AJANG JASTIP BELANJA BUKU TERBESAR, BIG BAD WOLF



Bisa dibilang telat sih tau tentang Big Bad Wolf (BBW) ini. Telat banget karena taunya benar-benar setelah menyandang gelar mahmud anak satu. Itu pun setelah menjadi salah satu followers dari seorang blogger. Yap, tahun 2019 ini aku baru ngeh apa itu BBW, padahal BBW sudah hadir sejak beberapa tahun yang lalu (walaupun lokasi acaranya tidak maraton antar kota seperti tahun ini). Kemana aja buuuuu...

Waktu itu lagi asik mantengin instagram story sang blogger kan, dia lagi bahas tentang keuangan dan di ig story nya banyak screenshoot-an emak-emak pada kalap dan jebol keuangan bulan itu karena ada event BBW yang berlangsung lebih dari seminggu di Bandung.

Apaan sih, (segitunya)... Batinku waktu itu.

Selang beberapa lalu, tau-tau muncul lagi dong BBW ke permukaan di timeline akun twitterku dari cuitannya infosenijogja yang bilang kalo BBW akan diselenggarakan di Jogja tepatnya di Jogja Expo Center (JEC) pada 2-12 Agustus 2019 24 Jam. Wow! Kebayang gak sih? 24 jam buat buka pameran buku. Jadi penasaran kannnnn.... 

Berawal dari rasa penasaran dan menurutku ini adalah sesuatu "baru" (dasar kudet LOL), nanyalah aku ke Mbak Ipar. Pas tau ada kabar BBW di Jogja, mbakku semangat dan berniat membuka jastip. Setelah kami ngobrol ngalor ngidul tentang BBW, kesan yang bisa ditangkap pertama dari perhelatan event besar ini adalah:

1. Salah satu ajang buku terbesar di dunia yang berisikan 80% buku impor dan 20% buku dengan penerbit lokal.
2. Salah satu wadah termudah, terlengkap, dan termurah untuk mendapatkan buku impor karena diskonnya bisa sampai 60% bahkan jika dibandingkan dengan diskon toko buku pariples tetap lebih hancur harga yang ditawarkan di BBW.
3. 55% isi buku di BBW adalah Buku Anak.
4. JASTIP alias JASA TITIP order buku. Karena event ini tidak berlangsung di semua kota dan juga termasuk event tahunan, ditambah isinya juga 55% buku anak, jadi banyak banget orang-orang di luar sana (terutama millenial parents a.k.a the mommies) yang mau beli buku (dan membelikan buku untuk anak-anaknya) tapi jauh atau udah keburu mager duluan karena males hunting buku dikeramaian BBW yang memang selalu ramai lancar bahkan padat merayap. Nah salah satu faktor ini jugalah yang akhirnya membuka peluang untuk job jastip yang ternyata bersaing lho (apalagi jastip buku anak-anak).

Karena ini adalah pengalaman pertama kami sebagai jastipers amatir tapi amanah *LOL, maka  kami  memutuskan untuk memflatkan harga jastip kami di angka 5000 rupiah. Dulu katanya harga jastipnya berani sampai 25ribu perbuku. Sekarang harganya ancur banget, malah ada yang buka jastip dengan fee mulai dari 3ribu. Ntaps!


3rb mah dapet capeknya doang *LOL

Selain karena diajakin ngejastip, ini juga BBW pertama yang akan aku kunjungi, akhirnya aku baca-baca dulu di google seputar BBW. Mulai dari apa itu BBW, kapan, dimana, harus pakai baju kayak apa, dan peretelan lainnya termasuk tentang jastip. Walaupun sudah banyak membaca berita tentang BBW, tapi aku merasa belum terlalu yakin untuk membuka jastip dan memilih tidak membuat whatsapp group (WAG) khusus jastip kemudian menyebarkan link-nya di bio instagram.  Lucunya, aku malah tertarik untuk ikut daftar jadi petugas penjaga buku di BBW *LOL. Awalnya sih begitu...

Jadi awalnya ya buka jastip khusus teman aja. Tapi pas dilihat-lihat dan difikir-fikir lagi, oke kayanya nyemplung ajalah jangan setengah-setengah. Akhirnya aku melakukan seperti yang mbakku lakukan, share link grup whatsapp jastip di bio instagram dan komentar "join grup wa link di bio ig *LOL" disetiap postingan akun instagram resminya BBW Indonesia, plus kalau pas lagi live shopping update di ig story ngajakin temen-temen buat join grup *LOL. Meskipun yang masuk grup diluar dugaan, tapi gak masalah, wong namanya juga usaha, ye kan? :D

Nah, asal muasal BBW ini diprakarsai oleh warga Malaysia bernama Andrew Yap yang memiliki sebuah toko majalah di AmCorp Mall di Petaling Jaya. Ia memutuskan untuk terjun di dunia bisnis buku murah karena melihat rendahnya minat baca warga Malaysia. Peluang tersebut muncul ketika Andrew dan sang istri Jacqueline Ng sedang berkunjung ke luar negeri. Di sana mereka melihat banyak sekali toko buku yang menjual buku-buku sisa yang tidak terjual atau stoknya berlebih dengan potongan harga agar pengunjung toko terpikat dan membeli buku-buku tersebut. Dari sana lah BBW dimulai.

Nama BBW juga terinspirasi dari sebuah dongeng tentang seekor serigala dan seorang gadis kecil bertudung merah. Serigala tersebut pura-pura menjadi seorang nenek tua yang sedang tertidur agar dapat memangsa Little Red Riding Hood. Menurut mereka, nama tersebut dianggap nakal dan menarik untuk dijadikan nama ajang penjualan buku diperusahaan buku mereka yaitu BookXcess. Walau nama BBW diambil dari tokoh dongeng yang terkesan jahat, tetapi nyatanya nama BBW yang diambil dari kata Big Bad Wolf benar-benar teramini, event-nya selalu besar, meledak, dan ramai dikunjungi oleh para wolfies. Terlebih misi Sang Srigala di BBW ini sungguh mulia lho, yaitu membawakan para wolfies (sebutan untuk pengunjung BBW) buku-buku kualitas terbaik dengan harga yang baik pula (murah meriah). Karena harga buku yang tersedia dimulai dari sepuluh ribu rupiah (untuk terbitan lokal) dan dua puluh ribu rupiah (untuk terbitan impor). Saat ini penerbit lokal yang bekerja sama dengan BBW adalah Mizan.

Tips Untuk Wolfies


Jika event ini akan berlangsung di kota domisili kalian berada dan kalian ingin mengunjunginya sebagai wolfies atau sebagai jastipers, maka yang perlu kalian lakukan adalah:

1. Mengikuti akun sosial media resmi milik BBW dan mendaftar menjadi member di webnya.  Akan ada banyak info dan keuntungan jika kalian mengikuti akun terkait dan menjadi member. Yang terpenting mendaftarnya cuma-cuma alias gratis. Keuntungan untuk member ada preview pass yang bisa diklaim atau harga khusus untuk member pada bandroll berwarna kuning. Preview pass bisa digunakan H-1 sebelum event resmi dibuka untuk umum. Selain itu akan ada banyak giveaway diakun resmi BBW yang berhadiahkan voucher yang bisa dipakai untuk berbelanja buku di BBW.

2. Pastikan kalian memiliki rekening bank sponsor BBW. Tahun (2019) ini, bank sponsor utama BBW adalah Bank BCA. Jika kalian akan menjadi jastip (bahkan buat yang bukan menjadi jastipers dadakan sekalipun tapi suka mengoleksi buku), ini sangat berguna dan bermanfaat sekali. Kalian bisa mendapatkan preview pass khusus nasabah yang bisa digunakan H-2 sebelum event resmi dibuka untuk umum sehingga kalian mendapatkan buku-buku best seller lebih awal. Selain itu, apabila kalian bertransaksi menggunakan kartu debit/kredit bank sponsor, maka kalian bisa mengklaim struk pembelanjaan dan mendapatkan cashback berupa voucher maksimal 500 ribu rupiah yang bisa digunakan untuk berbelanja buku kembali. Cashback tersebut bisa didapatkan dengan minimal pembelanjaan satu juta rupiah hingga tak terhingga. Biasanya jastip dan bulkbuyer pasti hadir di H-2 ini untuk mendapatkan buku-buku pesanan alias wishlist lebih banyak dan tentunya stok buku yang masih melimpah saat live shopping.

Apa itu bulkbuyer? Sama seperti jastip, hanya saja dana yang mereka belanjakan untuk buku-buku di BBW lebih besar nominalnya dibandingkan dengan jastipers individu. Bulkbuyer biasanya berkelompok. Penyelenggara BBW juga menyediakan kasir khusus bulkbuyer. Selain itu, khusus untuk bulkbuyer, mereka bisa mendapatkan potongan sebesar 10% dari total pembelanjaan namun tidak untuk cashback. Ciri-ciri Bulkbuyer adalah pengunjung yang menggunakan cocard dan biasanya jika ada stok buku yang ready ataupun yang restock, bulkbuyer cenderung mendapatkan stok terlebih dahulu karena mereka biasanya stay di lokasi dalam waktu yang tidak sebentar.

Selain keuntungan di atas, jika kalian memiliki kartu Flazz pada BBW tahun ini akan sangat bermanfaat sekali karena dapat digunakan untuk membayar parkir motor atau pun mobil hanya dengan satu rupiah saja.

Jangan khawatir dan tidak perlu repot-repot ke bank cabang, karena bank sponsor pasti mendapatkan slot booth yang telah disediakan oleh penyelenggara BBW sehingga kalian bisa membuka tabungan baru atau membuat kartu Flazz di lokasi BBW. Hanya saja jika tujuan kalian ke booth bank sponsor untuk mengklaim voucher, sebaiknya kalian harus datang pagi hari sesuai jam kerja karena kalian akan mengantri dengan sesama wolfies yang ingin mengklaim voucher juga. Sedangkan booth akan dibuka pada pukul 9 pagi dan petugas bank yang berjaga hari itu akan stand by sampai jam 5 sore. Tetapi jika kuota klaim voucher habis maka petugas akan menutup antrian untuk dilanjutkan lagi di hari berikutnya selama BBW berlangsung.

Ketentuan kuota klaim voucher perharinya dibatasi sebanyak 35 nasabah dengan pembagian sebagai berikut: 20 nasabah untuk klaim struk pembelanjaan 1-2.4 juta, 10 nasabah untuk klaim struk pembelanjaan 2.5-4.9 juta, dan 5 nasabah untuk klaim struk pembelanjaan 5 juta ke atas.

3. Pakailah pakaian yang menurut kalian nyaman dan aman. Pokoknya menurut kalian nyaman ya dipakai. Karena kalau gak nyaman, kalian akan kesulitan sendiri ngurusin pakaian padahal lagi repot mau milih baju. Apalagi untuk para busui, pastikan pakaian yang kalian kenakan adalah pakaian yang busui friendly lebih spesifik lagi yang bukaannya samping yah, biar apa? biar gak ribet pas anak nangis dan merasa ingin minum tinggal slep slep slep langsung DBF (direct breast feeding). Selain itu, baju busui friendly bukaan samping sangat penting untuk dipakai para busui mengingat dikarenakan tidak disediakannya ruang/pojok laktasi/nursery room di event BBW, padahal pengunjung yang hadir di event ini salah satunya banyak dari kalangan busui dan batita. ups...

4. Untuk kalian yang ingin memborong banyak buku, jangan pergi sendirian ya. Sebaiknya ada yang menemani. Walaupun penyelenggara BBW menyediakan keranjang bahkan trolley untuk menaruh buku, tetapi ketentuannya hanya diperbolehkan satu orang satu keranjang atau trolley. Jika belanjaan kalian bludak dan kalian berangkat ke sarang Sang Serigala bersama teman, pasangan, atau keluarga, setidaknya mereka bisa membantu membawakan trolley yang satunya :D

Atau jika kalian membawa anak, walaupun di BBW akan wajar sekali pemandangan banyak anak balita, batita, bahkan newborn, tetapi akan lebih menyenangkan jika kalian membawa karpet/matras/tikar untuk digelar diluar area BBW sehingga ketika anak bosan, mereka bisa bermain di luar area BBW seperti parkir mobil dengan orang dewasa yang memilih menemani anak-anak namun memilih tidak ikut mencari buku. Selain itu, karena makan minum dilarang di sarang BBW, maka jika kalian lapar atau pun haus, kalian bisa keluar sejenak kemudian kembali lagi ke dalam sarang BBW tanpa harus membayar. Karena memang tidak dikenakan biaya untuk masuk ke BBW, hanya saja jika pengunjung membludak, kalian harus sedikit bersabar untuk mengantri. Tetapi ada pengecualian melewati jalur khusus tanpa harus mengantri untuk lansia, ibu hamil, ibu menyusui, dan anak-anak.

5. BBW berlangsung 24 jam, jadi pastikan kalian berkunjung di waktu yang tepat. Jangan salah kira BBW akan sepi saat malam hari. Selama BBW berlangsung, kami sudah pernah mencoba semua waktu dari yang berangkat pagi hari, siang hari, sore hari, malam hari, bahkan waktu shubuh pun kami jabanin. Dan wow! Tetap rame gais. Tapi memang ada kalanya waktu padat merayap oleh pengunjung dan ramai lancar penuh pengunjung. Waktu ramai tapi lancar dan gak crowded ya mulai jam 11 malam sampai jam 10 pagi. Selebihnya sih crowded. Itu yang aku alami selama BBW berlangsung. Dan karena job jastipers, jadilah kami juga mencari-cari timing yang pas kapan waktu restock buku :D

6. Bagi kalian yang ingin menyediakan jastip, pahami istilah-istilah live shopping (LS), wishlist (WL), dan sejenisnya. Akan lebih baik sebelum LS kalian mengabarkan di WAG sehingga member grup bersiap-siap untuk join LS. Jika banyak member yang join LS, maka akan besar kemungkinan kamu akan mendapatkan orderan buku tambahan selain dari pada buku-buku yang sudah menjadi pesanan alias WL. Karena mencari buku saat LS lebih mudah daripada harus mencari WL diantara ribuan buku yang bersarang di BBW.

7. Terakhir dan yang terpenting, sediakan dana modal untuk menalangi pembelanjaan para wolfies yang mengandalkan jastip. Bisa berupa tunai atau kredit, terserah kalian mau memilih yang mana karena keduanya tetap bisa mendapatkan cashback voucher maksimal 500 ribu rupiah apabila diklaim. Meskipun di awal sudah ada kesepakatan mentransfer sejumlah uang untuk deposit, tetapi pada faktanya, banyak para pengguna jastip yang pada akhirnya memilih untuk mengirimkan uang belanjaan mereka melalui market place yang menyediakan jasa free ongkir yang sudah disepakati oleh kedua belah pihak tentunya. Sehingga dana modal akan sedikit lebih lama untuk kembali karena tertahan di market place sampai paket sampai ke tempat penerima. Oleh karena itu, alangkah baiknya juga kepada para wolfies yang memakai jastip untuk tidak berbudaya Hit and Run alias tetap mentransfer sejumlah dana untuk deposit kepada jastipers yang sudah dipilih. Kasihan kan kalau bukunya sudah dapat namun yang memesan malah tidak peka untuk segera membayar sejumlah biaya yang telah disepakati. Insya allah jika keduanya saling amanah, semua transaksi pun menjadi berkah. Aamiin.

FYI aja nih, setelah mendadak mengambil alih job jastiper, benar adanya lho screenshotan ig story tentang emak-emak milenial yang bilang keuangan bocor karena BBW. Pasalnya aku melihat dengan mata kepalaku sendiri bahwa belanjaan titipan setiap ibu di BBW rata-rata nominal minimalnya saja bisa mencapai ratusan buku, bahkan ada yang sampai berjuta-juta rupiah demi membuat perpustakaan mini untuk sang buah hati, bukan apaan sih lagi ini mah *LOL. Mungkin sekian dulu ulasan kali ini. Terima kasih banyak untuk kalian yang sudah meluangkan waktu untuk membaca :)

Tambahan dikit nih: bagi readers yang ingin membeli buku BBW, ada beberapa buku anak yang ready stock lho. Ada Finger Book Pippa The Panda, Sticker Book Stickersaurus, Activities Book Kimmidoll Junior, Wipe and Clean Book Times Table. Silahkan dicek disini dan scrolling aja ya :)

Sampai jumpa di BBW yang akan datang!

Silahkan tinggalkan jejak terbaik di kolom komentar :)









2 comments:

  1. Aaaaa BBW udah beberapa kali diselenggarakan di Indonesia, di beberapa kota. Tapi saya ikutnya baru sekali tahun 2016 lalu di Surabaya. Habis itu belum ada kesempatan lagi :(

    Padahal asik banget, meski ga beli buku banyak....cuma jalan-jalan di antara buku xD

    ReplyDelete