Saladin Squad

Alhamdulillah,
Setelah melalui banyak drama yang seharusnya tidak perlu tapi mungkin sudah ditakdirkan jalannya harus seperti itu, proses ijab kabul berjalan dengan lancar.

Review ini baru sempat saya publikasikan sebulan setelah hari H berlangsung. Penulisan ini selain untuk mengenang pernikahan saya dan suami tentu juga kami dedikasikan untuk para caten (calon penganten) yang kelak akan menikah. Mudah-mudahan tulisan ini dapat membantu dan dapat meminimalisir drama-drama yang seharusnya tidak terjadi seperti yang kami alami.

Saat kami memutuskan untuk menikah, setelah rembug keluarga mengenai tanggal via telfon (karena saat lamaran belum ditentukan dan karena jarak antar kedua mempelai cukup jauh), akhirnya jatuhlah tanggal yang kami nanti  yaitu 17 Muharram 1439 H atau 7 Oktober 2017 yang bertepatan pada hari Sabtu. Setelah penetapan itu tiba, kami memulai persiapan untuk hari H.

Sebelumnya, belajar dari pengalaman kakak sulung yang mendapatkan hari pernikahannya dibantu oleh jasa satu vendor (tata rias, dekor, pelaminan, dan foto video) dan ada miss understanding. Akhirnya aku mencoba untuk meminta agar vendor-vendor tersebut dipisah agar mendapatkan hasil yang baik.

Untuk Tempat,
awalnya kakakku menyarankan agar pernikahanku dilaksankan tidak di aula masjid yang keluarga kami kelola seperti kakakku. Tapi mengingat banyak pertimbangan dari ibuku, dan aku mencoba untuk membantu meminimalisir pengeluaran yang ada, maka aku tidak terlalu memaksa untuk digedung atau di rumah. Akhirnya aula Masjid Al-Mahallie menjadi lokasi akad dan resepsi pernikahanku dengan suami. Penataan dari team dekorasi dipandu sepenuhnya oleh ibuku, seseorang yang isi kepalanya hanya ia saja yang tau. Sehingga saat menjelang hari H dengan persiapannya, aku hanya bisa pasrah tidak bisa ikut membantu mengarahkan team dekorasi dalam menata tempat yang akan digunakan. Hal tersebut dikarenakan ibu tidak pernah bercerita apapun tentang yang ia fikirkan, akhirnya aku hanya meminta tolong untuk ditata yang rapi (karena tidak boleh ikut andil padahal di pernikahanku sendiri).

Akad dilaksanakan di lantai 2, dan lantai satu (aula) untuk photo studio pengantin dan tempat bercengkrama para tamu. Kemudian dihalaman masjid dipasang tenda untuk pelaminan, hiburan dari hadroh, dan beberapa bangku yang dijejerkan untuk para undangan.





Sebenarnya aku ingin akad berlangsung di aula dengan alasan pencahayaannya lebih baik daripada di lantai 2. Tapi karena tidak memungkinkan, maka aku (kembali) pasrah karena sudah banyak kelelahan yang aku alami. Wes seng penting teko sah! 

Kemudian setelah tempat, aku memutuskan untuk memulai menyiapkan Undangan. Perkiraan tamu yang akan diundang berasal dari pernikahan kakakku sebelumnya yaitu berkisar 1000-1200 tamu undangan. Maka kami putuskan untuk mengundang kurang lebih 1500 tamu undangan, tentunya karena hajatan ini milik orangtuaku, maka tamu mereka lebih banyak daripada tamu yang aku dan suami undang. Setelah banyak mencari dan berkonsultasi, akhirnya kami menemukan satu vendor undangan yang sangat aku rekomendasikan yaitu Kamajaya Kreasindo.

Pernikahan tentu tidak bisa dihindari dari kata budget. Oleh karena itu, gunakan sebaik mungkin dana yang telah dipersiapkan untuk pernikahanmu untuk hal-hal yang dirasa lebih penting dan lebih dibutuhkan. 
Pernikahan adalah hari yang penting, pilihlah vendor yang sudah berpengalaman. Jangan mementingkan bonus dan harga miring yang tidak seberapa. Karena kepuasan kedua mempelai lebih diutamakan.

Vendor Undangan Pernikahan kami adalah Kamajaya Kreasindo dan Mumtaz Undangan. Pertama kali melihat web Kamajaya (lokasi kantornya di Yogyakarta), yang paling saya sukai adalah desainnya bagus, informasinya jelas, dpnya relatif tidak langsung dalam jumlah yang besar, dan transparan dalam hal dana yang harus dikeluarkan untuk jumlah undangan yang dipesan. Bonusnya adalah sering mengadakan promo, banyak bonusnya, dan kalau undanganmu tercetak lebih, kamu akan mendapatkan semua undangan yang tercetak.

Aku mendapatkan info 2 (dua) vendor ini dari hasil pencarian di mbah google. Tapi ternyata yang tidak disangka, CS dari Kamajaya yang sangat responsive adalah teman organisasiku sendiri, yaitu Lala. Di Kamajaya, kami memesan undangan dengan jumlah 1000 undangan, dengan harga yang relatif sangat murah untuk perundangannya dengan desain yang simpel namun tetap manis untuk dilihat. Desain undangan kami berdasarkan permintaanku. Warna yang kupilih adalah biru navy full colour dengan ornamen bunga berwarna putih, hitam, dan abu-abu. Setelah beberapa kali revisi (revisi sampai fix), akhirnya undangan kami jadi 2 minggu setelah acc. Sesuai yang dijanjikan. Dan kami mendapatkan bonus tambahan undangan yang tercetak lebih dari 100 undangan, ucapan tanda terima kasih, plastik undangan, label nama tamu, serta undangan sosial media. Kami sangat puas memesan di Kamajaya Kreasindo.



Berbeda dengan Mumtaz Undangan. Kami memesan undangan hardcover sebanyak 500 undangan berornamen karangan sangkar berwarna background biru pastel dengan bonus 50 undangan, ucapan terima kasih, plastik, dan label. Desain ini berdasarkan permintaan ibuku. Setelah revisi sampai fix, kami mendapatkan undangan kami dengan kekecewaan yaitu harusnya hardcover tapi semi hardcover (soft cover dilipat dua), mereka bilang akan mengganti kecerobohan mereka dengan refund yang sudah disepakati, akhirnya setelah tulisan ini dipublikasikan, 26 November 2017 selesai sudah hubungan kerjasama dengan mereka karena saat itu kami tidak sengaja berada di wilayah yang ternyata dekat dengan lokasi produksi yang pernah di share oleh admin dan akhirnya kami mendatangi langsung tempat produksi yang sebelumnya belum pernah kami lakukan. Selain itu mereka juga tidak tepat waktu, setelah revisi fix, harusnya 2 minggu kemudian undangan sampai ditangan kami. Namun ternyata lepas lebaran dan setelah ditanya berkali-kali baru lah sampai undangan kami via Go-Send. Padahal yang menjadi admin dari team mereka adalah ownernya sendiri. Kami sangat tidak puas memesan di Mumtaz Undangan, dan kami himbau untuk tidak memesan disana.



Salah seorang temanku, yang kini berprofesi sebagai pelukis henna berkata kepadaku. "Ga papa meh, kalau nikahan emang pasti ada aja yang gak sesuai, tapi yang penting kitanya cantik (KITA nya CANTIK). Nah ini kan elu yang milih sendiri nih periasnya, jangan sampe nyesel deh." setelah ia mendengar drama atas pernikahanku yang tak kunjung usai saat ia menghenna tanganku malam hari sebelum ijab kabul. Untuk seukuran biaya pelukisan henna, ditempatnya cukup terjangkau. Selebihnya teman-teman bisa melihat di instagramnya Sundari.




Mendengar ia berkata seperti itu, karena ia sebelumnya sudah menikah beberapa bulan sebelum aku. Aku sempat khawatir. Jauh-jauh hari sebenarnya aku sudah menceritakan kekhawatiranku terhadap periasku. Namun Alhamdulillah, Bu Gita, periasku melenyapkan sudah kekhawatiranku saat hari H tentu dengan dandanan cantiq pakai Qyu. :D

Perias yang aku pakai jasanya berasal dari Griya Rias Gita. Dapat link dari mana tentunya kalau bukan googling. Karena sudah kehabisan energi, mengingat sebelum menikah aku masih harus bekerja dan bertemu dengan vendor hanya sabtu-minggu padahal sabtu-minggu adalah hari sibuknya para vendor, maka kami memutuskan untuk sekaligus menggunakan jasa Dekor dan Pelaminan dari Griya Rias Gita.

Sebenarnya aku ingin menggunakan jasa perias lain, jadi pilihanku jatuh pada dua perias antara Bu Sri dan Bu Gita. Namun karena terkendala budget, kami memilih Griya Rias Gita dan kami puas untuk hasil riasannya. Saat hari H, kami menggunakan busana muslim berwarna putih untuk akad, kemudian busana dodot untuk upacara adat sunda setelah akad dan busana muslimah dengan mahkota siger dan adat betawi untuk pakaian penutup. Cukup banyak memang, namun kami senang, karena semua adat terwakilkan dalam pernikahan kami, yang mana adat jawa berasal dari suamiku, adat sunda adalah asal ayahku, dan betawi adalah asal ibuku. Selain itu, yang baik dari sanggar ini adalah satu hari hanya menyewakan jasa untuk satu pengantin. Sehingga untuk caten yang akan hajatan di rumah dalam waktu lama, tidak perlu risau akan ditinggal-tinggal pergi ke hajatan tetangga karena tetap akan tampil dengan maksimal.







Senang sekali dalam pernikahan kami juga ada tradisi betawi dan sunda yang terlaksana, seperti hiburan Hadroh Nurul 'Ilmi (Team milik Saudara) dan palang pintu dari tim Palang Pintu Silibet (relasi dari Seserahan Roti Buayadan tradisi sunda seperti sungkeman, suap-suapan, perebutan bekakak, dan saweran. Senang, karena aku yang menang rebutan bekakak. :D






Untuk dekor dan pelaminannya, karena lokasi kami cukup jauh dari lokasi Griya Rias Gita (Jakarta Timur), maka Bu Gita berkolaborasi dengan vendor tenda milik pak Tri. Hasil dekorasinya cukup memuaskan dan sangat manis jika dilihat di album pernikahan. Hanya saja ada kendala yang datang dari tetangga kami sendiri yang menyebabkan tata letak dekorasi yang sudah diatur oleh ibu dan tim dekorasi berubah (Tetangga Masa Gitu?!). Tapi sekali lagi tidak mengapa. Biar Allah yang membalasnya.

Kalau datang ke pernikahan, yang tidak boleh terlewatkan adalah Jamuan dan Souvenir. Jamuan pernikahan kami berasal dari kakak ibu (yang menghandle) beserta dua temannya dan dibantu oleh beberapa saudara selama membuatnya. Tentu dan tidak salah ini adalah hasil dari isi kepala ibuku yang sekali lagi hanya ibuku yang tau (dan Allah) apa yang ia rencanakan. Ibuku tidak percaya akan beberapa catering yang kebanyakan kurang sedap di lidahnya. Sehingga ibuku meminta kakaknya untuk membantu mengurus jamuan di pernikahanku karena ibuku tau rasa masakan kakaknya seperti apa. Sedang souvenir pernikahan kami adalah sebuah kaca lipat yang kami cari di sentra perbelanjaan Asemka. Kami sengaja memilih kaca lipat disamping terjangkau dan pasti bermanfaat (terutama untuk perempuan).




Pernikahan adalah tentang kenyamanan. Jadilah dirimu sendiri dan jadilah sosok yang kamu ingin lihat di masa mendatang. Jangan terprovokasi oleh trend yang belum tentu kamu menyukainya. Kami mencintai adat dan budaya di Indonesia, dan kami ingin terlihat klasik. Maka kami memilih menikah dengan riasan seperti ini. Aku memilih untuk tidak memakai lensa kontak, karena aku merasa tidak nyaman, dan suamiku tidak bisa melihat binar mataku jika aku memakainya.
Pernikahan adalah tentang hari bahagia, seharusnya bagi orang tua yang menyiapkan pernikahan anaknya, berikanlah penghormatan yang terbaik bagi anaknya dengan menyiapkan pernikahan dengan matang dan selagi ada dan bisa direalisasikan, realisasikanlah. Dan meminimalisir drama-drama yang sepatutnya tidak perlu. Karena setelah menikah, penghormatan seorang anak berada pada pasangannya. Namun akan lebih baik lagi jika kedua mempelai yang mengatur secara keseluruhan pernikahan mereka secara mandiri.
Pernikahan adalah tentang hari bahagia, sepatutnya segenap keluarga menghargai dan mengiyakan permintaan kedua mempelai walau hanya dengan memberikan amunisi energi positif. Permintaan sederhana tapi sangat menyenangkan hati untuk dikenang. Terlepas dari itu, kami bersyukur keluarga kami hadir dan lengkap tanpa ada alfa.
Tradisi Pernikahan di Indonesia adalah masih tentang bawa-bawaan atau seserahan. Jika kamu menginginkan seserahan yang dananya tidak sedikit, janganlah memberatkan calon suamimu, kalian bisa menyiapkannya dengan sedikit-demi sedikit sebelum hari H di mulai, sehingga budget yang keluar tidak terasa memberatkan dan kedua mempelai sama-sama bahagia. Yang laki-laki bisa membahagiakan perempuan. Yang perempuan merasa dihargai.
Pernikahan adalah tentang persiapan, maka yang harus kamu persiapkan lagi adalah waktu honeymoon, cuti, berlibur, menetap, dan kapan akan segera program memiliki keturunan.

Terlepas dari semua itu, kami mengenang pernikahan kami dibantu oleh Dokumentasi Foto dan Video dari Maron Foto. Sebenarnya sempat terfikir untuk menyewa jasa DNA foto yang berlokasi di Yogyakarta. Namun karena banyak pertimbangan, kami mencari yang lokasinya berada di Jabodetabek dengan hasil editing yang 11-12 dengan vendor yang kami inginkan. Alhamdulillah setelah banyak bertanya kepada teman yang expert dalam hal seperti ini, kami memilih Maron Foto. Kelebihan dari Maron Foto adalah detail pricelist yang jelas, dp yang terjangkau tidak langsung dalam jumlah yang besar, ownernya responsif dan tentu hasil dokumentasinya manis, membuat kami ingin selalu melihat album pernikahan kami. Sayangnya, estimasi pengerjaan foto pernikahan kami memakan waktu sebulan setelah hari H. Selain itu, dipertengahan pernikahan kami crew Maron Foto yang tadinya 3 (tiga) orang, menjadi 2 (dua) orang karena mereka menyediakan jasa untuk beberapa pengantin dalam satu hari. Tentu jika saat itu crew lengkap, hasil dokumentasi akan lebih manis dan optimal.








Karena menikah adalah sunnah nabi, dan sunnah terpanjang yang didalamnya banyak ibadah-ibadah yang kemudian menjadi kewajiban bagi kedua mempelai, serta menikah adalah menyempurnakan separuh iman, maka untuk menyempurnakan separuhnya lagi adalah dengan bertaqwa dan membangun keluarga yang sakinah mawaddah wa rahmah wa barokah. 
Mempersiapkan Pernikahan adalah sesuatu yang setiap pengantin memiliki cobaan tersendiri. Siapkanlah amunisi berfikir positif sebanyak-banyaknya untuk menghindari stress (dapat dicoba dengan  membaca al-Qur'an, bersholawat, mendengarkan musik yang menyenangkan, perawatan pranikah, memakan makanan yang sehat dan olahraga), jangan terlalu mendengarkan kata orang lain, cermati banyak nasihat dari mereka yang sudah berpengalaman dan terapkan jika memang sesuai menurutmu, dan yang terpenting, nikmatilah setiap momennya, karena semua orang pasti berharap menikah sekali seumur hidup. 
Pernikahan adalah tentang tersenyum sepanjang acara berlangsung. Jika ada kekurangan-kekurangan dalam pernikahan, itu adalah hal yang wajar, namun jangan sampai ada yang merusak hari bahagiamu lebih dalam apalagi jika itu terjadi karena ulah mempelainya sendiri (mengundang mantan yang tidak seharusnya datang, tidak meminum vitamin sehingga lelah bahkan sakit). 
Pernikahan adalah tentang mencoba memahami setiap tamu yang berhalangan hadir karena yang terpenting dari setiap undangan yang tersampaikan adalah do'a restu. Jangan sampai tradisi kamu datang dipernikahanku maka aku akan datang dipernikahanmu menjadi sesuatu yang mengakar sampai ke anak cucumu. Jadilah sosok yang ikhlas tanpa mendendam. Karena sesungguhnya fungsi undangan adalah menginformasikan kabar pernikahan, membagi kabar kebahagiaan dengan mengadakan syukuran (secara islam: adakanlah walimatul 'ursy walau hanya dengan satu ekor kambing), dan tentunya sebagai wadah tali silaturahim.

Alhamdulillah, dihari pernikahan kami dari 1500 tamu yang kami undang, dan dari 1000 souvenir yang kami siapkan, tersisa 50 souvenir. Tamu-tamu kami datang bersama pasangan maupun keluarganya menghantarkan doa restu dan euforia kebahagiaan terhitung sejak pukul 08.30 sampai dengan 21.00 WIB. Dengan ini kami mengucapkan mohon maaf kepada seluruh tamu undangan yang hadir apabila jamuannya kurang berkenan, mohon maaf apabila sempat tidak bertemu, mohon maaf apabila diantara teman-teman ada yang tidak terundang. Bukan maksud kami untuk tidak mengundang, hanya saja mungkin persiapan kami kurang baik dan kami harus bertanggung jawab terhadap budget yang dikeluarkan untuk pernikahan ini. Tidak ada unsur pribadi apapun yang menyebabkan kami tidak mengundang teman-teman. Pun juga kata terima kasih yang tidak terhingga. Terlebih kepada para kyai, ibu nyai, sahabat yang datang dari luar provinsi, kerabat, relasi kerja, saudara, keluarga inti, semuanya yang tidak bisa disebutkan satu persatu. Matur sembah nuwun ingkang katah.

Menulis dari hati, Kedua Mempelai.
Karimah & Alfath.

0 Comments:

Post a Comment