BERWISATA ALAM DI GUNUNG KIDUL

Sibuknya jadwal perkuliahan membuat saya dan teman-teman merasa perlu untuk berlibur sejenak. Bahkan karena perbedaan kesibukan, kampus, dan kegiatan lainnya, rencana touring yang kami agendakan pun nyaris hanya menjadi wacana. Namun, agar tidak dibilang wacanaers, saya yang biasanya Minggu pagi melakukan lari pagi di Sunday Morning UGM merelakan absen untuk agenda ini. Itung-itung nanti juga jalan-jalannya wisata alam, pikirku waktu itu.

Paginya, Winda-temanku satu asrama sudah bangun sejak pukul lima pagi. Sedang aku baru bisa bangun pagi satu jam setelahnya, maklum sedang libur. Meski agak malas akhirnya saya berusaha untuk mengumpulkan nyawa untuk menguatkan tekad bersiap-siap untuk perjalanan hari ini. Saya pikir saat itu saya sudah terlambat, tapi ternyata jam anggota touring lainnya lebih ngaret daripada jam saya *LOL

Pukul tujuh pagi saya dan Winda sudah berada di kediaman Toni yang ternyata belum bangun. Hampir satu jam kami menunggui Toni untuk bersiap-siap. Akhirnya daripada waktu kami terbuang begitu saja, kami pun memutuskan untuk  pergi sarapan di burjo. Meski tidak makan berat, setidaknya ada pilus, gorengan, dan kopi pagi hari yang bisa diisi untuk perut kami. Toni pun akhirnya menyusul kami untuk sarapan.

Waktu menunjukkan pukul 9 pagi, wow! Ngaret yang sangat nyata. Akhirnya kami pun berangkat ke titik kumpul yang sudah ditentukan yaitu pom bensin dekat jembatan layang Jalan Janti. Di sana sudah ada Deny, Reni, Rahmat (dan pacarnya), Latif, Aziz, Uut, dan Otut. Dan ternyata, yang tidak saya ketahui, hanya saya anggota perempuan yang mengendarai motor selama turing berlangsung karena teman-teman perempuan lainnya dibonceng, antara sedih dan aku rapopo.

Destinasi Pertama; Wisata Gunung Api Purba Nglanggeran

Perjalanan menuju Gunung Api Purba jalannya berlika-liku dan curam. Sepanjang jalan banyak bus-bus pariwisata dan truk gandeng yang memenuhi jalan. Selain itu pengendara motor maupun mobil harus lah hati-hati karena ada beberapa jalan yang bolong atau rusak.

Pukul 11 siang kami sampai di Gunung Api Purba, karena ini hari libur, otomatis di sana sudah banyak pengunjung. Tanpa menunggu lama, dan karena takut keburu hujan, akhirnya kami langsung ke loket tiket masuk untuk membeli tiket. Saat itu biaya perorangnya tujuh ribu rupiah sudah dengan kendaraan yang dibawa.

Doc. Pribadi

Doc. Pribadi
Mulai mendaki Gunung Api Purba

Doc. Pribadi
Dari atas Gunung Api Purba

Nglanggeran, Gunung Kidul, Yogyakarta
Doc. Pribadi


Doc. Pribadi
Menuruni Gunung Api Purba

Setelah sampai puncak Gunung Api Purba dan beristirahat sejenak sambil mengambil foto dan menikmati pemandangan, akhirnya kami harus segera turun melihat langit mendung. Belum sampai ke tempat parkir kendaraan, hujan pun turun. Akhirnya kami memutuskan untuk berteduh bersama pengunjung yang lain di bongkahan batu besar yang menghalangi kami dari tetesan air hujan. Sambil menunggu hujan reda, teman-teman lelaki mulai menyalakan rokok dan mengepulkan asap dari mulut dan hidungnya. Cukup lama kami berteduh, akhirnya setelah hujan reda kami kembali melanjutkan perjalanan dan lucunya kami melalui rute yang berbeda sehingga kami harus melewati jarak tempuh yang lebih jauh untuk sampai ke tempat parkiran.

Doc. Pribadi
Tempat berteduh

Doc. Pribadi
Nyasar, Turun-turun udah sampai jalan raya

Walaupun nyasar, tetapi yang terpenting adalah kami masih bisa turun dengan aman dan selamat. Sesampainya di tempat parkir, kami langsung mencari kendaraan kami dan bersiap untuk mencari masjid atau mushola terdekat untuk sholat kemudian barulah kami makan.

Destinasi Kedua; Pantai Indrayanti

Saya kira setelah itu kami langsung pulang, tetapi ternyata teman-teman masih ingin untuk melanjutkan perjalanan ke Pantai Indrayanti. Padahal cuaca sangat mendung. Bahkan di lautan sudah terlihat ada hujan di beberapa titik. Untung saja saat itu kami masih bisa menikmati sunset. Setelah matahari terbenam dan puas bermain di pinggir lautan, menikmati deburan ombak, berlarian di atas pasir, melepas resah, mengumpulkan lagi semangat-semangat yang hilang, ah kok jadi mellow, akhirnya kami meutuskan untuk pulang. Namun sebelum pulang, Aziz meminta kami untuk mampir sejenak ke rumah Simbahnya yang kebetulan ada di daerah Gunung Kidul. 

Doc. Pribadi







Doc. Pribadi
Kotoran yang menempel di wajah hari ini

Akhirnya rencana kami untuk melepas penat bersama teman-teman pun bukan sebuah wacana. Sekian dan terima kasih sudah membaca, silahkan tinggalkan jejak terbaik di kolom komentar ya :)


1 comment:

  1. sek paling bawah itu foto apa aya??? kembang gula po??haha

    ReplyDelete