PEMERIKSAAN TDS DAN TSS

Budayakan mencantumkan referensi pada daftar pustaka, trims.
Pemeriksaan TDS dan TSS
Doc. Rawpixel.com

Laporan (Terakhir) Praktikum Kimia LingkunganPEMERIKSAAN TDS DAN TSS


I.    Hari, tanggal      : Rabu, 19 Desember 2012
II.   Lokasi               : Laboratorium Kimia
III.  Materi               : Pemeriksaan TDS dan TSS
IV.  Tujuan               : Mahasiswa dapat melakukan pemeriksaan TDS dan TSS
V.   Dasar teori         :
     Residu total adalah istilah yang digunakan untuk menyatakan material yang tertinggal dalam cawan setelah penguapan suatu sampel dan dilanjutkan dengan pengeringan dalam oven pada suhu tertentu. Total residu meliputi residu tidak lolos saring yaitu bagian yang tertahan oleh saringan (zat tersuspensi) dan residu lolos saringan adalah bagian yang dapat melewati sarigan (atau disebut zat terlarut). Sifat-sifat kimia dan fisik dari materi dalam suspensi, besarnya ukuran lubang dari saringan, luas dan ketebalan saringan, jumlah serta keadaan fisik material yang terendap adalah hal yang perlu diperhatikan dalam pemeriksaan TDS dan TSS.
Uji TSS (Total suspended Solid) merupakan suatu cara untuk menguji kadar total padatan terlarut dalam suatu bahan makanan. Bahan makanan yang dicuci terlalu lama akan menyebabkan hilangnya kandungan gizi dalam jumlah banyak, selain itu pemanasan yang terlalu lama juga dapat menyebabkan hilangnya kandungan gizi dalam bahan makanan tersebut.Larutan adalah campuran homogen yang terdiri dari dua atau lebih zat. Zat yang jumlahnya lebih sedikit di dalam larutan disebut (zat) terlarut atau solute, sedangkan zat yang jumlahnya lebih banyak dari pada zat-zat lain dalam larutan disebut pelarut atau solven.

Material tersuspensi mempunyai efek yang kurang baik terhadap kualitas badan air karena dapat menyebabkan menurunkan kejernihan air dan dapat mempengaruhi kemampuan ikan untuk melihat dan menangkap makanan serta menghalangi sinar matahari masuk ke dalam air. Endapan tersuspensi dapat juga menyumbat insang ikan, mencegah telur berkembang. Ketika suspended solid tenang di dasar badan air, dapat menyembunyikan telur dan terjadi pendangkalan pada badan air sehingga memerlukan pengerukan yang memerlukan biaya operasional tinggi. Kandungan TSS dalam badan air sering menunjukan konsentrasi yang lebih tinggi pada bakteri, nutrien, pestisida, logam didalam air (Margareth, 2009).
 Sedangkan TDS (Total Dissolve Solid) yaitu ukuran zat terlarut (baik itu zat organic maupun anorganic) yang terdapat pada sebuah larutan. Umumnya berdasarkan definisi di atas seharusnya zat yang terlarut dalam air (larutan) harus dapat melewati saringan yang berdiameter 2 mikrometer (2×10-6 meter). Aplikasi yang umum digunakan adalah untuk mengukur kualitas cairan biasanya untuk pengairan, pemeliharaan aquarium, kolam renang, proses kimia, dan pembuatan air mineral. Setidaknya, kita dapat mengetahui air minum mana yang baik dikonsumsi tubuh, ataupun air murni untuk keperluan kimia misalnya pembuatan kosmetika, obat-obatan, dan makanan.
Total padatan terlarut merupakan bahan-bahan terlarut dalam air yang tidak tersaring dengan kertas saring millipore dengan ukuran pori 0,45 μm. Padatan ini terdiri dari senyawa-senyawa anorganik dan organik yang terlarut dalam air, mineral dan garam-garamnya. Penyebab utama terjadinya TDS adalah bahan anorganik berupa ion-ion yang umum dijumpai di perairan. Sebagai contoh air buangan sering mengandung molekul sabun, deterjen dan surfaktan yang larut air, misalnya pada air buangan rumah tangga dan industri pencucian.

VI.     Alat dan bahan
Alat:
1.      Gelas kimia
2.      Oven
3.      Desikator
4.      Neraca analitik
5.      Petridish
6.      Pipet ukur 10ml
7.      Gelas ukur 100ml
8.      Pinset / krustang
9.      Kompor listrik
10.     Corong kaca
Bahan :
1.      Air sampel (limbah)
2.      Akuades
3.      Kertas saring

VII.    Cara kerja
1. Siapkan alat dan bahan
2. Kertas saring dan gelas kimia di oven pada suhu 1050C selama 1 jam
3. Setelah dioven kemudian di desikator 15 menit, dan gunakan pinset untuk membantu mengambil dan menaruh kertas saring dan gelas kimia.
4. Gelas kimia dan kertas saring kemudian ditimbang menggunakan neraca analitik, dan catat berat kertas saring dan berat gelas kimia.
5. Mengambil 100ml air sampel yang telah disediakan kemudian saring menggunakan corong kaca yang telah dilapisi dengan kertas saring yang telah diketahui beratnya.
6. Setelah seluruh sampel dipindahkan ke gelas kimia kemudian bilas dengan akuades 5ml
7. Pindahkan kertas saring secara hati-hati ke dalam petridish, kemudian dimasukkan dalam oven 105ºC selama 1 jam lalu pindahkan ke dalam desikator selama 15 menit.
8. Sedangkan gelas kimia yang berisi sampel yang telah disaring dipanaskan diatas  kompor listrik sampai menguap dan menyisakan 5ml larutan, kemudian dimasukkan ke dalam oven suhu 105ºC selama 1 jam lalu dimasukkan ke dalam desikator selama 15 menit
9.      Gelas kimia dan kertas saring kemudian ditimbang dengan menggunakan neraca analitik. Catat berat kertas saring dan gelas kimia.
10.     Kemudian hitung dan masukkan ke dalam rumus:

TDS =1000/ml.sampel x {gram GKpost – GKpre] x 1000 gram/mg

TSS = 1000/ml.sampel x {gram KSpost – KSpre] x 1000 gram/mg

VIII.   Data praktikum
No.
Perlakuan
Berat awal (gram)
Berat akhir (gram)
1
Kertas Saring
0,2780
0,2823
2
Gelas Kimia
62,2879
62, 3337
Perhitungan :
TSS = 1000/ml.sampel x {gram KSpost – KSpre] x 1000 gram/mg
            = 1000/100 x {0,2823 – 0,2780} x 1000
 = 10 x (0,0043) x 1000 
= 43 mg/L

TDS     =1000/ml.sampel x {gram GKpost – Gkpre] x 1000 gram/mg
            =1000/100 × (0,2823 – 0,2780) × 1000  
=10 × (0,0043) × 1000 
= 43 mg/L

IX.     Pembahasan
         Percobaan kali ini dilakukan untuk mengetahui kadar TDS dan TSS dalam sampel air limbah deterjen. Pertama-tama kertas saring dan gelas kimia 100 ml dioven pada suhu 1050 C selama 1 jam lalu diambil dan didesikator selama 15 menit. Gunakan pinset untuk membantu mengambil dan menaruh kertas saring dan gelas kimia. Gelas kimia dan kertas saring kemudian ditimbang menggunakan neraca analitik. Dari hasil penimbangan diperoleh berat berat awal kertas saring yaitu 0,2780 gram dan berat awal gelas kimia yaitu 62,2879 gram. Sementara itu ambil 50 ml air sampel menggunakan gelas ukur. Kemudian saring air sampel tersebut menggunakan corong kaca yang dilapisi dengan kertas saring yang telah diketahui beratnya. Kemudian bilas dengan akuades ± 5 ml. Pindahkan kertas saring secara hati-hati kedalam petridish. Kemudian masukkan ke dalam oven 1050 C selama 1 jam, lalu dipindahkan kedalam desikator selama 15 menit. Sedangkan gelas kimia yang berisi sampel yang telah disaring dipanaskan di atas kompor listrik sampai menguap dan menyisakan ±5ml larutan, kemudian dimasukkan dalam oven pada suhu 1050C selama 1 jam lalu dimasukkan kedalam desikator 15 menit. Gelas kimia dan kertas saring kemudian ditimbang dengan neraca analitik. Dari hasil penimbangan diperoleh berat akhir kertas sring yaitu 0,2823 gram dan berat akhir gelas kimia yaitu 62,3337 gram.

X. Kesimpulan
          Dari hasil praktikum diperoleh kadar TDS sebesar 43mg/L dan TDS sebesar 485 mg/L.

Daftar pustaka
http:// Bubda-az-child

Yogyakarta, 12 Desember 2012
Pembimbing: Naris Dyah P.
Praktikan: Karimah Iffia Rahman, Mia Nandha Sari, Mifta Nurhayati, Septian Randa Gino Prakoso


D4 Kesling 2012
Doc. Pribadi (Kangpoto: Karimah Iffia Rahman)
Silahkan tinggalkan jejak terbaik di kolom komentar ya readers :)

0 Comments:

Post a Comment