PEMERIKSAAN DAYA SERGAP CHLOR DAN KEBUTUHAN KAPORIT

Budayakan mencantumkan referensi pada daftar pustaka, terima kasih.
Pemeriksaan Daya Sergap Chlor dan Kebutuhan Kaporit
Doc. Rawpixel.com

Laporan Kesembilan Praktikum Kimia LingkunganPEMERIKSAAN CHLOR, DAYA SERGAP CHLORDAN KEBUTUHAN KAPORIT


I. Hari, tanggal    : Rabu, 19 Desember 2012
II. Lokasi            : Laboratorium Kimia
III. Materi           : Pemeriksaan Chlor, Daya Sergap Chlor dan Kebutuhan Kaporit
IV. Tujuan         : Mahasiswa dapat melakukan pemeriksaan chlor, daya sergap chlor, dan kebutuhan  kaporit
V. Dasar Tujuan :
            Sanitasi dan higiene tujuan utamanya adalah untuk mencegah terjadinya kontaminasi. Sebagai salah satu contohnya adalah masih adanya residu (sisa) khlor sebagai akibat adanya khlorinasi air. Adanya khlorinasi air ini akan sering ditemui pada area yang berfungsi sebagai desinfektan. Khlorinasi air ini perlu dilakukan untuk mematikan mikroorganisme yang dapat dipindahkan melalui air.
           Dari berbagai macam-macam zat kimia yang digunakan untuk khlorinasi air, khlor adalah zat kimia yang sering dipakai karena harganya murah dan masih mempunyai daya desinfeksi sampai beberapa jam setelah pembubuhannya. Simbol Cl yang termasuk dalam golongan halogen. Khlor berasal dari gas Cl2, NaCl2, Ca(OCl)2 dan HOCl. Jika pada proses khlorinasi air ini tidak sesuai ketentuan, biasanya akan mengakibatkan adanya residu yang dapat membahayakan, antara lain keracunan, dan bahaya penggunaan terhadap kesehatan.
            Untuk itu, khlorinasi ini sangat membutuhkan parameter agar tidak terjadi kontaminasi yang sangat membahayakan. Salah satu parameternya adalah dengan mengetahui daya sergap chlor pada sumber air yang dipakai. Sehingga ahli bidang ini bisa mengetahui seberapa banyak chlor pada sumber air terebut dan dapat memperkirakan kebutuhan kaporit yang dibutuhkan.

VI. Alat dan Bahan
      1. Alat:
         a. 1 botol polyetilen
         b. 2 tabung reaksi
         c. 1 komperator chlor
         d. 1 pipet ukur 10ml
         e. 1 corong kaca
      2. Bahan:
         a. Indikator Orthotoluidin 5 tetes
         b. 2ml larutan kaporit 0,2%
         c. Air sampel 10ml untuk blanko dan 10ml untuk sampel
         d. Aquadest

VII. Cara Kerja
      1. Memasukan 1L air sampel ke dalam botol polyetilen
      2. Menambahkan 2ml larutan kaporit 0,2% kemudian digojok
      3. Memasukan air sampel ke dalam dua tabung reaksi sebanyak 10ml air sampel di setiap tabung
     4. Memberi label blanko untuk tabung reaksi yang pertama, dan sampel untuk tabung reaksi kedua
      5. Menambahkan 1-5 tetes indikator orthotoluidin ke tabung yang bertuliskan sampel
   6. Memasukan kedua tabung reaksi tersebut ke dalam komperator, kemudian membandingkan dengan standar warna yang ada pada komperator
     7. Membaca dan mencatat angka yang muncul pada komperator dari sisa chlor dalam sampel
   8. Melakukan pemeriksaan ini dengan pengulangan sampai empat kali dalam jangka waktu 10 menit hingga mendapatkan sisa chlor konstan
     9. Memasukkan hasil pemeriksaan ke dalam rumus:
         Daya Sergap Chlor = Sisa Chlor Segera - Chlor Konstan = ....ppm
         Kebutuhan Kaporit = DSC + angka keamanan (0,2 - 0,3) = ....ppm

VIII. Hasil Praktikum
      1. Sisa Chlor Segera = 0,1 ppm
      2.

No.
Nama
Waktu
Sisa Chlor
1.
Sampel 1
14.14 – 14.24
0,1 ppm
2.
Sampel 2
14.24 – 14.34
0,1 ppm
3.
Sampel 3
14.24 – 14.44
0,1 ppm
      3. Daya Sergap Chlor (DSC) = Sisa Chlor Segera - Chlor Konstan = 0,1 - 0,1 = 0 ppm
      4. Kebutuhan Kaporit = DSC + angka keamanan (0,2 - 0,3) = 0 + 0,3 = 0,3 ppm

IX. Pembahasan
           Dari hasil praktikum, diperoleh sisa chlor segera 0,1 ppm dengan sisa chlor konstan senilai 0,1 ppm. Dari hasil tersebut, dapat diketahui daya sergap chlor yaitu selisih sisa chlor aktif segera dengan sisa chlor tetap. Sehingga dapat diketahui pula daya sergap chlor dari pemeriksaan ini adalah 0 ppm. Tinggi rendahnya daya sergap chlor tergantung tingkat cemaran zat organik dalam air sampel. Dengan nilai DSC 0 ppm, dapat ditarik bahwa air sampel tersebut tingkat pencemarannya tidak ada. Faktor ini bisa dikarenakan kebutuhan pada air sampel telah memenuhi standar keamanan air, yaitu 0,3 ppm. Sehingga dapat disimpulkan bahwa air sampel tersebut aman dari jasad renik.

X. Kesimpulan
         Berdasarkan pemeriksaan yang dilakukan, dapat disimpulkan bahwa daya sergap chlor pada air sampel sebesar 0 ppm dan memiliki kebutuhan kaporit sesuai standar keamanan sisa chlor yaitu 0,3 ppm.

Daftar Pustaka
http://www.scribd.com/doc/9620365/Laporan-Praktikum-Kimia-Sisa-Chlor-Dan-Daya-Sergap-Chlor

Yogyakarta, 19 Desember 2012
Pembimbing: Naris Dyah P.
Praktikan: Karimah Iffia Rahman, Mia Nandha Sari, Mifta Nurhayati, Septian Randa Gino Prakoso

Silahkan tinggalkan jejak terbaik pada kolom komentar ya readers :)

0 Comments:

Post a Comment