SURAT CINTA 101112 UNTUK KAFABILLAH

Muhammad Kafabillah Amary
Doc. Pribadi

Surat Cinta Ke Sepuluh


Selamat sayangnya ibu, akhirnya bulan ini bisa berlalu dengan tetap banyak ke-hectic-an Ibu. Maaf ya sayang, namanya juga pertama kali menyandang gelar dan pekerjaan sebagai orang tua yang tidak ada preschool atau kursus ataupun les dan sejenisnya. Praktiknya ya langsung pas hari pertama jadi orang tua *LOL

Selama sebulan ini, setelah selesai dari perjastipan BBW, entah kenapa tiba-tiba Kafa mogok makan. Dibuatin mpasi homemade, geleng-geleng. Dibuatin mpasi instan juga geleng-geleng. Ibu bingung pastinya. Selama beberapa hari Kafa mogok makan, akhirnya ibu pasrah, ya sudah kalau memang maunya direct breast feeding (dbf) aja ibu ikhlas, itu yang ibu ucapkan dalam hati kala itu. Ada sekitar tiga hari Kafa tidak mau makan sama sekali sampai badannya mulai terlihat ramping tidak seperti biasanya. Begitu juga ketika digendong, lebih ringan daripada sebelumnya.

Tentu Ibu dan Ayah khawatir, karena memang Kafa sempat batuk pilek menjelang perhelatan BBW selesai. Sayangnya, dari tanggal 10 Agustusan sampai hampir mau terhitung dua bulan kok ditunggu-tunggu belum sembuh-sembuh. Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke dokter.

Sebenarnya Kami sudah paham bahwa batuk pilek pada bayi dapat bisa sembuh dengan sendirinya, Kafa juga biasanya kalau batuk pilek jarang sekali ibu beri obat, cukup dengan dbf plus skin to skin lebih sering dan berjemur dipagi hari pun sudah sembuh. Tetapi sudah melakukan hal yang sama kok belum sembuh, ditambah selain itu tiba-tiba setiap malam Kafa selalu rewel karena suhu badan meningkat. Lengkap sudah kekhawatiran Ayah dan Ibu. Akhirnya kami pergi ke dokter anak, tetapi dokter tersebut menyarankan untuk pergi ke dokter spesialis THT.

Saat kami konsul, kami juga sempat menanyakan perihal Kafa yang beberapa hari tidak mau makan. Bahkan setiap bertemu dengan sendok langsung mingkem kem kem tidak mangap seperti saat main yang maunya memakan semua mainan. Selain mingkem, Kafa juga sudah bisa menggelengkan kepala jika tidak mau makan. Dokter bilang, ibunya harus lebih kreatif, kalau masak untuk anak, jangan lupa untuk dicicipi. Kalau ibunya saja tidak suka, ya jangan dikasih ke anaknya. Diberi garam gula secukupnya pun diperbolehkan untuk menambah wawasan indra perasa anak.

Setelah konsul yang pertama masih juga tidak membuahkan hasil yang baik, akhirnya kami memutuskan pindah tempat periksa, provider kali ini meminta Kafa untuk dinebu agar bisa membantu mengurangi dahak pada tenggorokannya yang mana batuk pileknya juga belum sembuh. Tetapi ternyata me-nebu anak tidak semudah itu. Kafa tidak mau dan memberontak. Meski proses nebu tetap dijalankan sampai selesai, tetapi ibu merasa sepertinya treatment ini tidak menghasilkan perubahan yang sesuai dengan harapan mengingat saat dinebu Kafa terus menangis.

Melihat Kafa semakin ringan dan terlihat sekali penyusutan pada berat badannya, akhirnya Ayah dan Ibu memutuskan sekali lagi kami pindah dan pergi ke dokter spesialis THT. Saat diresepi dokter untuk menebus obat C***, ibu langsung konsul kepada dokter tersebut, ibu bilang Kafa pernah diminta meminum obat itu dengan dosis yang sama (1ml) dan selama seminggu tidak bisa pup. Akhirnya dokter tersebut mengganti dosis menjadi 0,1 ml. Alhamdulillah, selang 5 hari kemudian Kafa pun sembuh (dan pupnya tetap lancar).

Mengejutkan lagi, demam-demam yang Kafa alami setiap malam ternyata salah satu tanda bahwa akan ada gigi yang tumbuh. Alhamdulillah, selama sebulan ini gigi Kafa yang tumbuh secara sempurna sudah empat gigi. Meskipun jelas setelah itu menyusui rasanya lebih menegangkan karena pasti ada hadiah gigitan sengaja dari Kafa.

Uniknya lagi, setelah akhirnya beberapa hari Kafa mogok makan dan hanya mau minum ASI, akhirnya ketika kumpulan keluarga, Kafa memutuskan untuk menghentikan mogok makan dan mau makan satu pukis sampai habis. Disana ibu terkejut dan bahagia sekali. Ibu pun mulai berfikir, jangan-jangan ini pertanda naik tekstur. Viola! Sehabis kejadian ini, nafsu makan Kafa kembali dan Kafa mau makan apa saja, sayur bening sawi mau, ayam opor mau, bakso mau, kentang goreng mau, telur asin mau, ikan bandeng mau, telur (ceplok atau dadar) mau. Yang terpenting apa? Menunya tidak dalam bentuk bubur. Kalau dalam bentuk bubur, Kafa langsung mengelengkan kepalanya. Masya Allah tabarokallah... Memang setiap anak ini diciptakan sudah dengan seistimewa itu. Alhamdulillah nya lagi pupnya lancar. Dan dibulan ini, Kafa yang sempat turun berat badannya, alhamdulillah berat badannya kembali meningkat walaupun tinggi badannya belum ada perubahan, tapi gak apa-apa, insya Allah perkembangan Kafa tetap optimal.

Setelah kejadian ini, akhirnya seiring peningkatan tekstur mpasi pada Kafa, ternyata hal tersebut juga meningkatkan kosakata babling Kafa yang semakin bervariasi. Perkembangan Kafa bulan ini masih sama seperti bulan sebelumnya, masih pada babling-babling dan tentunya latihan berdiri yang masih lebih didominasi dengan rambatan dan merangkak. But it's okey. Mudah-mudahan naik bulan berikutnya Kafa latihan yang Kafa lakukan ada perubahan yang signifikan. Aamiin...


Surat Cinta Ke Sebelas

Surat kali ini ibu tulis sedikit-demi sedikit, karena akhir-akhir ini ibu kesulitan membuka laptop. Setiap ibu membuka laptop, Kafa selalu menghampiri. Atau baru saja ibu akan menulis, Kafa kemudian terbangun dari tidur dan akhirnya lagi-lagi ibu tidak bisa melanjutkan niat ibu. Apalagi bulan ini hp ibu yang LCD -nya terluka parah, akhirnya mati juga, tidak bisa terbaca sama sekali apapun yang ada di layar hanya hitam yang terlihat. :D

Bulan ini juga sama seperti dua bulan sebelumnya, ibu harus mengejar target ujian di tempat Bude Lina karena ya memang harus ibu kerjakan, daripada terus-menerus tertunda dan ditunda oleh ibu, kan gak baik juga. Selain itu karena ibu dan ayah akhirnya memutuskan untuk berbelok kepada haluan lain untuk takdir keluarga kecil kita, akhirnya ibu dan ayah sama-sama harus menyelesaikan pekerjaan yang harus kami selesaikan ditengah-tengah mengurus Kafa.

Sedihnya, saat sedang berkejaran dengan waktu. Mungkin karena kelelahan juga, sistem kekebelan tubuh ibu menurun, akhirnya ibu terkena gejala tipes. Hampir selama seminggu ibu merasa pusing dan demam. Setelah cek darah, meski semuanya dinyatakan normal oleh dokter, namun ada satu yang memang menunjukkan adanya bakteri Salmonela T. pada darah ibu. Selang beberapa hari setelah berobat, akhirnya ibu sembuh juga.

Saat ibu sakit kemarin, ada momen tersedih dimana saat itu Kafa mengantuk dan ingin menyusu, tetapi karena ibu sedang sakit, entah kenapa ASI terasa seret, Kafa pun merasa tidak nyaman ketika DBF karena seperti tidak ada yang keluar. Akhirnya setelah digendong oleh ayah dan diberi minum air putih, baru lah Kafa bisa tertidur.

Perkembangan Kafa sebulan ini, meski belum tumbuh dengan sempurna (dua gigi masih mungil-mungil), gigi kafa bulan ini sudah ada 6 gigi. 4 di atas dan 2 di rahang bawah. Kemudian Kafa juga sudah semakin suka memanjat. Apa saja yang bisa dipanjat, pasti Kafa panjat, seperti meja untuk mengaji atau meja laptop contohnya. Kafa juga sudah bisa tepuk tangan dan bermain capcipcup kembang kuncup. Sebenarnya Kafa sudah bisa berdiri, hanya saja ia masih suka merangkak dan merambat. Ibu kadang bingung cara menstimulusnya bagaimana agar Kafa pada akhirnya memutuskan untuk berani berdiri sendiri. Apalagi kalau sedang ingin dimanja, Kafa pasti mencari ayah karena ayah yang sering menggendong kafa.

Untuk babling Kafa sudah mulai bisa memanggil orang yang sering ia temui, seperti ayah dan ibunya. Hanya saja, entah kenapa baik ayah atau ibunya ia panggil semuanya dengan sebutan "ayah" *LOL. Sebuah ironi untuk seorang ibu. Tapi yah mau bagaimana lagi? *LOL. Kafa juga sudah semakin baik ngocehnya, sudah ada kata Ba, Ma, Ta, Ca, hmmmm... apalagi yah. Yah pokoknya lebih banyak daripada bulan sebelumnya.

Makanan yang Kafa makan masih mpasi instan atau menu yang ayah dan ibu makan. Kafa juga memakan menu yang kami makan tidak disaring-saring lagi karena anaknya maunya sama seperti yang kami makan *LOL (jangan ditiru). Oleh karena itu, ibu benar-benar menyuapi Kafa dengan takaran semini mungkin agar Kafa bisa melumatnya dengan baik. Biasanya Kafa lebih sering menghabiskan menu yang ayah ibu makan daripada mpasi instan. Tetapi ibu tetap menyediakan mpasi instan untuk menu makan Kafa. Yah selang seling saja agar nutrisi kafa tercukupi dan pertumbuhan Kafa optimal. Aamiin. Bulan ini Kafa belum ditimbang, tetapi alhamdulillah tinggi badan Kafa ada peningkatan dari bulan sebelumnya.

Kafa saat ini sangat senang dengan buku, entah itu boardbook, finger book, ataupun buku bantal. Kafa sudah mulai bisa membuka-buka dan menunjukan rasa tertarik pada suatu gambar dalam sebuah buku. Kafa juga akhir-akhir ini sangat suka bermain dengan hal terpenting di dalam unsur per-DBF-an. Kadang Kafa ajak bicara, kadang hanya dilihat saja, kadang juga dibuat mainan *LOL. Memang bayi tu unik. Subhanallah...

Sehat selalu ya nak, mudah-mudahan Ibu dan ayah bisa menjadi orang tua yang terbaik untuk Kafa, dan kafa bangga memiliki orang tua seperti kami. Aamiin.

Sampai sini dulu ya cerita bulan ini, semangat tambah bulan anak sholih Ibu.


SURAT CINTA 789 UNTUK KAFABILLAH

Muhammad Kafabillah Amary
Doc. Pribadi

Surat Cinta Ketujuh

Sebulan kemarin secara gak disengaja jadi ajang pengenalan alat transportasi ke Kafa karena mudik terusan dari Samarinda lanjut ke Jakarta plus ziarah awlia dan holiday di Bali. Naik pesawat alhamdulillah masih aman setiap mau terbang dan mendarat selalu ditutup telinganya. Naik MRT aman banget soalnya udah malem masih sepi juga jadi anaknya anteng. Naik kapal laut alhamdulillah anaknya gak mabok laut. Naik bus sepanjang ziarah alhamdulillah gak cranky, cranky cuma pas perjalanan pulang dari Terminal Bawen ke Magelang karena dapet tempat duduk pas ban jadi anaknya pas ngantuk tapi gak dapet posisi enak akhirnya cranky dan emaknya harus ngegendong sambil berdiri di bis gak lama tidur deh. Naik motor laki pas mau ke makam Sunan Muria kata ayahnya enjoy banget ngeliat pemandangan sambil ngemutin jepit carrier baby padahal jalan berliku dan nanjak abis. Naik perahu dayung takut apalagi pas ada serangan ombak karena ibunya juga takut sih aslinya walaupun masih di bibir pantai. Tapi pas naik becak, hmmm pegangan kenceng karena abang becaknya ngebut.

Akhirnya Kafa mengalami separation anxiety juga, dimana Kafa gak mau lepas dari ibu. Kejadiannya diawali pas perjalanan ke Bali, dalam perjalanan mau gak mau Kafa harus tidur sambil digendong, tapi setiap mau gantian ngegendong sama ayahnya pasti Kafa bangun dan nangis nangis seakan bilang aku maunya sama ibu, dan itu berulang kali. Setelah itu sampai sekarang anaknya sudah mulai suzeh untuk ditinggal apalagi ditinggal emaknya.



Dan selama sebulan pertama masa MPASI Kafa juga penuh lika liku karena dari awal waktunya MPASI kafa sudah dalam perjalanan gak di Magelang lagi, akhirnya menu pertama adalah cerelac varian Bananalicious tapi anaknya kurang begitu suka, dikasih pisang juga sama, ternyata setelah pemberian pisang yg kesekian, Kafa sukanya pisang sunprime (or sunpride?) (emak lupa nama merknya). Karena cerelac gak suka, Kafa dibelikan ayah biskuit milna rasa original (gandum-ganduman) yang dilembutkan dan anaknya suka, padahal tadinya mau beli promina cemilan mpasi tapi ayahnya salah beli. Setelah milna habis, akhirnya ikut makan bubur organik instannya mas asif dan alhamdulillah anaknya suka. Tiap habis langsung mangap sampai makin padet badannya (sampai pada nyuruh diet).

Pas ke Jakarta makan bubur milna rasa ati dan bayam (masih mpasi instan) well anaknya suka tapi B aja. Gak yang langsung mangap tiap habis gitu. Sempet dikasih bubur Bang Jangkung pakai Kaldu dan anaknya gak doyan (yang ngabisin malah ayah ibunya soalnya enak). Dan selama perjalanan ziarah makanan mpasinya biskuit sun (rasa original) yang dilumat karena pasti anaknya mau tapi ternyata perjalanan bikin anaknya kadang mau makan kadang enggak, tapi DBF mah udah pasti mau. Akhirnya tanpa diet diet badannya mulai menciut. Buah yg kafa makan selama sebulan ini: Pisang, Buah Naga, Jambu, Jeruk, Alpukat, Kelengkeng, Anggur.

Akhirnya setelah di rumah, mpasi kafa berubah jadi mpasi homemade by ibu. Awalnya ibu masak pakai slow cooker tapi makin kesini ibu cukup masak dengan rebus dan blender aja.

Menu yang ibu buat ibu usahain 4 kuadran dengan varian: Nasi + sup brokoli + ayam, Nasi + sup wortel/brokoli+ telur puyuh, Nasi + sup brokoli + tempe telur puyuh, Nasi + jagung kacang panjang + telur puyuh. Ternyata senanonano itu ya mpasi, masak dengan senang berharap anak lahap nyantapnya tapi apalah daya kadang diterima tapi banyak ditolaknya, yhaaa namanya juga usaha. Usahanya juga ada aja, kadang gantian nyuapin sama ayahnya, kadang mesti dialihin dulu sama benda atau makanan lain biar mangap, kadang putus asa akhirnya DBF-in aja. Cemilan Kafa: Kerupuk, Promina varian rasa sweet potatoes dan banana.

Perkembangan kafa bulan ini: Karena lebih banyak digendongnya daripada ngegoler ngegeletak di lantai atau kasur selama sebulan, jadi Kafa masih harus lebih rajin merangkak walaupun udah kepengen banget berdiri. Merangkaknya lebih suka jalan nyamping daripada maju. Bulan ini jatuh 2x dari kasur pas di Samarinda, di rumah Tegalsari 1x, di bis 1x (pas ibu ngantuk banget efek minum obat flu terus tiba-tiba pegangan jadi gak kuat kelepas begitu aja, awalnya anaknya gak nangis kata tante ririn tapi pas ada yang teriak anaknya jadi nangis wkwk maafin ibu ya nak).

Karena kafa sudah bisa duduk, jadi mandiin kafa lebih mudah daripada sebelumnya, ayah ibu bisa mandiin kafa sendiri gak lagi berdua sambil ngobrol ngalor ngidul. Kafa juga sudah bisa meniru mangap seperti mangap alat mulut ikan. 
Jadi ceritanya pagi-pagi tanggal 6/7/19 ibu ngajak kafa lihat ikannya mas qirel, terus kita kasih makan. Nah pas makan, ikannya buka mulut lebar-lebar, kafa ngeliatin terus. Eh udahannya dia jadi buka tutup mulut kaya ikan deh :)

Yang ibu syukuri selama awal MPASI ini adalah keyakinan dan keteguhan ibu atas niat ibu untuk memberikan hak kafa full asi selama 6 bulan. Karena hey karena, sebelum 6 bulan itu gerakan (seolah-olah) ingin memakan apa saja di usia sebelum 6 bulan adalah nyata. Tetapi gerakan tutup mulut saat masa MPASI juga nyata. Dan gerakan buka mulut untuk memasukan mainan atau benda favorit ke dalam mulut anak jugalah nyata. Jadi pertimbangkan lah dengan baik masa 6 bulan ini. Setelah 6 bulan di masa kehidupannya, anak kelak bisa memakan apa saja yang ia sukai sepanjang umurnya, tetapi hanya mengonsumsi asi selama 6 bulan tak akan pernah terulang kembali. (Kecuali jika memang ada keadaan darurat yang mengharuskan anak mengonsumsi selain asi). Kalau cuma karena alasan kasian ngeliat anak tingkahnya udah mau makan tapi belum 6 bulan, hadehhh, mohon maaf, persepsi kita mungkin berbeda :) Correct me if I'm wrong.

Dan karena kafa sudah mulai mpasi alhamdulillah belum pernah sembelit, paling lama 2 hari karena makan telur rebus pas di bis, akhirnya ayah ibu memutuskan memakaikan clodi setelah kafa pup biar cuma ngebersihin pipis aja gak nyuci pup karena fesesnya banyak sekali dan kami lebih waras dan bahagia mengakui kelemahan sebagai imperfect parent daripada berusaha mengejar idealisme dan kesempurnaan padahal tidak ada yang sempurna di dunia ini.

Selamat tambah bulan ya nak, tambah lahap makannya, naik BB dan TB nya optimal begitu juga dengan tumbuh kembangnya. We love you...



Surat Cinta Kedelapan

Halo anak ibu yang semakin ganteng, semakin pinter, semakin banyak polahnyaaa. Alhamdulillah sebulan terakhir ini kafa jatuh dari kasur cuma 1x setelah ibu pasang kasur lantai disebelah springbed. Tapi kalo ngejeledak, ndlosor, dan sejenisnya jangan ditanya yaaa. Soalnya kafa semakin lincah, semakin sering merangkak penasaran sama seisi rumah, rambatan, bahkan manjat. Sebulan terakhir ini juga kafa makannya lebih mudah, sering habisnya daripada enggaknya. Sebelum event bbw ibu masih sering nyiapin mpasi homemade tapi karena ibu buka jastip BBW , jadi untuk menu makan kafa ibu serahkan oleh ahlinya yaitu mpasi instan. Alhamdulillahnya kafa tetap mau makan baik itu mpasi instan atau homemade, karena yang terpenting itu nutrisi kafa tercukupi sehingga pertumbuhan kafa optimal.

Lanjut masih tentang mpasi yaaa. Sebenernya ibu senang membuatkan kafa mpasi homemade walaupun kadang habis kadang engga, tetapi kadang kalau pas keteteran, ibu sampai gak sempat bikin menu buat ayah dan ibu karena terlalu bersemangat menyiapkan mpasi homemade untuk kafa (yang kadang tidak termakan wkwkkw huhu). Jadi untuk meminimisir kelelahan dan memaksimalkan waktu, ibu sampai saat ini cukup menyediakan mpasi terfortivikasi atau instan untuk kafa yang nutrisinya sudah pasti memenuhi kebutuhan bayi sesuai umurnya. Karena mpasi instan untuk bayi berbeda dengan menu makanan instan atau fast food (cepat saji) untuk dewasa.

Selama satu bulan ini juga alhamdulillah perkembangan ngoceh dan njejek kafa pasti ada peningkatan. Babling babling aneh lucu banget, kadang mau ibu bikin video semuanya tapi apalah daya cuma hidup berdua sama ayah (yang mana itu sudah menjadi keputusan kami sebelum menikah), ditambah kadang hp ngehang, udah bikin lama2, eh gak jadi, zonk. Sekarang kafa semakin sulit kalau ditinggal ibu sendirian, walaupun masih tergolong anteng, gak begitu yang benar-benar gak mau lepas dari ibu. Tapi kalau sudah nangis nyari ibu, kafa sudah mulai babling “mbbuuu bhuuuu” dan kalau lagi seneng mau becanda sama ayah, kafa sudah bisa babling “yahhh, ayah”


it’s make out heart melting.

Terus sekarang karena ibu dan ayah sudah bisa mandiin kafa sendiri, jadi kadang kami ganti-gantian, walaupun teteup seringnya ibu pastinya. Cuma yaa kalau sekarang mah enak mandiin kafa gak ribet kaya pas newborn, karena kafa sudah bisa duduk sendiri, bahkan kadang maunya berdiri keluar dari bak mau udahan aja (apalagi kalo pas di guyur, mesti seringnya antara mau ketawa atau mau nangis wkwkwk). Tapi ada ujian selanjutnya, wkwkkw. Karena kafa sudah lincah, jadi kalo habis mandi kaya kejar-kejaran sama kucing, mau ngedandanin kafa buat sampai pakai baju aja harus bergelut ria. Yah begitulah senangnya jadi ibu. Lelah itu pasti, tapi bahagia itu pilihan.

Oiya, yang ngeselinnya lagi sekarang kafa lagi suka banget DBF sambil lirak lirik sana sini klo ada distraksi, gigit gigit ditarik-tarik unsur terpenting dalam DBF, huhu gak bisa diungkapkan. Kalau soal polah dbf dari kecil kafa udah suka dbf sambil jempalitan wes pokoknya. Hmmmm apalagi yaaa, ya segitu dulu lah, soalnya terlalu banyak memori yg ibu kenang, kalau ibu ingat pasti langsung ibu tambahi. Semangat tambah bulan ya naaak, bulan depan kafa sudah harus vaksin campak dan semoga perkembangan kafa semakin josss gandosss. Love you 3000.


Surat Cinta Kesembilan

Kali ini ibu mau menulis cepat saja nak, karena ibu butuh istirahat untuk hari esok. Besok pagi ibu harus mengejar ujian deadline 1/6. Sebenernya surat kali ini dan yang sebelum-sebelumnya akan ibu pindahkan ke blog, tetapi ibu belum sempat karena ibu mesti mengulang materi demi lolos ujian tersebut. Tetapi ibu juga harus menulis sekarang karena ibu takut lupa hal-hal detail yang sudah ibu alami selama sebulan ini sedangkan hari-hari di bulan selanjutnya terus berjalan.

Selama sebulan terakhir kafa semakin sering ngoceh; babling-babling gak jelas, rambatan semakin jago, dan kafa sudah mulai tumbuh gigi, ada 2 yang tumbuh di bulan ini. Tapi karena tumbuh gigi, mendadak kafa jadi malas makan, selalu menolak kalau mulutnya bertemu sendok, makan harus diakali bagaimana caranya biar masuk, kalau sekali dua kali berhasil, yang ketiga dan seterusnya belum tentu juga berhasil karena kafa sudah paham triknya. Tumbuh gigi juga menyebabkan suhu badan kafa sering naik setiap malam dan kafa pun rewel karena suhu badan yang tinggi. Selain itu kafa juga sering menggaruk telinga semenjak mulai tumbuh gigi. Belum lagi habis dari BBW, pilek yang sempat sembuh datang lagi eh malah ketambahan batuk. Huhu


Setiap hari selama kafa gak mau makan ibu sampai pusing sendiri, dimasakin gak dimakan, dibuatin mpasi fortivikasi juga gak dimakan, maunya asi aja. Akhirnya ibu inget cerita Bu Citra seorang tetewgram dengan akunnya @olevelove yg intinya dia pernah menulis bahwa, "anak juga sama seperti orang dewasa, kadang nafsu makan kadang enggak. Dan anak kalau makan itu pasti porsinya secukupnya (anak), gak lebih gak kurang. Kalo pas pengen dikit ya dikit, banyak ya banyak." Jadi setelah itu ibu gak ngoyo juga, yaudahlah selama masih dalam kurva normal di buku panduan ibu dan anak yang warnanya pink (klo aplikasinya namanya primaku), ibu mencoba buat menenangkan hati, insya allah gak kenapa-kenapa dan aman aja, daripada kebawa pikiran sampe pusing kan? 

Tapi emang pas anak gak mau makan tu pusing banget. Ibu jadi sempat berfikir, cobaan buat ibu selama ngurus kafa paling struggle adalah perMPASIan. Lihat anak orang makan kok tinggal mangap, kalo keinget kafa, jamnya makan ayahnya mesti jadi badut biar dia ketawa terus makan, jamnya gak makan semuanya barang mainan segala macem dilahap sama kafa, kalo nonton omar hana mangap pula, kan kezal... tapi ya mau bagaimana lagi?

Setelah sering menonton omar dan hana, kafa sudah mulai bisa joged, hihi. Lucu banget, lagu favoritnya adalah songtheme omar dan hana. Lagu lainnya ya suka tapi lagu utama selalu bisa bikin kafa lebih joged gituuuu. Terus selama sebulan ini kafa kalau pup udah ngerti jongkok, dan kalo mandi udah gak mau duduk di bak, maunya berdiri, padahal mandiin anak bayi sambil berdiri itu degdegannyaaa subhanallah. Berdirinya belum jejeg karena masih pegangan ditambah licin sabun, perfect. Kaya megang belut listrik. Pernah kan akhirnya satu hari kafa pas mandi bareng ayah jatuh sampai berdarah bibir dan gusinya. Tapi ya mau bagaimana lagi? Namanya makin lincah, jatuh mah pasti ada aja, nyusruk apa lagi. Di bulan ini beberapa kali kafa nyusruk sampai bekas lukanya dikira orang yang gak tahu mah pasti mengiranya itu tanda lahir, ya ibu bilang aja habis jatuh. Semoga aja gak berbekas.

Bulan ini meski rasanya berat karena gtm dan kafa sering gak enak badan, demam, mual begah sampe muntahin seprai dan selimut terus (padahal baru ibu cuci akhirnya dicuci lagi), diare, tapi ada satu hal yg akhirnya dibulan ini bisa ibu capai, yap, akhirnya naskah ibu masuk dan ikut diterbitkan di buku Menyongsong Society 5.0. Setelah ini ibu jadi semangat ngerjain kerjaan ibu yang (terbengkalai) lainnya. Prinsip ibu cuma 1 kalau pas ibu ngerjainnya lagi gercep; mumpung ibu masih di usia produktif dan kafa masih kecil. Kadang ibu juga suka berandai-andai, jika boleh ibu mengambil kursus, ibu mau mengambil kursus untuk menambah skill ibu, gak muluk-muluk, soft skill yang ibu sukai tapi ibu gak ahli aja, hehehe...

Terus karena kafa demam dan diare dan beberapa kali mual muntah, jadi ibu mesti tahu biar kafa gak dihedrasi, tapi bingung juga, orang anaknya aja gak mau makan minum apa-apa kecuali asi, akhirnya ibu mengecek dehidrasi atau enggaknya pakai clodi. Di atas 6 jam baru pipis tandanya kafa mengalami dehidrasi. Pas tidur malam sih dari jam 8-4 pagi gak pipis. Tapi pas jam 4 pagi terus setelah itu pipisnya durasinya kurang dari 6 jam lagi. Alhamdulillah...

Selama sebulan terakhir ini ibu memutuskan meminum suplemen kalsium dan alhamdulillah keluhan-keluhan ibu tentang pegal-pegal dan gigi yang semula rasanya linu berkurang drastis. Kafa juga sebulan ini mulai jarang pakai tisu basah karena sekarang kalau kafa pup lebih sering ditatur pakai air (karena ya memang lebih bersih juga secara pupnya juga sudah bukan pup asi lagi soalnya).

Hmmmm apalagi yaa, oiya, kafa juga suka banget main di antara selempitan kasur dan jendela, soalnya kalau main disana kafa kaya bisa berdiri tegak, kocak dah bayi sampai mikir secepat itu idenya. Tapi ya intinya bulan ini buat ibu wow sekali karena disamping mengurus kafa, ibu juga banyak ngerjain hal lain yang sebelumnya sudah pernah ibu kerjakan sebelum ibu menikah. Sudah dulu ya nak surat kali ini. Besok tambahannya ibu catet lagi deh hihi. Semoga tumbuh kembangmu optimal, tambah soleh, sehat, bahagia, bejo mulyo uripe dunia akhirat... jangan buat hati ibu risau ya. Ibu sayang sekali sama kafa.

SURAT CINTA 456 UNTUK KAFABILLAH

Muhammad Kafabillah Amary
Doc. Pribadi

Surat Cinta Keempat

Kadang ibu suka berfikir, katanya kalau anak masih ASIX jarang sakit. Tetapi yang ibu alami tidak seperti "katanya". Menghadapi kenyataan seperti itu, yang Ibu ingat, Ibu harus banyak bersyukur, mungkin memang ini yang harus dijalani. This too shall pass...

Dalam waktu sebulan ini, kalau diingat-ingat rasanya lelah sekali. Kafa sakit kulit. Kalau dihitung-hitung sakit yang sedang Kafa rasakan ini belum sembuh hampir dua bulan lamanya. Awalnya hanya satu dibagian punggung, lama-lama menyebar ke bagian tubuh lainnya dan yang terparah sampai ke wajah. Ibu dan Ayah bolak-balik ke rumah sakit dan harus sabar menunggu hasil dari reaksi obat yang diberikan setiap satu/dua pekan. Bukannya sembuh malah semakin parah. Setelah semakin parah dan Ibu hanya bisa menangis hampir setiap mengasihi Kafa karena gak tega melihat kondisi kulit Kafa yang tadinya mulus mendadak bruntusan terutama di area wajah.

Akhirnya kami mengikuti naluri kami sebagai orang tua, Ibu dan Ayah memutuskan pindah rumah sakit lagi tanpa menunggu sepekan dua pekan. Ibu gak sanggup menangis terus setiap melihat Kafa menahan sakit terlalu lama. Ayah gak sanggup melihat Ibu menangis terus. Jadilah kami meluangkan waktu yang seharusnya buat bekerja atau mengaji, kami harus ke rumah sakit lagi. Ditambah saat periksa oleh provider sebelumnya, kami disarankan untuk melakukan "laundry home service" yang mana apapun yang ada di rumah yang bisa dicuci-jemur harus dicuci dengan air panas dan dijemur di bawah terik matahari tanpa terhalang apapun karena diagnosa awal sakit kulit ini disebabkan oleh serangga yang mana serangg tersebut bisa saja berasal dari tempat produksi usaha furnitur ayah yang ada di bagian depan rumah. Dan pekerjaan cuci-jemur saat itu menjadi sangat melelahkan.

Kalau difikir-fikir, Kafa sering garuk-garuk di area yang sakit juga bukan kafa yang salah, karena memang itu yang Kafa rasakan saat itu, gatal dan reflek ingin menggaruk jadinya penyakit pun cepat menyebar. Yah, kalau difikir-fikir lagi itu semua juga ada andil kesalahan dari kebodohan Ayah Ibu yang minim pengetahuan dan minim pengalaman. Tapi dari kejadian ini, setelah pindah rumah sakit dan sembuh, akhirnya Ayah Ibu tahu bahwa Kafa memiliki (bawaan) alergi (walau masih belum tahu alergi apa) yang bisa membuat kulit Kafa menjadi sangat sensitif. Ibu jadi ingat waktu Kafa masih newborn juga Kafa pernah ruam popok padahal belum ada seminggu, dan parahnya kena ruam asi juga, jadi ya bruntusan dimana-mana. Sedih hati ibu kalau ingat itu. Tetapi alhamdulillah, treatment kali ini ada perubahan yg signifikan, kulit Kafa kembali seperti kulit bayi, mulus & kenyal. Alhamdulillah, semoga proses penyembuhan ini berjalan dengan cepat dan tuntas. No more sick and no more cry!

Apalagi karena kemarin salah diagnosis, Kafa sempat sembelit hampir seminggu. Waktu itu ibu bingung, kok cuma pipis tapi gak pernah pup, pipisnya juga kaya jarang (dehidrasi), akhirnya ayah dan ibu memutuskan untuk membawa Kafa ke mbah Dana (simbah legendaris yang terkenal dengan pijat bayinya). Gak lama setelah dipijat mbah Dana, akhirnya Kafa bisa pup lagi. Setelah beberapa bulan kemudian, dan ada kejadian booming seorang ART memberikan obat C*** kepada anak majikannya agar ia bisa tertidur pulas sehingga ART tersebut bisa mengerjakan pekerjaan rumah lebih banyak agar dipuji majikannya. Ternyata efek obat tersebut membuat anak tertidur pulas dan dehidrasi (dapat dicek dari kuantitas frekuensi buang air kecilnya). Dan ternyata obat tersebut adalah obat yang sama yang pernah membuat Kafa dehidrasi. Huhu, tau berita itu, ibu tidak bisa berkata apa-apa, memang kalau sudah naluri, bahkan dengan seorang provider kesehatan pun mending difikirkan berkali-kali deh jangan asal diagnosis.

Perkembangan bulan ini Kafa sudah semakin sering babling, semakin sering senyum, dan sudah bisa tummy time sendiri. Kosakata yang sering kafa ucapkan ada: eeee eeee eee, neee neeee neeeen, nggeeeeeh ngeeeeeh. Seringnya kafa mengucapkan kata-kata tersebut ketika mau makan atau mau pup atau lagi main. Walau kafa lagi masa harus banyak bersabar karena sedang sakit, tapi kafa hebat karena bb dan tb kafa selalu meningkat setiap bulannya.

Waktu kafa sakit juga ibu sering bertanya, kafa maunya apaaaa, nanti ibu kasih (walaupun yah namanya juga masih bayi, mana bisa jawab dia maunya apa), tapi ibu melihat sekarang kafa senang sekali dengan yang namanya sesi mandi, alias main air keciprat ciprat nendang air pakai kaki dan tangannya, jadi kalau kafa sembuh mau ibu ajak renang alias Baby Spa. Ngomong-ngomong soal mandi, selama ini sejak kepulangan kafa dari jakarta sampai 4 bulan ini, kafa selalu mandi (alias dimandiin) bareng ayah dan ibu. Karena ibu gak kuat mbopong kafa sendirian apalagi licin karena sabun, takut menculat (bahasane *LOL). Tapi justru ibu bersyukur, karena sesi mandi ini jadi momen romantis dimana ayah ibu dan kafa bisa family time buat ngobrolin apa aja pas mandiin kafa.

Memori ingatan ibu terbatas. Cepat atau lambat ibu akan menua kemudian menjadi pelupa. Dengan menulis kejadian-kejadian hari ini, ibu akan selalu mengingatnya. Mungkin ibu akan menulis masa perkembangan kafa sampai 1000 hari pertama dalam kehidupan kafa

Selamat dan semangat naik ke bulan berikutnya ya nak! Ayah ibu cinta kafa dan selalu mengiringi perjalanan kafa.

Surat Cinta Kelima

Alhamdulillah fa, ga terasa kafabillah anak sulung ibu sudah lima bulan di awal bulan Ramadhan tahun ini. Tadi malam sholat tarawih perdana dan sahur pertama di pagi ini. Banyak yang berubah pastinya. Dulu ibu sholat tarawih hati-hati karena ada kafa di rahim ibu. Sekarang kafa rolling crawl di sejadah ibu. Dulu sahur pertama ibu selain menu sahur yg disediakan yangti, ibu juga minum degan hijau untuk meminimalisir mual (karena kehamilan) biar ibu bisa kuat berpuasa (sahur-sahur selanjutnya sih gak ada degan ijo). Sekarang ibu sahur sambil tangan kanan makan dan tangan kiri menggendong kafa yang ikutan sahur juga.

Ibu jadi keinget, tahun lalu ibu masih mengandung kafa pas masuk bulan Ramadan. Usia kandungan saat itu kurang lebih 3-4 bulan. Ibu masih mengalami yang namanya mual muntah dan tenggorokan terasa terbakar ketika sahur ataupun saat berbuka puasa dengan menu yang tingkat kolestrol jahatnya tinggi (alias berminyak), jadi malas makan pun pasti ada. Apalagi ibu sempat melakukan perjalanan jauh PP Magelang-Jakarta, kemudian lanjut PP Magelang-Trenggalek. Tapi karena Yangti (nenek kafa dari Jakarta) meneguhkan keyakinan hati ibu untuk berpuasa di bulan Ramadan, sampai lah ibu 1 bulan full berpuasa. Kata yangti, “dulu kalau ibu mengandung dan bertemu bulan Ramadan, ibu pasti berpuasa”.

Suatu hari nanti jika kafa sudah dewasa dan pada waktunya memiliki pasangan yang sedang hamil (huhu, mendadak sedih) sampaikan salam ibu untuk memastikan hal-hal ini ya:

1. Karena ada keringanan (rukhsoh), maka puasa menjadi pertimbangan keyakinan pribadi, tetapi yang perlu diketahui adalah jika ada tekad, maka bertawakkal lah kepada Allah. Faidza ‘azamta fatawakkal ‘alallah
2. Walaupun bertekad kuat, tetapi harus memperhatikan kondisi kesehatan ibu dan janinnya
3. Mengonsumsi makanan dan minuman yang halal, sehat dan bergizi baik. Menu andalan ibu biar kuat puasa sih buah kurma, sisanya seadanya rezeki hari itu :)
4. Ubah pola makan menjadi sahur, setelah maghrib dan setelah tarawih atau sebelum tidur
5. Menghemat energi selama berpuasa, kalau ibu sih seringnya kalau gak kemana-mana tidur dari habis sahur sampai menjelang dzuhur. Dulu ibu sempet ditegur sama Uti, tapi ibu bilang aja bawaan bayi (tapi bener kan kafa anaknya suka bobo? Hehe Candaaaa *LOL)

Perkembangan kafa sebulan terakhir ini: setelah kafa bisa tengkurep, gak lama kafa bisa bergulung-gulung dan berputar/menyeret badan untuk berpindah tempat. Genggaman kafa juga semakin kuat, sering kali ayah ibu kena cubit atau grawut. Kafa juga mulai menunjukkan minat untuk memakan seperti mengunyah, menggigit dan ada tatapan ingin makan juga kalau melihat orang makan, jadi ibu beri kafa teether. Sementara itu saja dulu ya nak sampai usia kafa cukup bulan untuk makan pendamping ASI. Sebagai orang tua, pasti ingin memberikan yang terbaik yang bisa diupayakan saat itu, maka ibu pun begitu. Ibu ingin memaksimalkan anugerah yang sudah Allah berikan untuk ibu berikan kembali kepada kafa sesuai dengan yang seharusnya selama masih tercukupi.

Semangat ya sayang untuk bulan berikutnya! Bulan depan kafa sudah boleh makan, yey! Jadi harus makin sehat, sholih, cerdas, ceria dan bahagia ya. Peluk cium dari ayah dan ibu yang menyayangi kafa dengan segenap hati, fikiran, tenaga, dan air mata.

Surat Cinta Keenam

Alhamdulillah, sampai di surat cinta yang ke-6, artinya kafa sudah lulus ujian full ASI dan memasuki gerbang MPASI. Tentu ada banyak drama selama full mengasihi, tetapi niat dan keyakinan ibu lebih banyak daripada kesulitan-kesulitan yang ibu alami. Selama sebulan lalu Kafa menjalani hari-hari seperti biasanya, bedanya yaitu bertepatan dengan momen bulan Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri. Jadi selama Ibu berpuasa lebih banyak tidur siang hari bareng Ibu.

Kali ini Ibu mau bercerita tentang keseharian Ayah dan Ibu dalam mengurus Kafa. Awalnya kami merasa waktu habis begitu saja untuk mengurus Kafa. Banyak sekali jadwal yang berantakan diawal menjadi millenial parents baik untuk bekerja maupun aktivitas sosial lainnya. Time flies dan kami pun akhirnya terbiasa.

Dimulai dari pagi hari maksimal jam sembilan pagi Kafa sudah harus berjemur dan mandi pagi. Mandi paginya bareng Ayah Ibu sambil ngobrol ngalor ngidul kadang nyanyi lagu doraemon kadang curhat. Habis mandi dan sunbathing time, ayah kerja sampai sore dan kafa sama Ibu. Kadang istirahat dzuhur kalau kafa bangun, sambil istirahat ayah main sama kafa. Kalau sudah waktunya tutup toko nanti kafa mandi lagi sama ayah dan ibu terus kalau sudah kenyang biasanya tidur. Paling bangun kalau ngerasa clodi penuh atau merasa empengnya hilang. Well, pagi pun datang kembali. Seringnya seperti itu, tapi kadang-kadang juga gak memungkinkan jadi kadang rutinitasnya mengikuti sikon.

Yap! Selama tiga bulan terakhir memang Kafa lebih banyak menggunakan popok reusable atau clodi daripada popok sekali pakai (pospak). Tujuannya banyak, kapan-kapan ibu bikin satu cerita sendiri khusus untuk clodi ya.

Perkembangan kafa selama sebulan: merangkaknya semakin jago walaupun lebih rajin merangkak jalan dikasur daripada dilantai. diakhir-akhir menuju enam bulan Kafa sudah mulai berusaha duduk dan kakinya sudah njejek kalau berdiri. Lima kali jatuh dari kasur karena bergulung-gulung ria. Naik pesawat perdana buat mudik ke Samarinda dan 85% gak cranky.

Sehat selalu ya anak Ibu calon muridnya Habib Umar, calon Imam Besar Masjidil Harom, aamiin. Semangat untuk naik bulan berikutnya. Ayah Ibu selalu cinta Kafa.

Terima kasih sudah berkunjung, silahkan tinggalkan jejak terbaik di kolom komentar :)

SURAT CINTA 123 UNTUK KAFABILLAH

Muhammad Kafabillah Amary
Doc. Pribadi

Setelah memiliki anak, pada akhirnya setiap pasangan suami istri yang akhirnya diberi kesempatan untuk naik level menjadi pasangan ayah ibu tentu memiliki ketertarikan dan minat di dunia parenting. Begitu pula dengan ibu. Hadirnya Kafa sebagai anak pertama kami membuat kami menjadi pasangan orang tua yang akhirnya secara sukarela ibu mendalami ilmu baru agar dapat merawat, mendidik, membantunya agar proses tumbuh kembangnya berlangsung dengan optimal dan nutrisinya tercukupi. Sebagai orang tua baru, akhirnya ibu menyadari bahwa ibu juga manusia biasa, bisa luput dan khilaf. Ibu yang kini menjadi orang tua pun kini mengerti bahwa meski orang tua bisa salah dan salah lagi selama menemani proses tumbuh kembang ini, tetapi sesungguhnya setiap orang tua pasti ingin dan berusaha untuk memberikan apapun yang terbaik yang bisa dilakukan dan bisa diberikan (saat itu).

Susah untuk dijelaskan secara gamblang memang, tetapi lambat laun seorang anak tentu akan mengerti maksudnya, tidak harus setelah ia menjadi orang tua, tetapi biasanya akan lebih paham setelah ia menjadi orang tua.

Karena waktu akan terus berjalan, sedang ingatan memudar, maka akhirnya Ibu memutuskan untuk menuliskan setiap perkembangan Kafa di setiap bulannya. Semoga tulisan ini bisa mengingatkan kembali memori masa kecil Kafa (apabila dikemudian hari Kafa membacanya) dan bermanfaat bagi yang membaca terutama yang membutuhkan :)

Surat Cinta Pertama


Surat cinta untuk anakku.
❤❤❤
Fa, gak kerasa kamu udah sebulan ya. Alhamdulillah pola hidupmu selama sebulan terakhir cukup memudahkan ayah dan ibu: mandi pagi sekitar jam delapan atau sembilan pagi (emang sih buat bayi ini kesiangan, tapi buat ayah ibu yang hampir 24 jam selalu di rumah woles aja lah yah). Kalau sudah bersih dan kenyang, nanti kamu tidur sampai jam dua belas siang, bangun lagi jam tiga sore buat disibin atau dilap. Habis itu tidur lagi sampe jam sembilan malam, terus kebangun lagi jam dua belas malam. Paling rewel-rewelnya rentang jam dua sampai jam tujuh pagi. Terkadang mundur ke jam empat pagi. Pokoknya kamu bangun karena haus, lapar, dan habis pup atau pis aja. Cuma sekali aja Kafa minta ASI terus-menerus ketika baru pulang dari klinik bersalin, dari jam tujuh malam sampai jam 7 pagi Kafa minum ASI nonstop alias benar-benar tidak berhenti sama sekali. Mungkin karena perubahan lingkungan yah, dari di rahim, kemudian tiba-tiba di klinik bersalin dan langsung ke rumah. Selama sebulan ini kamu jarang berjemur karena matahari di depan rumah selalu malu-malu kucing gitu. Maklum, kamu lahir di bulan penghujan, bulan Desember.
❤❤❤
Alhamdulillah pola hidupmu selama itu juga gak bikin ayah ibu kena sindrom baby blues. Kaget sih iya, tapi untung ayah dan ibu selalu diingetin sama kakek dan nenek (ya engkong, ya bunda uti, ya yangti, ya mbahkung) untuk selalu mencoba melebihkan stok sabar. Engkong juga menasehati ibu (pas ibu ngantuk-ngantuk tengah malem harus DBF atau direct breast feeding)...

"karena itulah ada do'a warhamhuma kama robbayani shogiro; dan sayangilah mereka (kedua orangtuaku) sebagai mana mereka menyayangiku di waktu kecil. Waktu kecil ya walau ngantuk-ngantuk, ya dipipisin, dipupin, digumohin tetep diurus sampe kelak tumbuh sebesar yang seharusnya dengan telaten dan tentu dengan stok sabar yang gak pernah ada habisnya".

Sedih karena terharu, habis itu ibu semangat lagi walau pun 1 hari sebelum sebulan hampir 24 jam kamu minta digendong mulu. Tapi tangan ibu rasanya baik-baik aja karena yang ibu fikirin saat itu asal kamu gak gumoh, bisa tidur nyenyak di perjalanan, ga rewel, sehat sampai kembali lagi ke rumah, itu sudah cukup. Semangat buat naik bulan ya nak, we love you ❤❤❤

Surat Cinta Kedua


Fa, ternyata menjadi orang tua itu adalah tentang latihan setiap hari untuk bisa menjadi terlatih dan terbiasa. Salah satu latihan di bulan kedua adalah suka gak suka karena tragedi “udel” akhirnya untuk pertama kalinya Kafa harus bertemu dengan dokter spesialis anak (dsa) sebanyak 3x berturut-turut setiap 5 hari sekali. DSA Pertama Kafa namanya dr. Lie Affendi Kartikahadi. dr. Lie sangat hati-hati memberikan resep obat karena Kafa masih sangat kecil belum ada 2 bulan. Kalau pas check up dan beliau menggendong Kafa dan tiba-tiba Kafa gumoh, pasti beliau tetap santai dan hanya meminta tissu untuk mengelap gumoh yang terkena di tubuh Kafa baru kemudian membersihkan area check up yang terkena gumoh. 
❤❤❤
Beliau juga sangat pro ASI Eksklusif, jadi pas ibu tanya, "boleh gak dok kalau habis minum obat, bayinya minum ASI bukan minum air putih?" beliau jawab boleh. Jadi walau minum obat pun, untuk menetralisir rasa obat Kafa tetap minum ASI setelahnya. Waktu check up yang terakhir (karena dianggap sudah sembuh meskipun belum 100%), (alasan yg aneh) ibu sengaja gak minta foto bareng dokternya (walau dokternya baik dan gak suka nakut-nakutin, tapi ibu berharapnya Kafa sehat selalu jadi gak perlu ketemu dokter Lie di rumah sakit lagi gak kaya dokter di poli MTBS yang bikin Kafa harus ambil darah dan mendiagnosa ibu terkena anemia).
❤❤❤

Dibulan kedua ini Kafa akhirnya di aqiqah (27-01-2019) dan banyak melakukan perjalanan jarak jauh buat seorang bayi yg belum genap empat puluh hari; Jakarta, Bandung, Jogja, Magelang. Tapi alhamdulillah gak rewel. Semangat dan selamat naik bulan ya nak, semoga kamu selalu sehat dan bahagia sehingga tumbuh kembangmu optimal. We love you ❤❤❤

Surat Cinta Ketiga


Fa, ternyata sinar matahari pagi itu sangat banyak manfaatnya buat bayi. Ibu ngobrol sama ibu-ibu milenial, sama dokter, jawabannya sama. Ibaratnya obat, sinar matahari pagi adalah obat dari segala obat untuk bayi selain skin to skin. Buat batuk pilek lah, buat sakit kulit lah. Apa aja lah, makanya Kafa walaupun sudah tiga bulan masih sering berjemur di pagi hari di halaman depan rumah, kadang sama ayah, kadang sama ibu. Tapi seringnya sama ayah, soalnya ibu harus buat sarapan. Gak perlu takut warna kulit jadi berubah ya Fa, gelap atau cerah, Kafa tetap anak Ayah Ibu.


Semoga sehat selalu ya nak dan membahagiakan hati Ayah Ibu, karena melahirkan itu tidak mudah, mengurus anak pun tidak mudah. Tapi Ayah Ibu mencoba memberikan yang terbaik.


Perkembangan Kafa dibulan ini: Kafa udah mulai sering ngoceh dan kalau di bawa ke mushola gak pernah nangis. Durasi melek di siang hari bertambah. Bangun pagi selalu sebelum shubuh. Hari ini ayah ibu trial mandiin Kafa habis sholat shubuh, karena kita juga masih mengutak-atik jadwal biar Ayah Ibu dan Kafa bisa tetap bahagia dan menjalankan aktivitas yang seharusnya. Semangat buat bulan depan ya nak! Sehat, Sholih, Sayang Ayah Ibu. We love you ❤❤❤


Terima kasih sudah membaca, silahkan tinggalkan jejak terbaik kalian di kolom komentar ya :)

TIADA SEKAT DALAM MENYAMPAIKAN ILMU

Santri Masjid al-Mahallie
Doc. Pribadi

Konsep Pendidikan dalam Islam

Pendidikan adalah hak dasar bagi setiap individu baik laki-laki maupun perempuan yang diberikan dalam rangka menumbuhkembangkan jasmani, akal fikiran, dan budi pekertinya dengan dinamis dan sehat agar menjadi warga yang baik dan mampu melaksanakan tugas umum maupun khusus. Dalam pandangan Islam, pendidikan merupakan salah satu upaya penyelamatan api neraka sebagaimana disebutkan dalam al-Qur'an Surah At-Tahrim ayat 6 yang artinya: "Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan".

Disebutkan dalam hadist Nabi Muhammad SAW bahwa pendidikan adalah kewajiban orang tua dan merupakan hak anak sebagaimana Rasulullah SAW bersabda : "Hak anak terhadap orang tua adalah memberinya nama yang baik, akhlak yang mulia, mengajarinya baca tulis, berenang dan memanah. Dan tidak memberinya konsumsi (rejeki) kecuali yang baik dan menikahkannya apabila telah dewasa". Selain itu Rasulullah SAW bersabda, "Semua manusia dilahirkan dalam keadaan fitrah, maka orangtuanya lah yang akan menjadikan anak itu menjadi Yahudi, atau Nasrani, atau Majusi" (HR. Bukhori).

Besar dalam keluarga yang menjunjung tinggi dunia islam dan pesantren, membuat saya dan 5 (lima) saudara saya harus mengikuti ajaran yang dianut oleh kedua orangtua kami. Satu per satu memasuki dunia pesantren ketika masanya tiba. Orangtua kami memilihkan pesantren yang konsentrasinya lebih mengutamakan mendalami ilmu al-Qur'an. Selepas usai masa pendidikan baik formal maupun non-formal, diharapkan dengan pendidikan tersebut kami memiliki kompetensi untuk memiliki peran yang jelas dalam berbagai lapangan kehidupan sesuai dengan bidang yang telah diraih. Terlebih dibelahan bumi mana pun tentu masyarakat meminta pengabdian atas ilmu apapun yang telah tercapai.

Begitu pula yang saya rasakan setelah menyelesaikan studi di kampus dan di pondok pesantren, yang mana saat itu, pengajian dan majelis ta'lim masih eksis meramaikan masjid di lingkungan sekitar rumah.

Meski saya perempuan, namun pengurus masjid menawarkan kesempatan mengajar ilmu al-Qur'an yang selama ini saya geluti untuk diamalkan kepada jama'ah masjid baik kaum bapak-bapak maupun ibu-ibu. Saat itu yang saya fikirkan hanya tentang memanfaatkan ilmu. Saya mencoba untuk mencari jadwal disela-sela aktivitas bekerja yang rutin dilaksanakan setiap minggunya. Jadwal yang tersedia hanya bisa mengisi pengajian kaum bapak-bapak di subuh hari. Saya sempat berfikir lama. Alasannya karena tentu sama seperti di beberapa tempat yang mana masih banyak masyarakat dengan paradigmanya terbilang kolot seperti perempuan hanya mengurus rumah tangga, tabu bagi perempuan mengajarkan kaum adam, dan sejenisnya. Apalagi saat itu kelak yang akan diajarkan adalah ilmu al-Qur'an. Bukan sesuatu yang main-main. Akhirnya saya memberanikan diri sowan atau meminta petunjuk kepada salah seorang pengasuh Pondok Pesantren yang mana di Pesantren tersebut lah saya dididik.

Kesetaraan Pendidikan dalam Islam

Menariknya dari hasil sowan kali itu, jawaban Pakyai sungguh mengingatkan saya, bahwa betapa Islam mengajarkan tentang sebuah kesetaraan, yang membedakan setiap makhluk hanyalah tingkat ketakwaannya. Islam tidak membeda-bedakan antara laki-laki dan perempuan. Sebagai penganut agama Islam, bahkan di dalam al-Qur'an, perempuan dan laki-laki sama-sama diperintahkan untuk saling tolong-menolong di dalam kebaikan dan menjauhi segala sesuatu yang buruk. Sama halnya dalam menuntut ilmu. Islam menyerukan bahwa memperoleh pendidikan harus sejak dini hingga liang lahat, menuntut ilmu bukanlah hak sebagian kaum, siapapun berhak mendapatkan kebaikan dan kemuliaan ilmu, baik pengajar maupun yang diajar.

Tiada sekat dalam menyampaikan ilmu, siapapun berhak. Wejangan Pakyai mengingatkan akan kondisi ketika berada di lingkungan pondok pesantren. Meski sistem pembagian kelas dipisah antara kelas khusus putra maupun sebaliknya, yakni satu kelas berisi para siswi, atau satu kelas berisi para siswa dalam rentang waktu kegiatan belajar mengajar. Namun pengajar tetaplah seorang guru yang kompeten di bidangnya, baik guru laki-laki maupun guru perempuan yang mana seorang Ibu guru tetap diperbolehkan mengajar di kelas putra atau Bapak guru mengajar di kelas putri.

Poin tersebut mengajarkan saya bahwa saat keadaan darurat atau bertemu dengan keterbatasan fasilitas, yang terpenting dalam hal didik-mendidik adalah esensinya. Dimana seorang guru mampu memberikan bimbingan, pendampingan, pengarahan, pelatihan, dan mengevaluasi untuk menetapkan kebijakan yang akan diterapkan dalam proses pembelajaran. Selain itu dari segi sikap, seorang guru harus tegas, bijaksana, penuh perhatian dan kasih sayang, disiplin, bertanggung jawab, rela membantu, berkorban, dan memberikan keteladanan.

Mendapatkan pencerahan tersebut, akhirnya saya memberanikan diri untuk mengamalkan ilmu yang saya dapat. Saya mulai mengajar di kelompok jama'ah bapak-bapak setiap ba'da Shubuh setiap hari Kamis dan Jum'at. Banyak orang lalu lalang dan tidak sedikit yang membicarakan tindakan yang saya lakukan di belakang saya. Tapi semua itu saya anggap angin lalu ketika hasil dari keyakinan saya mulai terlihat. Setiap menjelang sholat atau sebelum mengaji, kaum bapak yang mengikuti pengajian di kelas saya mulai mengumandangkan amalan sholawat, asmaul husna, maupun nadzom-nadzom yang saya dapat selama di pondok pesantren. Semua ilmu itu kini mengumandang dari pengeras suara masjid dan terdengar dari sudut-sudut gang sekitar. Dan kini jadwal kelas atau halaqoh pengajian shubuh tersebut berbuah estafet yang diteruskan oleh adik saya.

Silahkan tinggalkan jejak terbaik di kolom komentar ya :)