PEMERIKSAAN ZAT ORGANIK

Budayakan mencantumkan referensi pada daftar pustaka, trims.

Laporan (Keempat) Praktikum Kimia Lingkungan

Pemeriksaan Zat Organik

Pemeriksaan Zat Organik
Doc. Rawpixel.com


I. Hari/tanggal  : Senin, 12 November 2012
II. Lokasi          : Laboratorium Kimia
III. Materi        : Pemeriksaan Zat Organik
IV. Tujuan        : Dapat melakukan pemeriksaan zat organik
V. Dasar Teori  :

Zat oraganik adalah zat yang pada umumnya merupakan bagian dari binatang atau tumbuhan dengan komponen utamanya adalah karbon, protein, dan lemak lipid. Zat organik ini mudah sekali mengalami pembusukan oleh bakteri dengan menggunakan oksigen tersebut.

Zat organik (organic matter) dapat di oksidasi oleh KMnO4. Titik akhir titrasi ditunjukkan dengan setetes kelebihan KMnO4 yang akan memberikan kelebihan warna merah muda seulas. Dasar dari metode ilmiah adalah berdasarkan pengoksidasian zat organik dalam air oleh KMnO4 dalam suasana asam dan panas. Banyaknya zat organik dalam sampel setara dengan KMnO4 yang dibutuhkan untuk pengoksidasian itu. Oleh karena itu, pemeriksaan zat organik ini sering juga disebut sebagai angka Permanganat.

Dalam pemeriksaan, metode ini dapat diganggu oleh zat-zat pereduksi lain selain zat organik, antara lain ferra, sulfida, nitrit, dan lain-lain yang mana akan ikut mereduksi KMnO4. Untuk menghindari gangguan tersebut , ion-ion pengganggu itu dihilangkan dengan penambahan KMnO4 0,01N sampai warna merah muda tipis atau rose tipis dalam keadaan dingin dan asam.

VI. Alat dan Bahan
     Alat:
     1 labu erlenmeyer 250ml
     1 gelas ukur 100ml
     1 gelas beaker 100ml
     1 buret asam
     1 statif
     3 batu didih
     1 pipet ukur 10ml
     1 kompor listrik
     1 corong kaca
    Bahan:
    Air sampel (air kran)
   Aquadest
   KMnO4 0,1N
   H2SO4 BZO 4N
   Asam Oksalat 0,01N
   KMnO4 0,01N

VII. Cara Kerja
--> Sterilisasi Labu Erlenmeyer dari Zat Organik
1. Dimasukan 100ml aquadest ke dalam labu erlenmeyer 250ml yang akan dipakai untuk pemeriksaan zat organik, kemudian ditambahkan 3 butir batu didih dan 2,5ml H2SO4 4N bahan organik
2. Ditambahkan larutan KMnO4 0,1N sampai rose tipis
3. Dipanaskan di atas kompor listrik sampai mendidih (sampai batu didih loncat-loncat)
4. Larutan dibuang (batu didih tetap di dalamnya), kemudian labu erlenmeyer dibilas dengan aquadest sampai tidak ada warna rose ipis lagi

--> Pemeriksaan Sampel
1. Dimasukkan 100ml air sampel dengan menggunakan pipet ukur ke dalam labu erlenmeyer yang telah disterilkan
2. Ditambahkan 5ml H2SO4 BZO 4N, kemudian ditetesi larutan KMnO4 0,01 N sampai warna rose tipis stabil
3. Larutan dipanaskan di atas kompor listrik sampai mendidih
4. Apabila warna merah hilang, pemeriksaan diulang kembali dengan mengambil sampel yang diencerkan dengan aquadest
5. Ditambahkan 10ml larutan asam oksalat 0,01N dengan pipet ukur. dipanaskan lagi sampai warna merah rose tipis hilang
6. Dititrasi dengan larutan KMnO4 0,01N sampai warna rose tipis stabil

VIII. Hasil Praktikum (Hasil Titrasi)
Volume awal (ml)
Volume akhir (ml)
Volume titrasi (ml)
20
41,2
21,2
0
21,2
21,2
Jumlah
rerata
42,4
21,2
       Perhitungan:
       Perhitungan Kadar Zat Organik
       = 1000/100 x {[(ml. titrasi + 10ml KMnO4) x F] - [10ml as. oksalat x F]} x 0,01 x BE KMnO4
       = 1000/100 x {[(21,2 + 10) x 1] - [ 10 x 1] x 0,01 x 31,6
       = 1000/100 x (31,2-10) x 0,01 x 31,6
       = 10 x 21,2 x 0,01 x 31,6
       = 66,992 mg/L KMnO4 dibulatkan menjadi 67mg/L KMnO4

IX. Pembahasan
Percobaan ini dilakukan untuk mengetahui kadar zat organik dari air sampel yaitu air kran di Laboratorium Kimia. Kadar zat organik didapat dengan mereaksikan 100ml air sampel dengan 5ml H2SO4 BZO 4N dan beberapa tetes KMnO4 0,01N hingga muncul warna rose tipis kemudian dipanaskan. Setelah mendidih larutan tadi direaksikan lagi dengan 10ml KMnO4 0,01N kemudian dipanaskan lagi hingga mendidih dan ditambahkan 10ml larutan asam oksalat 0,01ml hingga warna larutan berubah dari warna rose tipis menjadi jernih.

Titrasi larutan dengan KMnO4 0,01N, setelah dititrasi 2 kali, diperoleh volume titrasi rata-rata yaitu 21,2ml. Kemudian dimasukkan ke dalam rumus sehingga diperoleh aneka kadar zat organik dalam air sampel tersebut 67 mg/L KMnO4. Dari hasil tersebut, berdasarkan parameter air bersih, dapat diketahui bahwa kadar zat organik dalam air sampel di laboratorium kimia sangat tinggi, yaitu 67mg/L KMnO4. Karena seharusnya, berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 1990 tentang Pengendalian Pencemaran Air, kriteria kualitas air langsung minum, konsentrasi maksimum untuk senyawa khlorophenol saja yang diperbolehkan adalah 0,02mg/L.

X. Kesimpulan
Perhitungan kadar angka zat organik pada air sampel adalah 67mg/L KMnO4.

Daftar Pustaka
http://buku-panduan-praktikum
http://doney's-blogspot.com/2011/zat organik

Yogyakarta, 14 November 2012
Pembimbing: Naris Dyah P.
Praktikan: Karimah Iffia Rahman, Mia Nandha Sari, Mifta Nurhayati, Septian Randa Gino P.

Nilai: A


Silahkan tinggalkan jejak baik pada kolom komentar ya readers :)

0 Comments:

Post a Comment