbuh di bulan ini. Tapi karena tumbuh gigi, mendadak kafa jadi malas makan, selalu menolak kalau mulutnya bertemu sendok, makan harus diakali bagaimana caranya biar masuk, kalau sekali dua kali berhasil, yang ketiga dan seterusnya belum tentu juga berhasil karena kafa sudah paham triknya. Tumbuh gigi juga menyebabkan suhu badan kafa sering naik setiap malam dan kafa pun rewel karena suhu badan yang tinggi. Selain itu kafa juga sering menggaruk telinga semenjak mulai tumbuh gigi. Belum lagi habis dari BBW, pilek yang sempat sembuh datang lagi eh malah ketambahan batuk. Huhu


Setiap hari selama kafa gak mau makan ibu sampai pusing sendiri, dimasakin gak dimakan, dibuatin mpasi fortivikasi juga gak dimakan, maunya asi aja. Akhirnya ibu inget cerita Bu Citra seorang tetewgram dengan akunnya @olevelove yg intinya dia pernah menulis bahwa, "anak juga sama seperti orang dewasa, kadang nafsu makan kadang enggak. Dan anak kalau makan itu pasti porsinya secukupnya (anak), gak lebih gak kurang. Kalo pas pengen dikit ya dikit, banyak ya banyak." Jadi setelah itu ibu gak ngoyo juga, yaudahlah selama masih dalam kurva normal di buku panduan ibu dan anak yang warnanya pink (klo aplikasinya namanya primaku), ibu mencoba buat menenangkan hati, insya allah gak kenapa-kenapa dan aman aja, daripada kebawa pikiran sampe pusing kan? 

Tapi emang pas anak gak mau makan tu pusing banget. Ibu jadi sempat berfikir, cobaan buat ibu selama ngurus kafa paling struggle adalah perMPASIan. Lihat anak orang makan kok tinggal mangap, kalo keinget kafa, jamnya makan ayahnya mesti jadi badut biar dia ketawa terus makan, jamnya gak makan semuanya barang mainan segala macem dilahap sama kafa, kalo nonton omar hana mangap pula, kan kezal... tapi ya mau bagaimana lagi?

Setelah sering menonton omar dan hana, kafa sudah mulai bisa joged, hihi. Lucu banget, lagu favoritnya adalah songtheme omar dan hana. Lagu lainnya ya suka tapi lagu utama selalu bisa bikin kafa lebih joged gituuuu. Terus selama sebulan ini kafa kalau pup udah ngerti jongkok, dan kalo mandi udah gak mau duduk di bak, maunya berdiri, padahal mandiin anak bayi sambil berdiri itu degdegannyaaa subhanallah. Berdirinya belum jejeg karena masih pegangan ditambah licin sabun, perfect. Kaya megang belut listrik. Pernah kan akhirnya satu hari kafa pas mandi bareng ayah jatuh sampai berdarah bibir dan gusinya. Tapi ya mau bagaimana lagi? Namanya makin lincah, jatuh mah pasti ada aja, nyusruk apa lagi. Di bulan ini beberapa kali kafa nyusruk sampai bekas lukanya dikira orang yang gak tahu mah pasti mengiranya itu tanda lahir, ya ibu bilang aja habis jatuh. Semoga aja gak berbekas.

Bulan ini meski rasanya berat karena gtm dan kafa sering gak enak badan, demam, mual begah sampe muntahin seprai dan selimut terus (padahal baru ibu cuci akhirnya dicuci lagi), diare, tapi ada satu hal yg akhirnya dibulan ini bisa ibu capai, yap, akhirnya naskah ibu masuk dan ikut diterbitkan di buku Menyongsong Society 5.0. Setelah ini ibu jadi semangat ngerjain kerjaan ibu yang (terbengkalai) lainnya. Prinsip ibu cuma 1 kalau pas ibu ngerjainnya lagi gercep; mumpung ibu masih di usia produktif dan kafa masih kecil. Kadang ibu juga suka berandai-andai, jika boleh ibu mengambil kursus, ibu mau mengambil kursus untuk menambah skill ibu, gak muluk-muluk, soft skill yang ibu sukai tapi ibu gak ahli aja, hehehe...

Terus karena kafa demam dan diare dan beberapa kali mual muntah, jadi ibu mesti tahu biar kafa gak dihedrasi, tapi bingung juga, orang anaknya aja gak mau makan minum apa-apa kecuali asi, akhirnya ibu mengecek dehidrasi atau enggaknya pakai clodi. Di atas 6 jam baru pipis tandanya kafa mengalami dehidrasi. Pas tidur malam sih dari jam 8-4 pagi gak pipis. Tapi pas jam 4 pagi terus setelah itu pipisnya durasinya kurang dari 6 jam lagi. Alhamdulillah...

Selama sebulan terakhir ini ibu memutuskan meminum suplemen kalsium dan alhamdulillah keluhan-keluhan ibu tentang pegal-pegal dan gigi yang semula rasanya linu berkurang drastis. Kafa juga sebulan ini mulai jarang pakai tisu basah karena sekarang kalau kafa pup lebih sering ditatur pakai air (karena ya memang lebih bersih juga secara pupnya juga sudah bukan pup asi lagi soalnya).

Hmmmm apalagi yaa, oiya, kafa juga suka banget main di antara selempitan kasur dan jendela, soalnya kalau main disana kafa kaya bisa berdiri tegak, kocak dah bayi sampai mikir secepat itu idenya. Tapi ya intinya bulan ini buat ibu wow sekali karena disamping mengurus kafa, ibu juga banyak ngerjain hal lain yang sebelumnya sudah pernah ibu kerjakan sebelum ibu menikah. Sudah dulu ya nak surat kali ini. Besok tambahannya ibu catet lagi deh hihi. Semoga tumbuh kembangmu optimal, tambah soleh, sehat, bahagia, bejo mulyo uripe dunia akhirat... jangan buat hati ibu risau ya. Ibu sayang sekali sama kafa.

SURAT CINTA 456 UNTUK KAFABILLAH

Muhammad Kafabillah Amary
Doc. Pribadi

Surat Cinta Keempat

Kadang ibu suka berfikir, katanya kalau anak masih ASIX jarang sakit. Tetapi yang ibu alami tidak seperti "katanya". Menghadapi kenyataan seperti itu, yang Ibu ingat, Ibu harus banyak bersyukur, mungkin memang ini yang harus dijalani. This too shall pass...

Dalam waktu sebulan ini, kalau diingat-ingat rasanya lelah sekali. Kafa sakit kulit. Kalau dihitung-hitung sakit yang sedang Kafa rasakan ini belum sembuh hampir dua bulan lamanya. Awalnya hanya satu dibagian punggung, lama-lama menyebar ke bagian tubuh lainnya dan yang terparah sampai ke wajah. Ibu dan Ayah bolak-balik ke rumah sakit dan harus sabar menunggu hasil dari reaksi obat yang diberikan setiap satu/dua pekan. Bukannya sembuh malah semakin parah. Setelah semakin parah dan Ibu hanya bisa menangis hampir setiap mengasihi Kafa karena gak tega melihat kondisi kulit Kafa yang tadinya mulus mendadak bruntusan terutama di area wajah.

Akhirnya kami mengikuti naluri kami sebagai orang tua, Ibu dan Ayah memutuskan pindah rumah sakit lagi tanpa menunggu sepekan dua pekan. Ibu gak sanggup menangis terus setiap melihat Kafa menahan sakit terlalu lama. Ayah gak sanggup melihat Ibu menangis terus. Jadilah kami meluangkan waktu yang seharusnya buat bekerja atau mengaji, kami harus ke rumah sakit lagi. Ditambah saat periksa oleh provider sebelumnya, kami disarankan untuk melakukan "laundry home service" yang mana apapun yang ada di rumah yang bisa dicuci-jemur harus dicuci dengan air panas dan dijemur di bawah terik matahari tanpa terhalang apapun karena diagnosa awal sakit kulit ini disebabkan oleh serangga yang mana serangg tersebut bisa saja berasal dari tempat produksi usaha furnitur ayah yang ada di bagian depan rumah. Dan pekerjaan cuci-jemur saat itu menjadi sangat melelahkan.

Kalau difikir-fikir, Kafa sering garuk-garuk di area yang sakit juga bukan kafa yang salah, karena memang itu yang Kafa rasakan saat itu, gatal dan reflek ingin menggaruk jadinya penyakit pun cepat menyebar. Yah, kalau difikir-fikir lagi itu semua juga ada andil kesalahan dari kebodohan Ayah Ibu yang minim pengetahuan dan minim pengalaman. Tapi dari kejadian ini, setelah pindah rumah sakit dan sembuh, akhirnya Ayah Ibu tahu bahwa Kafa memiliki (bawaan) alergi (walau masih belum tahu alergi apa) yang bisa membuat kulit Kafa menjadi sangat sensitif. Ibu jadi ingat waktu Kafa masih newborn juga Kafa pernah ruam popok padahal belum ada seminggu, dan parahnya kena ruam asi juga, jadi ya bruntusan dimana-mana. Sedih hati ibu kalau ingat itu. Tetapi alhamdulillah, treatment kali ini ada perubahan yg signifikan, kulit Kafa kembali seperti kulit bayi, mulus & kenyal. Alhamdulillah, semoga proses penyembuhan ini berjalan dengan cepat dan tuntas. No more sick and no more cry!

Apalagi karena kemarin salah diagnosis, Kafa sempat sembelit hampir seminggu. Waktu itu ibu bingung, kok cuma pipis tapi gak pernah pup, pipisnya juga kaya jarang (dehidrasi), akhirnya ayah dan ibu memutuskan untuk membawa Kafa ke mbah Dana (simbah legendaris yang terkenal dengan pijat bayinya). Gak lama setelah dipijat mbah Dana, akhirnya Kafa bisa pup lagi. Setelah beberapa bulan kemudian, dan ada kejadian booming seorang ART memberikan obat C*** kepada anak majikannya agar ia bisa tertidur pulas sehingga ART tersebut bisa mengerjakan pekerjaan rumah lebih banyak agar dipuji majikannya. Ternyata efek obat tersebut membuat anak tertidur pulas dan dehidrasi (dapat dicek dari kuantitas frekuensi buang air kecilnya). Dan ternyata obat tersebut adalah obat yang sama yang pernah membuat Kafa dehidrasi. Huhu, tau berita itu, ibu tidak bisa berkata apa-apa, memang kalau sudah naluri, bahkan dengan seorang provider kesehatan pun mending difikirkan berkali-kali deh jangan asal diagnosis.

Perkembangan bulan ini Kafa sudah semakin sering babling, semakin sering senyum, dan sudah bisa tummy time sendiri. Kosakata yang sering kafa ucapkan ada: eeee eeee eee, neee neeee neeeen, nggeeeeeh ngeeeeeh. Seringnya kafa mengucapkan kata-kata tersebut ketika mau makan atau mau pup atau lagi main. Walau kafa lagi masa harus banyak bersabar karena sedang sakit, tapi kafa hebat karena bb dan tb kafa selalu meningkat setiap bulannya.

Waktu kafa sakit juga ibu sering bertanya, kafa maunya apaaaa, nanti ibu kasih (walaupun yah namanya juga masih bayi, mana bisa jawab dia maunya apa), tapi ibu melihat sekarang kafa senang sekali dengan yang namanya sesi mandi, alias main air keciprat ciprat nendang air pakai kaki dan tangannya, jadi kalau kafa sembuh mau ibu ajak renang alias Baby Spa. Ngomong-ngomong soal mandi, selama ini sejak kepulangan kafa dari jakarta sampai 4 bulan ini, kafa selalu mandi (alias dimandiin) bareng ayah dan ibu. Karena ibu gak kuat mbopong kafa sendirian apalagi licin karena sabun, takut menculat (bahasane *LOL). Tapi justru ibu bersyukur, karena sesi mandi ini jadi momen romantis dimana ayah ibu dan kafa bisa family time buat ngobrolin apa aja pas mandiin kafa.

Memori ingatan ibu terbatas. Cepat atau lambat ibu akan menua kemudian menjadi pelupa. Dengan menulis kejadian-kejadian hari ini, ibu akan selalu mengingatnya. Mungkin ibu akan menulis masa perkembangan kafa sampai 1000 hari pertama dalam kehidupan kafa

Selamat dan semangat naik ke bulan berikutnya ya nak! Ayah ibu cinta kafa dan selalu mengiringi perjalanan kafa.

Surat Cinta Kelima

Alhamdulillah fa, ga terasa kafabillah anak sulung ibu sudah lima bulan di awal bulan Ramadhan tahun ini. Tadi malam sholat tarawih perdana dan sahur pertama di pagi ini. Banyak yang berubah pastinya. Dulu ibu sholat tarawih hati-hati karena ada kafa di rahim ibu. Sekarang kafa rolling crawl di sejadah ibu. Dulu sahur pertama ibu selain menu sahur yg disediakan yangti, ibu juga minum degan hijau untuk meminimalisir mual (karena kehamilan) biar ibu bisa kuat berpuasa (sahur-sahur selanjutnya sih gak ada degan ijo). Sekarang ibu sahur sambil tangan kanan makan dan tangan kiri menggendong kafa yang ikutan sahur juga.

Ibu jadi keinget, tahun lalu ibu masih mengandung kafa pas masuk bulan Ramadan. Usia kandungan saat itu kurang lebih 3-4 bulan. Ibu masih mengalami yang namanya mual muntah dan tenggorokan terasa terbakar ketika sahur ataupun saat berbuka puasa dengan menu yang tingkat kolestrol jahatnya tinggi (alias berminyak), jadi malas makan pun pasti ada. Apalagi ibu sempat melakukan perjalanan jauh PP Magelang-Jakarta, kemudian lanjut PP Magelang-Trenggalek. Tapi karena Yangti (nenek kafa dari Jakarta) meneguhkan keyakinan hati ibu untuk berpuasa di bulan Ramadan, sampai lah ibu 1 bulan full berpuasa. Kata yangti, “dulu kalau ibu mengandung dan bertemu bulan Ramadan, ibu pasti berpuasa”.

Suatu hari nanti jika kafa sudah dewasa dan pada waktunya memiliki pasangan yang sedang hamil (huhu, mendadak sedih) sampaikan salam ibu untuk memastikan hal-hal ini ya:

1. Karena ada keringanan (rukhsoh), maka puasa menjadi pertimbangan keyakinan pribadi, tetapi yang perlu diketahui adalah jika ada tekad, maka bertawakkal lah kepada Allah. Faidza ‘azamta fatawakkal ‘alallah
2. Walaupun bertekad kuat, tetapi harus memperhatikan kondisi kesehatan ibu dan janinnya
3. Mengonsumsi makanan dan minuman yang halal, sehat dan bergizi baik. Menu andalan ibu biar kuat puasa sih buah kurma, sisanya seadanya rezeki hari itu :)
4. Ubah pola makan menjadi sahur, setelah maghrib dan setelah tarawih atau sebelum tidur
5. Menghemat energi selama berpuasa, kalau ibu sih seringnya kalau gak kemana-mana tidur dari habis sahur sampai menjelang dzuhur. Dulu ibu sempet ditegur sama Uti, tapi ibu bilang aja bawaan bayi (tapi bener kan kafa anaknya suka bobo? Hehe Candaaaa *LOL)

Perkembangan kafa sebulan terakhir ini: setelah kafa bisa tengkurep, gak lama kafa bisa bergulung-gulung dan berputar/menyeret badan untuk berpindah tempat. Genggaman kafa juga semakin kuat, sering kali ayah ibu kena cubit atau grawut. Kafa juga mulai menunjukkan minat untuk memakan seperti mengunyah, menggigit dan ada tatapan ingin makan juga kalau melihat orang makan, jadi ibu beri kafa teether. Sementara itu saja dulu ya nak sampai usia kafa cukup bulan untuk makan pendamping ASI. Sebagai orang tua, pasti ingin memberikan yang terbaik yang bisa diupayakan saat itu, maka ibu pun begitu. Ibu ingin memaksimalkan anugerah yang sudah Allah berikan untuk ibu berikan kembali kepada kafa sesuai dengan yang seharusnya selama masih tercukupi.

Semangat ya sayang untuk bulan berikutnya! Bulan depan kafa sudah boleh makan, yey! Jadi harus makin sehat, sholih, cerdas, ceria dan bahagia ya. Peluk cium dari ayah dan ibu yang menyayangi kafa dengan segenap hati, fikiran, tenaga, dan air mata.

Surat Cinta Keenam

Alhamdulillah, sampai di surat cinta yang ke-6, artinya kafa sudah lulus ujian full ASI dan memasuki gerbang MPASI. Tentu ada banyak drama selama full mengasihi, tetapi niat dan keyakinan ibu lebih banyak daripada kesulitan-kesulitan yang ibu alami. Selama sebulan lalu Kafa menjalani hari-hari seperti biasanya, bedanya yaitu bertepatan dengan momen bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Jadi selama Ibu berpuasa lebih banyak tidur siang hari bareng Ibu.

Kali ini Ibu mau bercerita tentang keseharian Ayah dan Ibu dalam mengurus Kafa. Awalnya kami merasa waktu habis begitu saja untuk mengurus Kafa. Banyak sekali jadwal yang berantakan diawal menjadi millenial parents baik untuk bekerja maupun aktivitas sosial lainnya. Time flies dan kami pun akhirnya terbiasa.

Dimulai dari pagi hari maksimal jam sembilan pagi Kafa sudah harus berjemur dan mandi pagi. Mandi paginya bareng Ayah Ibu sambil ngobrol ngalor ngidul kadang nyanyi lagu doraemon kadang curhat. Habis mandi dan sunbathing time, ayah kerja sampai sore dan kafa sama Ibu. Kadang istirahat dzuhur kalau kafa bangun, sambil istirahat ayah main sama kafa. Kalau sudah waktunya tutup toko nanti kafa mandi lagi sama ayah dan ibu terus kalau sudah kenyang biasanya tidur. Paling bangun kalau ngerasa clodi penuh atau merasa empengnya hilang. Well, pagi pun datang kembali. Seringnya seperti itu, tapi kadang-kadang juga gak memungkinkan jadi kadang rutinitasnya mengikuti sikon.

Yap! Selama tiga bulan terakhir memang Kafa lebih banyak menggunakan popok reusable atau clodi daripada popok sekali pakai (pospak). Tujuannya banyak, kapan-kapan ibu bikin satu cerita sendiri khusus untuk clodi ya.

Perkembangan kafa selama sebulan: merangkaknya semakin jago walaupun lebih rajin merangkak jalan dikasur daripada dilantai. diakhir-akhir menuju enam bulan Kafa sudah mulai berusaha duduk dan kakinya sudah njejek kalau berdiri. Lima kali jatuh dari kasur karena bergulung-gulung ria. Naik pesawat perdana buat mudik ke Samarinda dan 85% gak cranky.

Sehat selalu ya anak Ibu calon muridnya Habib Umar, calon Imam Besar Masjidil Harom, aamiin. Semangat untuk naik bulan berikutnya. Ayah Ibu selalu cinta Kafa.

Terima kasih sudah berkunjung, silahkan tinggalkan jejak terbaik di kolom komentar :)