Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Harapan Seorang Perempuan (Sebuah Resolusi Tahun 2020)

Harapan Seorang Perempuan (Sebuah Resolusi Tahun 2020)
Harapan Seorang Perempuan (Sebuah Resolusi Tahun 2020)

Harapan seorang perempuan (sebuah resolusi tahun 2020 dan catatan akhir tahun). Tentu di antara kita memiliki resolusi yang berbeda mengingat masing-masing dari kita adalah seorang individu yang berbeda.

Saya pribadi tentu memiliki resolusi dalam hidup yang saya jalani selama ini. Banyak tentunya. Tetapi lambat laun saya menurunkan tingkat idealisme terhadap pencapaian resolusi itu sendiri dan agar berbanding lurus dengan kehidupan nyata yang harus dijalani.

Menurunkan Ekspektasi dalam Meraih Resolusi

Hal ini cenderung saya lakukan semenjak menjalani hari-hari sebagai seorang ibu. Awalnya saya masih sering berekspektasi tinggi. Tetapi lambat laun hal itu sering membuat saya mengeluh dan emosi.

Akhirnya saya memutuskan untuk tidak berekspekasi tinggi. Harapan tentu ada, tetapi sebisa mungkin saya menurunkan ekspektasi agar lebih mudah saya berucap syukur ketimbang harus selalu mengeluh.

Jujur, beberapa tahun terakhir jika ditanya apa resolusimu tahun lalu, tahun ini, dan tahun yang akan datang, saya sendiri bingung mau berbicara dan menulis apa tentang resolusi tersebut.

Karena ya itu tadi, jauh-jauh hari saya sudah menurunkan tingkat ekspektasi pada harapan-harapan yang saya inginkan, oleh karena itu, keadaan apapun jika itu adalah hal baik sebisa mungkin saya syukuri dan menganggap bahwa hal itu adalah sebuah resolusi yang tercapai.

Meski menurunkan ekspektasi, tetapi saya masih tetap berdo'a. Ya, anggap saja do'a itulah yang selama ini menjadi resolusi dalam hidup saya. Sama seperti resolusi, do'a tidak selalu hadir tepat waktu.

Ada kalanya Allah mengabulkan do'a kita saat itu juga, ada juga kalanya Allah menunda mengabulkan do'a kita bahkan Allah tidak mengabulkan do'a kita tetapi menggantinya dengan hal lain yang lebih baik di waktu yang tepat.

Ya seperti itulah konsep resolusi dalam hidup saya saat ini. Jika resolusi ada sebuah pencapaian target pada tahun-tahun tertentu, maka kali ini dengan menurunkan ekspektasi, saya tetap memiliki resolusi, tetap berdo'a tetapi perbedaannya ada pada tingkat ekspektasi dan waktu pencapaian.

Karena pencapaian terbaik adalah waktu pencapaian yang sudah ditetapkan oleh Allah. Selebihnya adalah tugas kita, yaitu berusaha dan berdoa seoptimal mungkin.

Kapan resolusi itu akan tercapai? Hanya Allah yang Maha Mengetahui, Maha Mengatur, dan Maha Berkehendak. Dengan menyerahkan setiap target pencapaian resolusi kita pada Allah, maka hati saya secara pribadi lebih tenang, karena tidak dilingkupi perasaan kapan ya, kapan ya.

Karena saya yakin, kita semua bisa saja memiliki tujuan yang sama tetapi langkah dan jalan yang kita lalui berbeda. Apabila kita yakin pada Allah dan tetap bertawakal semaksimal yang kita bisa, maka insya Allah kita akan sampai pada hari pencapaian resolusi yang selama ini kita impikan.

Catatan Akhir Tahun 2020

Tentu tahun 2020 sangat merubah banyak segala aspek dalam kehidupan kita termasuk saya pribadi. Tahun ini terasa begitu singkat, kita seperti berada dalam film Endgame dan melipat waktu. Menyaksikan banyak kehilangan, kepedihan, dan kebersamaan di waktu yang bersamaan.

Bersama-sama kita melakukan berbagai aktivitas yang berbeda meski di rumah saja, tetapi di waktu yang sama menahan pilu melihat banyaknya tenaga medis, ulama, beserta penderita covid yang wafat di era pandemi ini.

Sejak awal tahun saya yang masih wira-wiri menghadiri beberapa kegiatan di luar rumah lantas izin pamit meninggalkan keluarga di Jakarta untuk menemani suami di Samarinda. Maret hingga Juli terlewatkan begitu saja di dalam rumah.

Puasa, lebaran Idul Fitri dan lebaran Idul Adha dihabiskan untuk beraktivitas di rumah. Mencoba menyibukan diri dengan berbagai aktivitas dan meng-upgrade kemampuan di dalam diri.

Artikel ini diikutsertakan minggu tema komunitas Ibuku Content Creator

Mulai dari mencoba peruntungan mengikuti giveaway hingga menjadi partner beberapa brand dalam menyuarakan brand awareness dalam sebuah kerjasama. Mulai dari hanya menjadi kontributor lepas mubadalah.id lantas diajak untuk berpartisipasi mengadakan sebuah acara dan merambah menjadi kontributor media lainnya.

Mulai dari membuat grup untuk saling mendukung kegiatan bersosial media lantas menjadi sebuah komunitas meski hanya bertemu diantara ribuan feed yang saling terkoneksi.

Kehidupan semakin getir ketika pada akhirnya harus menjadi salah satu keluarga yang merasakan kehilangan anggota keluarga lainnya di tengah pandemi. But life must go on no matter what.

Selalu ada ujian sebelum naik di tangga kehidupan yang selanjutnya. Pada akhirnya kini saya kembali ke tanah kelahiran. Mencoba untuk berbakti dan mengabdi dengan ilmu seadanya. Maka terjalnya perjalanan ini membuat saya tetap harus memiliki sebuah resolusi.

Semangat, Sabar, dan Salat

Seperti yang sudah disebutkan diatas, resolusi tahun ini tentu tidak muluk-muluk. Tidak berekspektasi tinggi. Bisa bangun malam setiap hari, keluarga diberi sehat wal afiat, rizki yang halal barokah melimpah bermanfaat, rutin menulis dan memiliki karir ataupun usaha yang tepat dan tetap, semangat mengaji dan menuntut ilmu,

dapat mengikuti jadwal matrikulasi S2 yang sudah dijadwalkan oleh pihak kampus, masih bisa tadarus dan membaca dalail, melihat perkembangan ICC dengan membernya yang solid dan humble, bebas finansial, tumbuh kembang Kafa optimal, dan selalu harmonis dengan suami, keluarga, dan juga lingkar pertemanan bagi saya adalah sebuah resolusi yang saya harapkan dapat terwujud di tahun 2021.

Meski getir, saya tetap harus berterima kasih pada tubuh, hati dan fikiran saya, semesta, dan juga Allah yang telah membuat saya dapat melalui tahun yang penuh kejutan ini.

Mudah-mudahan tahun 2021 Allah beri keajaiban yang tak terduga dan penuh kebahagiaan untuk kita semua khususnya untuk saya pribadi. Sekian, semoga teman-teman juga dapat mengambil hikmahnya. Semoga ulasan resolusi ini dapat bermanfaat. Silahkan tinggalkan jejak terbaik di kolom komentar :)

Kata kunci: Harapan, Resolusi, Pencapaian, Hidup.

Karimah Iffia Rahman
Karimah Iffia Rahman Seorang ibu yang kini melanjutkan studi S2 jurusan Kebijakan Publik. Karya pertamanya yang berhasil diterbitkan berada dalam Buku Antologi Menyongsong Society 5.0. Sebagian pemasukan dari artikel berbayar pada blog ini disalurkan untuk pendidikan anak-anak yatim dan duafa. Untuk bekerjasama ataupun menjadi donatur pendidikan S2 yang sedang ditempuh, dipersilahkan menghubungi via iffiarahman@gmail.com

23 komentar untuk "Harapan Seorang Perempuan (Sebuah Resolusi Tahun 2020)"

  1. Akupun kalo ditanya apa resolusimu, mesti mikir dulu, entah sangking banyaknya atau malah nggak ada, haha..

    Tahun yg luar biasa bu, kesedihan dan kebahagiaan memang pasti selalu ada mengiringi kehidupan kita. Semoga apapun itu, semakin menjadikan kita manusia yang lebih baik dari sebelumnya, aamiin..

    BalasHapus
  2. Aku baca tulisan bu kafa kaya lagi merenungi banyak hal tentang nilai-nilai kehidupan. Banyak poin yang bisa aku ambil. Salah satunya apapun masalah yang kita hadapi kita harus selalu berjalan maju. Selalu ada batu ujian untuk naik tingkat dll.

    BalasHapus
    Balasan
    1. halo ibu kafa, mau komen tapi pengen komen teh Rina dulu soalnya kita satu rasam hehehe. sibuk bikin resolusi sampai lupa bikin harapan yang utama, yaitu tetap mempertahankan dan menjalni yang sudah kita jalani sekarang. apalagi jika lebih baik dan lebih bagus.

      saya setuju sama ibu kafa, sedetailnya kita bikin resolusi dan perencanaan, Allah yang menentukan. makanya kenapa kadang saya gak pernah bikin resolusi, cukup bikin satu - dua point utama aja. sisanya ikhtiar sambil tak lepas do'a semoga Allah memberi keajaiban.

      Hapus
  3. Meski banyak kendala di tahun ini tapi banyak hikmah yang bisa diambil ya mbak. Semoga di tahun 2021 banyak kejutan dariNya..

    BalasHapus
  4. semoga apa yang menjadi resolusi 2021 lancar yaa.

    Saya pun berharap semoga tahun 2021 in akan lebih baik lagi, lebih sehat semua anggota keluarga termasuk saya dan juga teman-teman.

    BalasHapus
  5. Bener, setelah evaluasi resolusi selama ini sepertinya emang jangan muluk-muluk dulu. Yang penting ada yang terealisasi. Keluarga sehat, itu sudah menjadi barang mewah di saat pandemi. Tapi tetep harus berani bermimpi :)
    Semoga ibu kafa kuliahnya lancar dan semua sehat selalu.

    BalasHapus
  6. Hanya bisa berdo'a. semoga harapan-harapan IbuKafa bisa terwujud dan segala langkah dimudahkan Allah aamiin

    BalasHapus
  7. insyaAllah bu, mari kita susun dan lakukan satu persatu serta berdoa lebih kencang agar semua bisa terwujud ya bu aamiin.

    BalasHapus
  8. Kak boleh tanya pendapatnya? Kalau target 2020 tidak tercapai bagaimana tuh? Saya jadi nyerah bikin target

    BalasHapus
    Balasan
    1. introspeksi, lihat kenyataan, lalu sesuaikan mimpi dengan kehidupan nyata sehingga target yang dibuat bisa lebih mudah diraih :)

      Hapus
    2. Hmm... Benee juga sih kak. Trims sarannya

      Hapus
  9. Ibu Kafa,
    Semoga tahun 2021 makin sukses ya dengan blogging, ICC dan kuliah. aku mau bilang makasih banyak sebanyak - banyaknya, setahun terakhir ini aku banyak di bantu ibu kafa di dunia blogging. sejak pertama di undang ICC dulu dan sekarang kita partner in crime, eh.... parhner in ICC event, hihihi. makasih banyak yang tak terhingga pokoknya. semoga kebaikan ibu kafa di balas Allah lewat serangkaian keajaiban tahun depan. Aaminn.

    BalasHapus
    Balasan
    1. aamiin, terima kasih teh eka, sami2, senang bisa jadi partner saling bantu bareng teh eka, hhihihi... i lost my word but semoga doa kita semua terkabul...

      Hapus
  10. Harapan memang candu ya kak Iff. Tapi kadang memang harapan terlalu tinggi bisa bikin stres dan tertekan. Lebih baik jadi pribadi yang selalu mensyukuri apapun pencapaian hari demi hari.

    Turut berduka atas kehilangan kak Iff, yuk kita sama2 semangat dan melakukan terbaik di 2021 nanti.

    BalasHapus
  11. tahun ini gara2 gabung ICC aku tahu yg namanya blogwalking jadi jadi lebih sering ngeblog, dan ituuuu tul tul gambar love di instagram sampe ribuaaan, seru dan pegel rasanya haha. makasih ya ibukafa..

    tahun ini mgkn banyak sekali resolusi yang diturunkan ya ekspektasinya. tapi semoga segala kebaikan yang muncul jadi berkelanjutan dan harapan-harapan yang tertinggal satu persatu bisa tercapai. Aamiin

    BalasHapus
  12. MasyaAllah semoga terkabul apa yang diinginkan ya Mba, sekalipun sederhana.
    Aku juga sekarang punya kebiasaan menyenangkan, sebelum bangun selalu berterima kasih masih diberikan kesempatan bernapas menikmati hari. Semangat kita

    BalasHapus
  13. Bener. 2020 terasa singkat sekali ya but syukur kita bisa melewati tahun yang penuh kejutan ini. Saya pun berHARAP semoga tahun depan bisa lebih baik lagi

    BalasHapus
  14. Sebanyak apapun rencana dan harapan, tetap semua keputusan ada di tangan-Nya ya mbak. Dengan baca tulisan ini saya kembali merenung ttg resolusi yg telah saya susun. Terima kasih buat tulisan ini mbak. Semoga kita semua bisa menjadi hamba-hamba terbaik di hadapan-Nya. Aamiin

    BalasHapus
  15. Salah satu yang bikin aku kagum sama ka iff adalah ketangguhanna :') Semangat teruss ka Iff, mudah-mudahan resolusinya di tahun 2021 tercapai yaa, aamiin

    BalasHapus
  16. Semangat trus dan makin sukses ya ibu kaffa, smoga alm.bapak tenang dan mendapat yg terbaik di sisiNya

    BalasHapus
  17. Tetap optimis dan bersyukur dari apa yang telah diraih ya, mbak. Terimakasih telah membangun ICC. Belum nemu grup yang supportnya seperti ini.

    BalasHapus
  18. Ketika menjadi ibu memang banyak resolusi yanh meleset mba pengennya apa ternyata hanya sempetnya gini aja, memang harus menurunkan ekspetasi biar bisa terealisasi

    BalasHapus
  19. Menjadi ibu adalah anugerah teri dan dr Tuhan, sejak jd ibu resolusi sy thun depan berbeda dr tahun sebelumnya

    BalasHapus