-->

MERDEKA DARI SPIDERBLOG

Blogger Perempuan
SpiderBlog: Blog yang jarang diperbarui kontennya


Hari ini adalah hari kemerdekaan Indonesia yang ke 75. Tidak terasa pula sudah 11 tahun saya mengurus blog ini. Mungkin sama seperti sebagian blogger lainnya, pertama kali saya membuat blog ini karena tugas sekolah. Lambat laun blog ini pun sebatas menjadi diary online.

Sampai pada akhirnya 2012 saya masuk dunia perkuliahan. Meski nama blog ini tidak pernah berubah, selalu bernama HANYA TULISAN ISENG DI WAKTU SENGGANG. Tetapi isinya kemudian bertambah menjadi materi-materi dan laporan semasa menjadi mahasiswa.

Masih sama memang, saya menulis hanya ketika di waktu senggang. Hanya ketika sedang mood. Menulis tanpa memikirkan apa itu niche. Pokoknya saya mau nulis ya sudah nulis saja. Tidak pusing dan memikirkan pola bahasa, konten, apalagi hingga memonetisasi blog.

Tetapi justru di penghujung Desember 2018 niat saya untuk ngeblog lebih rajin semakin menjadi-jadi. Ya, memang semua berawal dari keinginan untuk mencatat setiap tumbuh kembang anak. Ada rasa yang kuat untuk mengubah blog saya yang tadinya blogspot.com menjadi domain berbayar.

Agustus 2019 akhirnya tercapai keinginan tersebut setelah tarik ulur yang cukup lama. Dan ketika itu pula saya bergabung untuk pertama kalinya ke dalam komunitas blogger agar saya semangat dalam mengisi konten. Tapi ternyata tidak semudah itu.

Ada hari-hari dimana saya malas dan benar-benar tidak bisa menulis. Bahkan kebutaan saya terhadap nilai DA, spam score, tukar backlink menjadikan blog saya yang sudah berbayar tidak terpakai begitu saja. Apalagi jika mengingat pendaftaran adsense di web saya selalu bermasalah.

Hanya saja saya beruntung mengikuti komunitas blogger. Ada banyak informasi baru tentang blog yang saya dapati dari ribuan chat hasil diskusi sesama member. Pelan tapi pasti, saya mencoba untuk terus mengoptimalkan niat ngeblog.

Tidak lagi sebulan sekali, seminggu sekali akhirnya saya mulai menulis dan mengisi blog saya. Saya juga akhirnya paham niche yang saya senangi ada pada topik apa. Saya selalu berusaha untuk mendaftar di setiap ada info kelas blogger yang diberikan secara cuma-cuma.

Pelan tapi pasti blog saya kini tak lagi sepi konten. Saya juga mulai mendapatkan job dari blog setelah nilai DA blog meningkat. Dari pencapaian-pencapaian ini, kini blog saya tak lagi bersarang dan merdeka dari spiderblog. Nah di bawah ini adalah cara-cara saya terbebas dari spiderblog. Dibaca perlahan ya!

Mulai dari kelas menaikan DA oleh Mas Irwin dan teman-teman coach lainnya, hingga bertemu dengan kelas Mba Ani Berta dalam Komunitas ISB saat ini. Banyak hal yang sangat mengubah konsep ngeblog yang selama ini saya terapkan. Ditambah setelah mengikuti webminar Mengisi Kemerdekaan dengan Postingan Positif.

Webminar KPPPA
Webminar KPPPA


Mengubah Ide Menjadi Konten Positif

Mba Ani Berta berkata dalam webminar tersebut bahwa salah satu cara berjuang di era sosial media adalah dengan cara menguatkan konten personal. Ucapan ini pun dikuatkan oleh Kang Maman Suherman yaitu apabila kita ingin menguatkan konten personal, maka kita harus produktif pada sosial media yang kita kelola.

Caranya bisa dengan membuat konten yang benar, baik dan bermanfaat. Tidak harus membuat konten yang menjadikan kita viral. Tetapi justru konten yang dibuat haruslah mencerahkan, membuka wawasan, dan memberdayakan.

Karena jika konten kita baik, bagus, dan bermanfaat, tanpa harus susah payah pun pengunjung akan dengan sendirinya mampir ke blog kita. Seperti yang Mba Amy bilang, viral adalah bonus dari konten yang kita buat. Terlebih Mba Amy berkata dalam webminar tersebut bahwa konten yang kita buat adalah cerminan dari si pembuat konten tersebut.

Mungkin ada satu titik jenuh dimana otak kita mendadak blank tidak ada ide. Ketika sedang berada di titik ini, biasanya saya mencoba membaca lebih banyak. Jika bosan membaca, saya menonton film atau mendengarkan podcast. Hal ini sama seperti yang Mba Amy paparkan, dimana sesungguhnya seorang individu akan membuat sebuah karya seiring dengan perkembangan waktu, sejarah dan perilakunya.

Perilaku biasanya berasal dari sebuah fenomena di masyarakat yang menjadi inspirasi seseorang. Inspirasi ini tentu awalnya berasal dari karya yang dinikmati oleh seseorang tersebut, baik karya literal, audio, maupun visual. Sebagai blogger, tentu karya seorang blogger yang dapat menginspirasi adalah ulasan yang ditulis oleh blogger di media yang dikelolanya.

Oleh karena itu, menurut Mba Amy, jika ingin membuat konten, yang pertama kali harus disiapkan adalah diri kita sendiri. Jika dianalogikan ke dalam dunia blogger, kita harus menyiapkan niche atau tema yang gue banget nih. Selanjutnya setelah niche itu ada, sebelum membuat konten, pastikan tujuan kita memilih niche tersebut sebagai konten yang akan terus-menerus konsisten untuk dibagikan ke pembaca.

Apakah alasan kita memilih konten tersebut hanya untuk viral? Atau untuk mendapatkan uang? Yang pasti alasan yang harus ada adalah kebermaknaan yaitu membuat pembaca blog kita menjadi sesuatu yang menginspirasi seseorang sehingga orang tersebut secara sukarela menjadikan konten kita habbit value atau nilai dasar dari kebiasaan yang akhirnya ia lakukan agar kemudian ada individu maupun kelompok lainnya yang ikut terinspirasi dari yang ia lakukan.

Sebagai blogger kadang membuat konten untuk satu niche pun selalu ada saja alasannya untuk menjadi tidak cukup dan merambah ke niche lainnya. Saya juga pernah mengalaminya. Ya tidak mengapa, yang terpenting adalah ketika kita kehabisan ide untuk sebuah konten, biasakan diri untuk melihat sekitar. Biasakan untuk melihat ketimpangan atau gap antara teori dengan realita yang terjadi di dunia nyata.

Kembangkan lah ide-ide tersebut ke dalam media apapun, karena disini saya sedang membahas tentang blog, maka kembangkanlah media tersebut dengan sentuhan rasa agar mengena kepada pembaca. Selanjutnya, kembangkanlah ide tersebut dengan teori yang ada dari sumber yang valid agar konten yang kita ciptakan bukanlah konten hoax.


Berjuang di Era Sosial Media

Mengapa hoax menjadi penting untuk diperhatikan, karena sebagai pembuat konten, kitalah yang menjadi penanggung jawab akibat dampak negatif dan positif yang diterima oleh penikmat dan pemerhati konten kita. Apalagi di era milenial, banyak sekali kesimpangsiuran yang mudah tersebar atas kemudahan berbagi di era industri 4.0 ini.

Namun menurut Mba Ani Berta masih dalam webminar yang sama, kita sebagai pembuat konten dapat melawan hoax dengan cara mengawal informasi yang kita terima dengan amunisi edukasi tentunya. Bagaimana cara mengawalnya? informasi apapun yang kita terima di sosial media wajib diverifikasi terlebih dahulu kebenarannya. Minimal mengecek informasi tersebut ke 3 media berbeda.

Sebagai blogger, tentu kita juga membuat konten, oleh karena itu Mba Ani menyarankan untuk menguatkan konten yang kita produksi dengan penguatan unsur personal. Misalnya dengan berbagi tutorial, berbagi wawasan dan refleksi ilmu dari tokoh yang kita temui. Karena hal tersebut dialami langsung oleh diri kita, sehingga tentu dapat meminimalisir konten hoax.

Menurut Mba Ani, kita tidak dapat mengendalikan orang lain, tetapi kita dapat mengendalikan sikap kita. Oleh karena itu, cara lain melawan hoax adalah dengan menjadi corong informasi, baik sebagai corong untuk masyarakat, pemerintah, maupun untuk diri sendiri.

Menjadi Produktif dengan Sosmed

Untuk menjadi corong informasi, tentulah yang pertama kali harus ditingkatkan adalah kapasitas diri kita pribadi. Berdasarkan penuturan Kang Maman dalam webminar yang sama, agar dapat mengelola sosmed secara produktif, yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari adalah 5R.

R yang pertama adalah read atau membaca. Pembuat konten yang baik adalah sosok yang suka membaca. Setelah dibaca, dicatat poin-poin penting dan tidak pernah bosan untuk terus-menerus membaca. R yang kedua adalah riset. Konten untuk media apapun harus didasari riset agar dapat meminimalisir kesalahan.

Karena jika salah dalam membuat konten, maka akan salah dalam penyampaian. Oleh karena itu R yang ketiga yaitu reliable sangat berkaitan dengan R yang pertama maupun R yang kedua. Selanjutnya R yang keempat adalah reflecting. Kita boleh berbeda sudut pandang, asalkan tetap pada alur yang seharusnya, yaitu membuat konten yang bermakna dan meminimalisir hoax.

R yang terakhir adalah w(R)ite. Tulislah apa yang kita lihat, apa yang kita rasakan, apa yang kita baca. Karena dengan menulis, ide-ide yang tersimpan di dalam akal kita akan menjadi lebih nyata dan terstruktur serta bermanfaat untuk siapapun yang membacanya. Karena melalui tulisan pun kita dapat berkomunikasi, berkolaborasi, mengasah kreativitas, serta berfikir lebih kritis. Jika sudah demikian, maka membuat konten pun akan lebih mudah sehingga media yang kita pakai untuk membuat konten seperti blog tak lagi bersarang laba-laba karena kehabisan ide.

Semoga ulasan ini bermanfaat. Tulisan ini juga diikut sertakan pada minggu tema komunitas Indonesian Content Creator. Silahkan tinggalkan jejak terbaik di kolom komentar dan kembali berkunjung ya :)





Karimah Iffia Rahman
Seorang perempuan sagitarius yang hidup dalam peran ganda sebagai istri, ibu, dan penulis lepas. Karya pertamanya yang berhasil diterbitkan berada dalam Buku Antologi Menyongsong Society 5.0

Related Posts

12 komentar

  1. Kupikir spiderweb ada kaitannya sama metode crawling mesin pencari, ternyata maksudnya ini toh hehehe. Mbak termasuk rajin lho padahal update blog di tengah kesibukan keluarga yang pastinya banyak sekali. Btw jadi penasaran sama acara selengkapnya, ada enggak yaa di YouTube.

    BalasHapus
  2. Sempet juga nih ngalami spiderblog 2 tahun kemaren, huhu.. Tapi, alhamdulillah, tahun ini mulai lagi semangat-semangatnya ngeblog, ini juga karena kenal sama ibunya Kafa loh, hihi.. makasih ya buuu :*

    Bertaut di dunia media sosial memang penuh tantangan sih ya. Semua tergantung masing-masing. Tapi ya harusnya berbagi yang baik-baik yaa..

    BalasHapus
  3. Aduh blog yg banyak sarangnya ni hampir terjadi sama gioveny.com
    Akibat pandemi, otakku rasanya mati rasa gitu gak mood posting apapun.
    Mau posting soal corona udah jengah duluan
    Alhamdulillah sekarang mulai membaik moodnya
    Merdeka!

    BalasHapus
  4. blogku dulu berarti juga pernah dapet spiderweb. Hehe. Untungnya masih inget sama akun dan bisa dilanjutkan sampai sekarang

    BalasHapus
  5. Waduh luamaa bener mbak maen blognya, udah 11 tahun aja yah. Semoga selalu aktif mbaknya, dan aktif pula ICC nya hehe

    BalasHapus
  6. Masih jadi pr banget ini aku. Kayanya harus mulai berbenah lagi deh. Lagi down banget ngeblognya.

    BalasHapus
  7. Sukses terus mba Iff. Selalu menebar manfaat. Menimba ilmu kek gini harus disempetin emang yaaa

    BalasHapus
  8. Harus semangat yaaa membuat konten bermakna dan berkualitas. Meski masih suka nggak pede, tp selama baik emang kudunya ya lanjut aja yaa

    BalasHapus
  9. Waah pengen juga dong da nya naik, terus bisa dapet job dari nulis di blog. Biar domain yang ku beli ini ada manfaatnya. Hehe eh,

    BalasHapus
  10. Horeee!! Emang susah ya kadang memotivasi diri sendiri untuk rajin ngeblog secara konsisten. Semoga istiqomah ya kita semua, aamiiinnn

    BalasHapus
  11. Dari sekedar isi waktu luang, iseng nulis, tapi pada akhirnya blog keisi dengan tulisan yg bermanfaat ya kak..

    Ditambah lewat blog membawa kita ke circle yg isinya orang2 se-passion. Semangat terus nulis kak :)

    BalasHapus
  12. wow, selamat 11 tahun nge blog ibu kafa (^__^)
    saya termasuk yang banyak dibantu lho sama ibu kafa selama ngeblog, juga berkomunitas. semoga makin sukses blogging ya bu.

    saya kira spiderweb itu semacam jigling, hahaha ternyata bukan

    BalasHapus

Posting Komentar

Subscribe Our Newsletter