PEMERIKSAAN COD (CHEMICAL OXYGEN DEMAND)

Budayakan mencantumkan referensi pada daftar pustaka, terima kasih.
            
Pemeriksaan COD
Doc. Rawpixel.com
                      

Laporan (Keenam) Praktikum Kimia Lingkungan 

PEMERIKSAAN COD (Chemical Oxygen Demand)



I.      Hari,Tanggal    : Senin, 26 November 2012
II.     Lokasi              : Laboratorium Kimia
III.    Materi              : Pemeriksaan COD
IV.     Tujuan             : Dapat melakukan pemeriksaan COD
V.      Dasar Teori     :

Chemical Oxygen Dimand (COD) atau kebutuhan oksigen kimia (KOK) yaitu jumlah oksigen (Mg O2) yang dibutuhkan untuk mengoksidasi zat-zat organik yang ada dalam sampel air dimana pengoksidasi  K2Cr2O7 digunakan sebagai sumber oksigen. Angka yang ditunjukkan COD merupakan ukuran bagi pencemar air dari zat-zat organik yang secara alamiah dapat megoksidasi melalui proses mikrobiologis dan dapat juga mengakibatkan berkurangnya oksigen terlarut dalam air. Tes COD dioksidasi oleh larutan K2Cr2O7 dalam keadaan asam yang mendidih. K2Cr2O7 yang tersisa dalam larutan tersebut digunakan untuk menentukan beberapa oksigen yang telah tersisa/terpakai. Sisa K2Cr2O7 ditentukan melalui titrasi dengan ferro amonium sulfat (FAS). Indikator Ferroin yang digunakan akhir titrasi yaitu saat warna hijau-biru larutan menjadi coklat.

VI.     Alat dan Bahan
Alat
1.      Pipet gondok (1) buah
2.      Sendok spatula (1) buah
3.      Tabung reaksi tutup ulir (2) buah
4.      Gelas beaker (1) buah
5.      Gelas ukur (1) buah
6.      Reaktor COD
7.      Labu erlenmeyer 100 ml (2) buah
8.      Statif
9.      Buret asam
10.     Pipet tetes
11.     Corong kaca

Bahan
1.      Aquadest
2.      Sampel
3.      3ml H2SO4
4.      1,00 ml Pro COD 0,25N
5.      FAS 0,1N
6.      Indikator feroin

VII.    Cara Kerja
1.      Disiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan,sebelum digunakan alat-alat dicuci terlebih dahulu.
2.      Mengambil 2 tabungCOD dan diberi label pada tiap tanbung (label BL untuk tabung yang berisi bianko,dan label SP untuk tabung yang berisi sampel).
3.      Mengisi tabung bianko dengan 2ml air aquadest ,ditambah dengan 3ml H2SO4 pro COD,1,00 ml K2Cr2O7 dan sepucuk sendok spatula kecil H2SO4 kristal.
4.      Tabung sampel diisi dengan 2ml air sampel,ditambahkan dengan 3ml H2SO4 pro COD,1,00ml K2Cr2O7 dan sepucuk sendok spatula kecil H2SO4 kristal.
5.      Tutup tabung dan gojok hingga homogen.
6.      Memanaskan kedua tabung di reaktor COD selama 2 jam, lalu dinginkan.
7.      Memindahkan larutan tabung BL dan larutan SP kedalam labu erlenmeyer yang berbeda.
8.      Memberi 10ml aquadest pada setiap tabung untuk membilas.
9.      Menambahkan 1-3 tetes indikator ferroin.
10.     Titrasi dengan FAS 0,1N hingga berubah warna menjadi merah bata/coklat.
11.     Hitung kadar COD dengan cara :
1000/2×(ml titran blanko – ml titrasi sampel)×F.FAS×0,1×BEO2=....Mg/L

VIII.   Hasil Praktikum


Kode
Volume Awal (ml)
Volume Akhir (ml)
Volume Titrasi (ml)
Blanko (BL)
0
3
3
Sampel (SP)
3
5,8
2,8
                Perhitungan Kadar COD
                1000/2×(ml titrasi blanko – ml titrasi sampel)×F.FAS×0,1×BE O2
                = 1000/2 ×(3-2,8)×1×0,1×8
                = 500×0,2×1×0,1×8
                =80 Mg/L O2

IX.     Pembahasan
            Chemical oksigen demand (COD) adalah ukuran kapasitas air untuk mengkonsumsi oksigen selama dekomposisi organik materi dan oksidasi kimia anorganik seperti amonia dan nitrit. COD pengukuran biasanya dilakukan pada sampel air limbah atau perairan alami terkontaminasi oleh limbah domestik atau industri.. Kebutuhan oksigen kimia diukur sebagai laboratorium uji standar di mana air ditutup sampel yang diinkubasi dengan oksidan kimia yang kuat dalam kondisi spesifik suhu dan untuk jangka waktu tertentu waktu . Oksidan yang digunakan umumnya dalam tes COD kalium dikromat (K2Cr2O7) yang digunakan dalam kombinasi dengan didih asam sulfat (H2SO4). Karena oksidan kimia ini tidak spesifik untuk memakan bahan kimia oksigen yang organik atau anorganik, kedua sumber kebutuhan oksigen diukur dalam uji COD.

            Pada prinsipnya pengukuran COD adalah penambahan sejumlah kalium bikromat (K2Cr2O7) sebagai oksidator pada sampel yang telah ditambahkan asam pekat dan katalis perak sulfat, kemudian dipanaskan selama beberapa waktu. Selanjutnya, kelebihan kalium dikromat ditera dengan cara titrasi. Sehingga segala macam bahan organik, baik yang mudah urai maupun yang kompleks dan sulit urai, akan teroksidasi. Dengan demikian kalium bikromat yang terpakai untuk oksidasi bahan organik dalam sampel dapat dihitung dan nilai COD dapat ditentukan. Kelemahannya, senyawa kompleks anorganik yang ada di perairan yang dapat troksidasi ikut dalam reaksi. Sebagian besar zat organis melalui tes COD ini dioksidasi oleh larutan K2Cr2O7 dalam keadaan asam yang mendidih. COD menunjukkan senyawa organik yang tidak dapat didegradasi secara biologis. Kita dapat mengetahui berapa nilai COD yang terkandung pada suatu limbah dan indikasi limbah tersebut berbahaya atau tidak. 


         Arti penting pengetahuan nilai COD dalam pengendalian limbah industri yaitu untuk dapat mengetahui seberapa berbahayanya suatu limbah hasil produksi pada industri. COD mempunyai batasan nilai ambang batasnya agar suatu buangan limbah tersebut yaitu sungai, danau atau laut dalam keadaan baku mutu air. Dengan dapatnya mempelajari nilai COD dalam limbah maka kita dapat menentukan tingkat tinggi rendahnya pencemaran air yang tercampur oleh limbah tersebut. Dengan mengetahui tingkat tinggi rendahnya dapat langsung mengatisipasi berbahayanya limbah tersebut untuk kelangsungan hidup. Nilai COD tinggi mengindikasikan bahwa air tersebut telah tercemar.


        Dalam PP No. 20/1990 pasal pertama angka kedua tentang Pengendalian Pencemaran Air. Pencemaran Air adalah masuknya atau dimasukkannya mahluk hidup, zat, energi dan atau komponen lain ke dalam air oleh kegiaan manusia sehingga kualitas air turun sampai ke tingkat tertentu yang menyebabkan air tidak berfungsi lagi sesuai dengan peruntukannya. Pemerintah lewat PP Nomor 82 Tahun 2001 telah menetapkan baku mutu kualitas air untuk berbagai jenis penggunaan air. Mutu air ditentukan antara lain oleh beberapa sifat fisik air seperti suhu, warna, kekeruhan air dan total dissolved solid (TDS); taraf keudaraan di dalam tubuh air yang diidentifikasi lewat beberapa sifat a.l. dissolved oxygen (DO) dan chemical oxygen demand (COD); taraf kehidupan mikroba air biological oxygen demand (BOD). Nilai COD pada PP No. 82 Tahun 2001 adalah sebesar 25 mg/L. 


           Nilai COD sebesar 25 mg/L merupakan baku mutu air. Baku mutu air adalah ukuran batas atau kadar makhluk hidup, zat, energi, atau komponen yang ada atau harus ada dan atau unsur pencemar yang ditenggang keberadaannya di dalam air. Dengan penentuan nilai COD kadar air tersebut masih dalam keadaan normal dan tidak mengalami suatu pencemaran, jika nilai COD diatas 25 mg/L maka air tersebut mengalami pencemaran. Pada hasil praktikum kali ini, pada sampel limbah cair didapatkan hasil nilai COD 80 mg/L O2 sehingga untuk percobaan kali ini, tingkat pencemaran air sangat tinggi. Tingkat pencemaran yang tinggi akan membahayakan bagi kelangsungan manusia bahkan lingkungan hidup yang disekitarnya. Kehidupan mikroorganisme yang ada di dalam air akan terancam karena kebutuhan oksigen berkurang.

X.      Kesimpulan
          Dari hasil percobaan diperoleh kadar COD sebesar 80 Mg/L O2. Maka berdasarkan baku mutu yang dianjurkan adalah 25 Mg/L untuk nilai COD. Sehingga dapat disimpulkan bahwa air sampel tersebut mengalami pencemaran yang cukup tinggi.

Daftar Pustaka
http://endahss.blogspot.com/-Pemeriksaan-COD
http://e-valen.blogspot.com/Laporan-Praktikum-Pemeriksaan-COD
http://daniar-mustika.blogspot.com/2012/04/analisa-cod-chemical-oxygen-demand.html
Yogyakarta, 26 November 2012
Pembimbing: Naris Dyah P.
Praktikan: Karimah Iffia Rahman, Mia Nandha Sari, Mifta Nurhayati, Septian Randa Gino Prakoso
Nilai: A


Silahkan tinggalkan jejak terbaik di kolom komentar ya readers :)

0 Comments:

Post a Comment