LATAR BELAKANG PENDIDIKAN IFFIARAHMAN

Latar Belakang Pendidikan Karimah
Doc. Merdeka.com

Pendidikan Formal:

(2016) D4 Jurusan Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta
Sewaktu duduk di bangku Aliyah, saya tidak pernah terbesit akan kuliah di almamater saya saat ini. Saat itu karena nilai rapot saya cukup dipertimbangkan untuk dipakai mendaftar diberbagai universitas secara cuma-cuma, sedangkan wajar jika saya takut apabila ternyata mendapatkan hasil terburuk yakni tidak lolosnya saya mendaftar di universitas yang saya inginkan (melalui jalur rapot), akhirnya saya mendaftar di beberapa universitas dengan nilai rapot.
Begitu pula saat saya mendaftar di Poltekkes Kemenkes Yogyakarta. Uniknya saat itu saya dinyatakan lolos seleksi baik di Poltekkes maupun di Universitas Brawijaya (UB). Pengumumannya hanya berbeda beberapa hari, tetapi pengumuman yang pertama kali keluar hasilnya ada di Poltekkes, akhirnya ayah saya pun membayarkan biaya uang pangkalnya. Setelah mendaftar, barulah pengumuman SNMPTN keluar dan saya dinyatakan lolos di UB, tetapi karena sudah membayar, maka saya tidak diijinkan oleh orang tua untuk kuliah di UB. Setelah itu, ditengah-tengah kesedihan dan mau tidak mau saya harus tetap berkuliah, tekad saya hanya satu; lulus tepat waktu dan tidak perlu remedial. Ternyata semesta mengamini.

(2012) MA Sunan Pandanaran
Setelah sempat berhenti sekolah selama satu semester dan memutuskan untuk sementara waktu fokus menghafalkan al-Qur'an, akhirnya setelah mendapatkan dawuh dari Pakyai setelah mengaji (saat itu) yang mana saya harus semangat kembali untuk mendaftar sekolah di MASPA, akhirnya saya pun sendiko dawuh memulai kembali kehidupan belajar di pendidikan formal. Meski awalnya agak canggung karena setengah tahun tidak sekolah, tetapi pada akhirnya saya pun bisa mengikuti sistem pembelajaran yang ada.

(2008) SMP Nihayatul Amal
Saya selalu berusaha untuk menuruti kemauan orang tua, sama halnya dengan ketika saya diharuskan melanjutkan pendidikan ke sekolah ini untuk menemani adik saya yang juga mendaftar di sekolah TK nya. Yap, sekolah SMP saya memanglah dinaungi sebuah yayasan pondok pesantren yang menyediakan pendidikan formal dari taman kanak-kanak hingga SMK. Awalnya saya tidak mau, karena saat itu saya ingin melanjutkan pendidikan di Yogyakarta. Tetapi Ibu saya tidak setuju karena saat itu ada salah satu teman saya yang kurang disenangi oleh beliau. Karena tidak mempunyai pilihan dan kekuasaan, saya akhirnya bersekolah dan mondok sambil menjaga adik saya yang juga mondok di usia taman kanak-kanak.

(2005) SDN Sardonoharjo 2
Sebenarnya ketika lulus TK di Jakarta, saya sempat masuk SD di SDN 01 Pagi Tanah Sereal. Hanya saja karena Saya mengikuti kakak-kakak saya yang dipondokkan oleh orang tua kami, akhirnya ketika kelas 3 SD, saya pun pindah sekolah ke SDN Sardonoharjo 2 sampai saya lulus SD.


Pendidikan Non-Formal:


1. Pondok Pesantren Sunan Pandanaran
Pondok ini tentu banyak andil dalam kehidupan saya. Mulai dari kelas 3 SD, kemudian Aliyah 3 Tahun, dan dilanjutkan dengan masa kuliah saya lalui dipondok ini.

2. Pondok Pesantren Nihayatul Amal
Ini adalah almamater saya ketika saya duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama (SMP). Selama 3 tahun saya mondok di sini. Banyak sekali suka duka yang saya lalui dan membentuk bahkan mengubah kepribadian saya sedemikian rupa. Karena saat menulis ini saya mengantuk, kapan-kapan akan saya lanjutkan kembali.

3. Pondok Pesantren Nurul Ummahat
Dipondok ini saya hanya mondok selama enam minggu, hal tersebut dikarenakan lokasi PKL (Praktik Kuliah Lapangan) saya yang terlalu jauh dari asrama saya di PPSPA Komplek 5. Bayangkan saja, saya setiap hari harus ke Puskesmas Pleret di Bantul belum dengan tugas-tugasnya dan masih harus ke kampus juga, sedangkan pondok saya saat itu berada di Sleman, Jalan Kaliurang. akhirnya selama 6 minggu saya mondok di PP Nurul Ummahat. Meski hanya enam minggu, Pondok ini sangat memberikan kesan bagi saya. Santrinya yang ramah dan selow, jadwal mujahadah setiap hari yang ternyata tidak berat kok jika dilakukan setiap hari pun, (almh) Ibunyai As'adah yang baik hati, Bapak yang mengajarkan ngaji kitab boleh sambil bawa laptop, ah pokoknya kapan-kapan saya akan tulis lebih panjang tentang ini :)

4. Pondok Pesantren Dongkelan Krapyak
Akhir tahun 2015 Saya memutuskan untuk menjadi santri pondok pesantren yang diasuh oleh Bu Fatma dan Pak Zaky. Meski hanya 6 bulan saya menyantri disini, namun banyak hal yang merubah kehidupan saya selama saya belajar mengaji disini.

5. Daarul Hasan Islamic Boarding School
Di pondok ini saya mengenal kata Takhasus yang kata tersebut dipakai untuk kelas khusus persiapan masuk Aliyah. Hanya 1 Semester saya di sini, karena pada akhirnya saya diizinkan oleh orang tua saya untuk pindah ke pondok pesantren yang lain. Kapan-kapan juga saya lanjutkan menulisnya, karena saya menulis ulasan ini pukul satu dini hari, pagi buta, dan saya mulai mengantuk,,,

dan tentunya semua orang-orang yang pernah saya temui, meski pelajaran itu kadang menyenangkan, membuat bijak, membuat kesal, menyakitkan, tetapi dari kalian lah saya mendapatkan berbagai macam pelajaran berharga yang tak ternilai harganya, gumawo :)

Silahkan tinggalkan jejak terbaik di kolom komentar ya :) 

0 Comments:

Post a Comment