SURAT CINTA 101112 UNTUK KAFABILLAH

Muhammad Kafabillah Amary
Doc. Pribadi

Surat Cinta Ke Sepuluh


Selamat sayangnya ibu, akhirnya bulan ini bisa berlalu dengan tetap banyak ke-hectic-an Ibu. Maaf ya sayang, namanya juga pertama kali menyandang gelar dan pekerjaan sebagai orang tua yang tidak ada preschool atau kursus ataupun les dan sejenisnya. Praktiknya ya langsung pas hari pertama jadi orang tua *LOL

Selama sebulan ini, setelah selesai dari perjastipan BBW, entah kenapa tiba-tiba Kafa mogok makan. Dibuatin mpasi homemade, geleng-geleng. Dibuatin mpasi instan juga geleng-geleng. Ibu bingung pastinya. Selama beberapa hari Kafa mogok makan, akhirnya ibu pasrah, ya sudah kalau memang maunya direct breast feeding (dbf) aja ibu ikhlas, itu yang ibu ucapkan dalam hati kala itu. Ada sekitar tiga hari Kafa tidak mau makan sama sekali sampai badannya mulai terlihat ramping tidak seperti biasanya. Begitu juga ketika digendong, lebih ringan daripada sebelumnya.

Tentu Ibu dan Ayah khawatir, karena memang Kafa sempat batuk pilek menjelang perhelatan BBW selesai. Sayangnya, dari tanggal 10 Agustusan sampai hampir mau terhitung dua bulan kok ditunggu-tunggu belum sembuh-sembuh. Akhirnya kami memutuskan untuk pergi ke dokter.

Sebenarnya Kami sudah paham bahwa batuk pilek pada bayi dapat bisa sembuh dengan sendirinya, Kafa juga biasanya kalau batuk pilek jarang sekali ibu beri obat, cukup dengan dbf plus skin to skin lebih sering dan berjemur dipagi hari pun sudah sembuh. Tetapi sudah melakukan hal yang sama kok belum sembuh, ditambah selain itu tiba-tiba setiap malam Kafa selalu rewel karena suhu badan meningkat. Lengkap sudah kekhawatiran Ayah dan Ibu. Akhirnya kami pergi ke dokter anak, tetapi dokter tersebut menyarankan untuk pergi ke dokter spesialis THT.

Saat kami konsul, kami juga sempat menanyakan perihal Kafa yang beberapa hari tidak mau makan. Bahkan setiap bertemu dengan sendok langsung mingkem kem kem tidak mangap seperti saat main yang maunya memakan semua mainan. Selain mingkem, Kafa juga sudah bisa menggelengkan kepala jika tidak mau makan. Dokter bilang, ibunya harus lebih kreatif, kalau masak untuk anak, jangan lupa untuk dicicipi. Kalau ibunya saja tidak suka, ya jangan dikasih ke anaknya. Diberi garam gula secukupnya pun diperbolehkan untuk menambah wawasan indra perasa anak.

Setelah konsul yang pertama masih juga tidak membuahkan hasil yang baik, akhirnya kami memutuskan pindah tempat periksa, provider kali ini meminta Kafa untuk dinebu agar bisa membantu mengurangi dahak pada tenggorokannya yang mana batuk pileknya juga belum sembuh. Tetapi ternyata me-nebu anak tidak semudah itu. Kafa tidak mau dan memberontak. Meski proses nebu tetap dijalankan sampai selesai, tetapi ibu merasa sepertinya treatment ini tidak menghasilkan perubahan yang sesuai dengan harapan mengingat saat dinebu Kafa terus menangis.

Melihat Kafa semakin ringan dan terlihat sekali penyusutan pada berat badannya, akhirnya Ayah dan Ibu memutuskan sekali lagi kami pindah dan pergi ke dokter spesialis THT. Saat diresepi dokter untuk menebus obat C***, ibu langsung konsul kepada dokter tersebut, ibu bilang Kafa pernah diminta meminum obat itu dengan dosis yang sama (1ml) dan selama seminggu tidak bisa pup. Akhirnya dokter tersebut mengganti dosis menjadi 0,1 ml. Alhamdulillah, selang 5 hari kemudian Kafa pun sembuh (dan pupnya tetap lancar).

Mengejutkan lagi, demam-demam yang Kafa alami setiap malam ternyata salah satu tanda bahwa akan ada gigi yang tumbuh. Alhamdulillah, selama sebulan ini gigi Kafa yang tumbuh secara sempurna sudah empat gigi. Meskipun jelas setelah itu menyusui rasanya lebih menegangkan karena pasti ada hadiah gigitan sengaja dari Kafa.

Uniknya lagi, setelah akhirnya beberapa hari Kafa mogok makan dan hanya mau minum ASI, akhirnya ketika kumpulan keluarga, Kafa memutuskan untuk menghentikan mogok makan dan mau makan satu pukis sampai habis. Disana ibu terkejut dan bahagia sekali. Ibu pun mulai berfikir, jangan-jangan ini pertanda naik tekstur. Viola! Sehabis kejadian ini, nafsu makan Kafa kembali dan Kafa mau makan apa saja, sayur bening sawi mau, ayam opor mau, bakso mau, kentang goreng mau, telur asin mau, ikan bandeng mau, telur (ceplok atau dadar) mau. Yang terpenting apa? Menunya tidak dalam bentuk bubur. Kalau dalam bentuk bubur, Kafa langsung mengelengkan kepalanya. Masya Allah tabarokallah... Memang setiap anak ini diciptakan sudah dengan seistimewa itu. Alhamdulillah nya lagi pupnya lancar. Dan dibulan ini, Kafa yang sempat turun berat badannya, alhamdulillah berat badannya kembali meningkat walaupun tinggi badannya belum ada perubahan, tapi gak apa-apa, insya Allah perkembangan Kafa tetap optimal.

Setelah kejadian ini, akhirnya seiring peningkatan tekstur mpasi pada Kafa, ternyata hal tersebut juga meningkatkan kosakata babling Kafa yang semakin bervariasi. Perkembangan Kafa bulan ini masih sama seperti bulan sebelumnya, masih pada babling-babling dan tentunya latihan berdiri yang masih lebih didominasi dengan rambatan dan merangkak. But it's okey. Mudah-mudahan naik bulan berikutnya Kafa latihan yang Kafa lakukan ada perubahan yang signifikan. Aamiin...


Surat Cinta Ke Sebelas

Surat kali ini ibu tulis sedikit-demi sedikit, karena akhir-akhir ini ibu kesulitan membuka laptop. Setiap ibu membuka laptop, Kafa selalu menghampiri. Atau baru saja ibu akan menulis, Kafa kemudian terbangun dari tidur dan akhirnya lagi-lagi ibu tidak bisa melanjutkan niat ibu. Apalagi bulan ini hp ibu yang LCD -nya terluka parah, akhirnya mati juga, tidak bisa terbaca sama sekali apapun yang ada di layar hanya hitam yang terlihat. :D

Bulan ini juga sama seperti dua bulan sebelumnya, ibu harus mengejar target ujian di tempat Bude Lina karena ya memang harus ibu kerjakan, daripada terus-menerus tertunda dan ditunda oleh ibu, kan gak baik juga. Selain itu karena ibu dan ayah akhirnya memutuskan untuk berbelok kepada haluan lain untuk takdir keluarga kecil kita, akhirnya ibu dan ayah sama-sama harus menyelesaikan pekerjaan yang harus kami selesaikan ditengah-tengah mengurus Kafa.

Sedihnya, saat sedang berkejaran dengan waktu. Mungkin karena kelelahan juga, sistem kekebelan tubuh ibu menurun, akhirnya ibu terkena gejala tipes. Hampir selama seminggu ibu merasa pusing dan demam. Setelah cek darah, meski semuanya dinyatakan normal oleh dokter, namun ada satu yang memang menunjukkan adanya bakteri Salmonela T. pada darah ibu. Selang beberapa hari setelah berobat, akhirnya ibu sembuh juga.

Saat ibu sakit kemarin, ada momen tersedih dimana saat itu Kafa mengantuk dan ingin menyusu, tetapi karena ibu sedang sakit, entah kenapa ASI terasa seret, Kafa pun merasa tidak nyaman ketika DBF karena seperti tidak ada yang keluar. Akhirnya setelah digendong oleh ayah dan diberi minum air putih, baru lah Kafa bisa tertidur.

Perkembangan Kafa sebulan ini, meski belum tumbuh dengan sempurna (dua gigi masih mungil-mungil), gigi kafa bulan ini sudah ada 6 gigi. 4 di atas dan 2 di rahang bawah. Kemudian Kafa juga sudah semakin suka memanjat. Apa saja yang bisa dipanjat, pasti Kafa panjat, seperti meja untuk mengaji atau meja laptop contohnya. Kafa juga sudah bisa tepuk tangan dan bermain capcipcup kembang kuncup. Sebenarnya Kafa sudah bisa berdiri, hanya saja ia masih suka merangkak dan merambat. Ibu kadang bingung cara menstimulusnya bagaimana agar Kafa pada akhirnya memutuskan untuk berani berdiri sendiri. Apalagi kalau sedang ingin dimanja, Kafa pasti mencari ayah karena ayah yang sering menggendong kafa.

Untuk babling Kafa sudah mulai bisa memanggil orang yang sering ia temui, seperti ayah dan ibunya. Hanya saja, entah kenapa baik ayah atau ibunya ia panggil semuanya dengan sebutan "ayah" *LOL. Sebuah ironi untuk seorang ibu. Tapi yah mau bagaimana lagi? *LOL. Kafa juga sudah semakin baik ngocehnya, sudah ada kata Ba, Ma, Ta, Ca, hmmmm... apalagi yah. Yah pokoknya lebih banyak daripada bulan sebelumnya.

Makanan yang Kafa makan masih mpasi instan atau menu yang ayah dan ibu makan. Kafa juga memakan menu yang kami makan tidak disaring-saring lagi karena anaknya maunya sama seperti yang kami makan *LOL (jangan ditiru). Oleh karena itu, ibu benar-benar menyuapi Kafa dengan takaran semini mungkin agar Kafa bisa melumatnya dengan baik. Biasanya Kafa lebih sering menghabiskan menu yang ayah ibu makan daripada mpasi instan. Tetapi ibu tetap menyediakan mpasi instan untuk menu makan Kafa. Yah selang seling saja agar nutrisi kafa tercukupi dan pertumbuhan Kafa optimal. Aamiin. Bulan ini Kafa belum ditimbang, tetapi alhamdulillah tinggi badan Kafa ada peningkatan dari bulan sebelumnya.

Kafa saat ini sangat senang dengan buku, entah itu boardbook, finger book, ataupun buku bantal. Kafa sudah mulai bisa membuka-buka dan menunjukan rasa tertarik pada suatu gambar dalam sebuah buku. Kafa juga akhir-akhir ini sangat suka bermain dengan hal terpenting di dalam unsur per-DBF-an. Kadang Kafa ajak bicara, kadang hanya dilihat saja, kadang juga dibuat mainan *LOL. Memang bayi tu unik. Subhanallah...

Sehat selalu ya nak, mudah-mudahan Ibu dan ayah bisa menjadi orang tua yang terbaik untuk Kafa, dan kafa bangga memiliki orang tua seperti kami. Aamiin.

Sampai sini dulu ya cerita bulan ini, semangat tambah bulan anak sholih Ibu.


0 Comments:

Post a Comment