Buku Antologi Menyongsong Society 5.0


Setiap orang yang gemar menulis pasti ada sepercik keinginan di dalam hatinya untuk bisa suatu hari nanti - entah kapan - tulisannya akan diterbitkan, dan menjadi sebuah buku, jendela dunia.

Jika itu adalah benar, maka ketika ada sebuah broadcast bertulisan Find The Author in You, artinya selangkah lagi mimpi itu akan menjadi kenyataan.

Antologi berasal dari kata Yunani yang artinya karangan bunga atau kumpulan bunga. Oleh karena itu, buku antologi adalah sebuah buku yang di dalamnya terdiri dari kumpulan naskah-naskah baik itu puisi, cerpen, esai dan sejenisnya yang terangkum dalam satu buku.

Buku Antologi Menyongsong Society 5.0 adalah kumpulan esai peserta Lokakarya "Terbitkan Ceritamu jadi Buku" yang digagas oleh Jogja International Writing Academy 2019 atau lebih dikenal dengan Jiwa Academy.



Disclaimer: dimohon kepada pembaca untuk mengklik tulisan yang menyambungkan dengan tulisan yang lainnya karena akan menjadi sebuah kisah yang berkesinambungan dan menarik untuk dibaca.


Sekilas, kesan pertama ketika melihat buku ini memang terlihat seperti buku dengan "isi (pemikiran) yang berat". Faktanya, buku ini memang berisikan tentang gagasan-gagasan yang amazing namun dikemas dengan gaya bahasa yang mind blowing sehingga awam pun akan mudah memahami isi gagasan dari setiap penulis yang tertuang dalam tiap rangkaian kata.

Seorang teman berkata kepadaku bahwa saat ini kita hidup di dalam revolusi industri 4.0 yang mana dengan bantuan teknologi, informasi sangat mudah tersebar. Meski tertatih dan banyak yang perlu dikejar, kita sebagai masyarakat Indonesia harus bersiap menuju revolusi industri 5.0 dimana revolusi ini digadang-gadang sebagai Super Smart Society karena kehidupan masa itu akan lebih canggih daripada saat ini tentunya karena adanya sistem robotisasi yang mana desainernya adalah manusia.

Berat bukan? Tetapi coba simak penjelasan selanjutnya...

Meski buku ini terlahir dari gagasan revolusi industri 5.0 yang tidak terlepas dari teknologi, namun isi di dalam buku ini tidak hanya tentang teknologi sebagai subjeknya melainkan juga membahas tentang masyarakatnya yang setiap judul yang disuguhkan oleh setiap penulis berkaitan dari naskah yang satu dengan naskah yang lainnya.

Meski ini adalah buku antologi pertamaku, lantas bukan berarti hal ini yang menjadikanku untuk memuji-muji buku ini. Justru setiap kali teman-temanku mengajakku membahas tentang buku ini via chat baik di grup ataupun jalur pribadi, aku selalu merasa bahwa tulisanku adalah tulisan yang paling biasa-biasa saja diantara tulisan yang lainnya. Tetapi karena ini adalah buku pertama yang tulisanku ada di dalamnya, tentu aku merasa senang dengan buku ini. Wajar.

Faktor lain yang membuatku senang membaca buku ini adalah seperti yang aku katakan sebelumnya, bagiku tulisanku adalah tulisan paling biasa-biasa saja. Lalu jika tulisanku biasa-biasa saja lantas mengapa aku senang membaca buku ini?

Ya! Aku senang membaca buku ini karena penulis lain membuatku tercengangkan dan tercerahkan. Tercengangkan karena banyak multi disiplin yang membuatku berfikir seharusnya aku mulai meliriknya agar wawasanku semakin bertambah, ben gak iku-iku wae sing dibahas gitu lho. Tercerahkan karena banya sekali multi disiplin yang tidak aku gubris padahal sangat erat kaitannya dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga setelah membaca buku ini pun aku banyak sekali belajar dari mereka untuk kehidupan di kemudian hari.

Di dalam buku Menyongsong Society 5.0 terdapat banyak naskah yang menginspirasi.

Ada pemerhati pendidikan yang menulis tentang Sistem Zonasi. Banyak orang merespon kesulitan dengan sistem yang kesannya dan memang nyatanya mengkotak-kotakkan zona tertentu untuk bisa bersekolah di sekolah tertentu. Tetapi hey, pikiranmu kan tidak lantas ikut terkotakkan, bukan?

Ada penulis yang latar belakang pendidikannya sains dan membahas tentang sains di masa 5.0. Masa yang akan datang, masa depan.

Ada seorang ibu rumah tangga yang dalam tulisannya berusaha untuk memutus rantai toxic parents agar anaknya lantas tidak mengalami hal yang mungkin pernah ia alami di masa lalu.

Ada seorang anak yang bercerita di dalam tulisannya bahwa lansia pun berhak merasakan peradaban teknologi apabila ia memiliki keinginan yang tinggi untuk belajar hal baru. Man Jadda wa Jada.

Ada seorang bapak yang menulis tentang upayanya untuk meminimalisir gadget dalam penerapan pola asuh untuk anaknya karena baginya teori pemberian gadget sesuai usia yang seharusnya pada dasarnya sangat berkaitan dengan pola asuh sampai dengan anak akil baligh dalam Islam.

Ada mahasiswa pasca sarjana yang menulis tentang representasi cantik yang semakin hari kian dikotak-kotakkan, padahal sesungguhnya cantik itu seperti yang girlband Cherry Belle bilang, kamu cantik apa adanya...

Ada seorang ibu bercerita dalam tulisannya yang memperjuangkan masa depan anaknya - yang mana anaknya berkebutuhan khusus gifted sehingga perjuangannya berbuah manis seperti sambil berenang meminum air, kembali berkuliah dan bertemu dengan hal yang selama ini ia hindari, menulis. Hal manisnya adalah kini ia merdeka dari perasaan takut untuk menulis, dan ia bisa menyelesaikan thesisnya, sebuah tugas 'menulis' untuk masterpiece mahasiswa pasca sarjana, sembari tetap menemani langkah putrinya yang juga berkuliah bahkan hingga wisuda bersamaan di universitas yang sama.

Ada seorang pelajar berusia 14 tahun yang tulisannya menggugah, tidak kalah saing dengan tulisan para akademisi setingkat mahasiswa baik tingkat sarjana maupun doktoral. Ia menulis tentang Ibukota dan Semangat Pemuda.

Masih ada banyak tulisan lainnya yang menginspirasi. Tetapi ah! Sebaiknya kalian harus mengadopsi buku ini dan mulai membacanya. Buku memanglah jendela dunia, tetapi kuncinya adalah dengan membacanya! Jika ingin mengadopsi buku ini, jangan sungkan untuk menghubungi author's contact ya :)






2 comments:

  1. keren mba, tulisannya masuk buku! saya harus beli bukunya nih!

    ReplyDelete
    Replies
    1. monggo mba, bisa dibeli di shopee di akun saya: iffiarahman :)

      Delete