Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Surat Cinta untuk Kafabillah [Turning Two Years Old]

 

Ulang Tahun Kedua Kafabillah
Surat Cinta untuk Kafabillah (Turning Two Years Old)

Surat Cinta untuk Anakku Tersayang, Kafabillah

Alhamdulillah, Kafa, selamat ya nak, Kafa saat ini sudah 2 tahun. Itu artinya ibu sudah menepati janji ibu untuk menulis surat cinta untuk Kafa minimal sampai Kafa genap 2 tahun. Tentu banyak ya hari-hari yang kita lalui bersama. Tetapi kali ini ibu akan bercerita tentang ulang tahun Kafa yang diadakan sangat-sangat sederhana dan tanpa persiapan apapun.

Hari Ulang Tahun Kafa yang Kedua

Seperti biasa, ibu sudah bilang kalau ibu tidak ingin berekspektasi lebih dan berencana terlalu detail. Maka ketika hari ulang tahun Kafa ibu tidak mempersiapkan apa-apa. Kue pun ibu beli sejadinya. Ibu hanya bilang pada orang rumah, "kalau besok mau jalan-jalan atau makan di luar pas Kafa ulang tahun ayo kita jalan". Kalau pun nggak jalan ya gak papa. Karena ibu sudah mempersiapkan hati untuk yah, tidak berekspektasi lebih.

Yangti yang tadinya mau jalan-jalan ke Bogor akhirnya bilang, "yaudah rayain ulang tahunnya Kafa aja". Akhirnya semua pun siap dan mulai berangkat setelah dzuhur. Kami pergi ke Kedai Kita di Bogor, rekomendasinya Bude Bila. Asli kalo lagi ngepas uangnya, disana terbilang relatif mahal. Salah ibu juga sih gak lihat review dulu dan gak nanya mau dimana kita sebelum tau ternyata dibawa ke Kedai Kita. Tapi ya its okay.

Ibu hanya mempersiapkan balon untuk ulang tahun Kafa yang dulu pernah ibu beli tapi tidak jadi terpakai karena ternyata ulang tahun Kafa yang pertama ada di Jakarta, sedang waktu itu ibu beli balonnya pas di Magelang. Haha. Jadi pas kemarin ngosongin rumah, balonnya masih ada jadi ya ibu bawa ke Jakarta. Alhamdulillah ya kepakai, walaupun setelah satu tahun kemudian. Hahahaha...

Selain balon, ibu juga mempersiapkan kemeja baru khusus untuk hari ulang tahun Kafa. Belinya dadakan pas lagi main di Mall Lippo Puri, eh liat Cool Kids kok diskonnya gede banget up to 80%. Kira-kira siapa yang bisa menebak dengan benar berapa harga kemeja yang Kafa pakai di foto blogpost kali ini? Hihi. Karena warnanya biru dongker, dan balonnya juga ternyata berwarna biru, akhirnya ibu bilang pada ayah, kita pakai baju biru. Yang lain mah terserah lah yaa... (salah satu sesi tidak berekspektasi lebih, yang penting ayah ibu Kafa aja udah alhamdulillah).

Karena kita ke Bogor pas ibu sudah selesai masak, akhirnya ibu membawa masakan yang sudah ibu masak. Yaaa siapa tau ada yang laper kan, orang pada baru siap aja menjelang dzuhur. Akhirnya benar, pas di mobil pada lapar dan pada makan. Jadi masakan ibu hari itu pun gak sia-sia walaupun ada tragedi nasi tumpah di jok belakang. Wkwkwk...

Tadinya hari itu ibu mau beli mainan baru untuk Kafa. Tapi kok sepertinya waktu tidak memungkinkan dan hujan pula. Yah, lagi-lagi biar gak berharap lebih, akhirnya ibu bawain aja mainan-mainan Kafa yang biasa Kafa mainin. Biar di tempat makan Kafa senang dan bisa main. Sebelum sampai ke Kedai Kita, ibu minta tolong untuk mampir sebentar ke Holland Bakery membeli tart. Benar-benar tidak ada persiapan.

Tapi ini semua bukan berarti ibu tidak sayang Kafa. Justru ini ibu lakukan agar hati ibu tenang dan mensyukuri segala keterbatasan dan keadaan yang terjadi saat itu. Ibu berharap kelak ketika Kafa benar-benar sudah mengerti arti dari sebuah selebrasi hari lahir, ibu bisa memberikan konsep selebrasi yang Kafa harapkan. Tetapi karena saat ini Kafa belum paham betul, jadi ya ibu tetap adakan sesuai dengan situasi dan kondisi saja. Tidak perlu muluk-muluk.

Sesampainya di lokasi, kami mencari tempat. Tadinya di atas, tetapi kata Yangti ada tempat di bawah dan dekat dengan taman bermain anak yang disediakan oleh pengelola rumah makan tersebut. Jadi kami pun pindah tempat. Karena memang cukup mahal, akhirnya ibu memesan beberapa menu dalam porsi jumbo untuk sharing menu bersama-sama.

Menu yang ibu pesan ada pizza dua loyang, kerang saus tiram, ikan nila bumbu pesmol, dan fuyunghai. Sisanya menu minuman disamakan. Untungnya semua mengerti dan yaaaa karena memang masih dalam kondisi pandemi, jadi kami tetap harus mengencangkan ikat pinggang. Setelah semua menu tiba, kami mulai melakukan selebrasi.

Kafa senang sekali bisa melihat dan meniup lilin. Sampai diulang berkali-kali. Setelah sesi foto dan doa bersama, kami makan bersama. Alhamdulillahnya juga Kafa ternyata suka dengan kue yang dibeli, sampai habis satu potong. Begitu juga dengan yang lain. Dan senangnya, setelah perayaan, ibu tetap bisa mengajar Dalail, lalu kue yang masih ada pun ibu beri ke murid-muridnya Engkong yang hari itu mengaji Dalail.

Alhamdulillah, hari perayaan ulang tahun Kafa yang kedua selesai dengan indah meski tanpa direncanakan. Tapi justru itulah poinnya, karena biasanya kalau direncanakan sering kali tidak sesuai ekspektasi lalu mood berubah dan malah tidak penuh syukur dihari yang seharusnya penuh kegembiraan. Oiya, perayaan ulang tahun Kafa kali ini juga sekaligus merayakan ulang tahun ibu. Hihi.

Doa Ibu untuk Kafa

Ibu hanya bisa berdoa semoga perjalanan Kafa menuju tahun ketiga dimudahkan oleh Allah. Kafa selalu sehat, cerdas, dan bahagia. Tambah banyak kosakatanya, tambah lancar bicaranya. Tambah banyak akalnya, tambah banyak pengetahuannya. Tumbuh kembangnya optimal sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan anak seusia Kafa.

Kafa juga doakan ibu ya, agar senantiasa bisa merawat dan membersamai tumbuh kembang Kafa dengan lebih sabar dan bahagia. Ibu berharap ibu bisa membersamai dan merawat Kafa dengan ikhlas tanpa Kafa harus membalas jasa ibu, karena memang hal ini harus ada dalam proses perjalanan hidup ibu. Semoga Kafa tumbuh menjadi anak sholih, hafidz, dan selalu dalam lindungan Allah.

Aamiin... Sekian surat cinta untuk Kafabillah kali ini. Ibu akan mulai menulis perkembangan Kafa setelah Kafa mulai banyak bicara ya sayang. Semangat belajar bicara, sabar dalam masa penyapihan dan siap untuk fase toilet training ya sayang. Semoga surat cinta ini bermanfaat untuk Kafa dan pembaca blog ini. Silahkan tinggalkan jejak terbaik dikolom komentar :)

Kata kunci: Kafa, Ibu, Ulang Tahun Kedua, Happy Birthday. 


Karimah Iffia Rahman
Karimah Iffia Rahman Seorang ibu yang kini melanjutkan studi S2 jurusan Kebijakan Publik. Karya pertamanya yang berhasil diterbitkan berada dalam Buku Antologi Menyongsong Society 5.0. Sebagian pemasukan dari artikel berbayar pada blog ini disalurkan untuk pendidikan anak-anak yatim dan duafa. Untuk bekerjasama ataupun menjadi donatur pendidikan S2 yang sedang ditempuh, dipersilahkan menghubungi via iffiarahman@gmail.com

3 komentar untuk "Surat Cinta untuk Kafabillah [Turning Two Years Old]"

  1. Alhamdulillah, semua akan terpakai pada waktunya ya bu, walopun cuma balon, ahaha..

    Ibu-ibu mah emang harus gitu, harus bisa mikir segala kemungkinan yg terjadi, termasuk masalah perut, dari Jakarta ke Bogor pan lumayan yak jaraknya, hihi..

    MasyaAllah Kafa, semoga makin cerdas plus pinter, lucu, soleh, makin lancar bicaranya, dan makin sayang sama semuaa, ya nak, barakalloh..

    Mudah-mudahan perjalanan toilet training lancar tapa banyak drama, hehe..

    Sunjauh Kafa :*

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihi, biasa ya bu, namanya juga emak2, selagi masih bisa kepake angkuyy, wkwkkw. btw makasih mama bang rasyiiddd, doa doanya... semoga terkabul aamiin...

      Hapus
  2. Selamat ulang tahun , Kafa. Semoga panjang umur dan sehat selalu, semoga menjadi anak yg sholeh dan berbakti kepada orang tua :)

    BalasHapus

Berlangganan via Email