Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Lakukan 4 Hal Ini Ketika Terjadi Gempa Bumi

Badan Nasional Penanggulangan Bencana
Lakukan Empat Hal Ini Ketika Terjadi Gempa Bumi

Gempa Bumi di Majene Sulawesi Barat

Tampaknya Covid 19 belumlah cukup membuat kita untuk meningkatkan empati terhadap sesama. 15 Januari yang lalu pukul 01.28 gempa berkekuatan magnitudo 6.2 terjadi di Majene Sulawesi Barat dengan pusat gempa berada di 6 kilometer timur laut Majene dan berkedalaman 10 kilometer berdasarkan pemaparan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Hingga saat ini, jumlah korban meninggal dalam peristiwa tersebut bertambah menjadi 88 orang per tanggal 19 Januari 2021 berdasarkan angka yang dicatat oleh Basarnas Makassar pukul 09.30 WITA. Selain itu, ada 253 warga yang mengalami luka berat  dan 679 warga mengalami luka ringan. Sedangkan warga yang mengungsi tercatat sebanyak 19.435 berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Baca juga: Cara Mencegah Banjir

Ketika terjadi gempa bumi, tentu hal ini membuat panik terlebih bagi masyarakat yang mengalami kejadian tersebut secara langsung. Oleh sebab itu, kita perlu melakukan beberapa hal yang bisa diterapkan ketika gempa terjadi:

Jangan Panik, Tetap Tenang

Pastikan ketika gempa tiba, kita menguasai diri kita dan menyampaikan pada orang-orang disekitar kita untuk tidak panik. Karena kepanikan dapat menyebabkan kita tidak fokus, sedangkan ketika gempa kita harus fokus untuk melihat situasi dan kondisi di sekitar kita untuk melakukan evakuasi.

Berlindung dan Pahami Jalur Evakuasi

Ketika kita berada di gedung, maka biasanya gedung-gedung yang sudah mempersiapkan prosedur untuk pencegahan gempa sudah memiliki jalur khusus evakuasi. Namun ketika tidak ada, berlindunglah dibawah meja atau kasur.

Ketika ada kesempatan untuk keluar ruangan, sebisa mungkin segera keluar dari luar gedung dan menuju titik kumpul evakuasi. Pastikan untuk keluar gedung menggunakan tangga dan tidak keluar gedung menggunakan lift jika berada di lantai dua dan seterusnya.

Jika teman-teman saat gempa berada pada wilayah pegunungan, pastikan wilayah tersebut bukan wilayah rawan longsor. Sedangkan ketika teman-teman berada di wilayah pesisir pantai, maka jauhilah wilayah tersebut karena pantai bisa berpotensi menjadi wilayah terjadinya tsunami.

Ketika berada di luar ruangan, sebaiknya teman-teman tidak berlindung di sekitar pepohonan ataupun tiang listrik yang dapat menimpa ketika gempa berkekuatan sangat besar. Begitu pula ketika teman-teman sedang berada di kendaraan. Pastikan untuk berhenti di tempat yang aman dan segera keluar dari kendaraan.

Menyiapkan Alat-Alat Komunikasi Tahan Gempa, P3K dan Nomor Penting

Apabila teman-teman memutuskan untuk menjadi relawan gempa, maka sebaiknya teman-teman membawa peralatan P3K di tas teman-teman. Selain itu, biasanya ketika ada gempa maka sinyal pada gawai seringkali mengalami kendala.

Oleh sebab itu, untuk mencari informasi terbaru disekitar lokasi gempa, radio dan handy talky (HT) merupakan alat komunikasi yang dapat digunakan ketika berada di lokasi yang mengalami gempa. Menyiapkan nomor-nomor penting juga sangat diperlukan ketika terjadi bencana alam, seperti menyimpan nomor BNPB Kota, PMI Kota dan nomor-nomor penting lainnya.

Berdoa dan Berdonasi

Terakhir jika teman-teman bukanlah korban bencana alam, maka langkah yang bisa dilakukan adalah mengirimkan bantuan berupa doa dan berdonasi apapun yang kita bisa berikan untuk mereka yang membutuhkan. Jika ingin ber donasi untuk korban gempa, maka titipkanlah donasi tersebut ke lembaga yang terpercaya dan amanah seperti berdonasi di Wahana Visi Indonesia.

Tim Wahana Visi Indonesia (WVI) saat ini masih terus berada di lokasi gempa Majene Sulawesi Barat untuk membantu proses evakuasi dan warga di pengungsian. Mengingat ada belasan ribu korban di titik pengungsian, maka saat ini kebutuhan mendesak yang dibutuhkan adalah tenda untuk tempat berlindung sementara.

Selain itu juga tentu masih banyak keperluan yang dibutuhkan oleh para warga yang berada di titik pengungsian baik berupa sandang, pangan, pendampingan psikososial maupun pendidikan darurat bagi anak-anak. Sekian ulasan tentang empat hal yang bisa dilakukan ketika terjadi gempa bumi. Semoga bermanfaat, silahkan tinggalkan jejak terbaik di kolom komentar :)

Kata kunci: Wahana Visi Indonesia (WVI), Gempa Bumi di Majene, Mitigasi Mudah, Donasi Bencana Alam

Karimah Iffia Rahman
Karimah Iffia Rahman Seorang ibu yang kini melanjutkan studi S2 jurusan Kebijakan Publik. Karya pertamanya yang berhasil diterbitkan berada dalam Buku Antologi Menyongsong Society 5.0. Sebagian pemasukan dari artikel berbayar pada blog ini disalurkan untuk pendidikan anak-anak yatim dan duafa. Untuk bekerjasama ataupun menjadi donatur pendidikan S2 yang sedang ditempuh, dipersilahkan menghubungi via iffiarahman@gmail.com

10 komentar untuk "Lakukan 4 Hal Ini Ketika Terjadi Gempa Bumi"

  1. Paling susah sih menurutku untuk tenang di kala gempa hahaha. Apalagi kalau lagi di gedung tinggi gak kebayang deh jangan sampe.

    BalasHapus
  2. Kita yang jauh di sini memang cuma bisa berdoa dan berdonasi. Semoga mereka yang tertimpa musibah diberi ketabahan, yang meninggal diberikan tempat di sisi-Nya. Aamiin

    BalasHapus
  3. Semoga kita semua selalu dilindungi Allah dan bener yg utama itu kita harus tenang kalo pas ada gempa karena kalo kita bisa tenang otomatis untuk memenangkan orang lain pun juga mudah

    BalasHapus
  4. jadi inget panik bgt pas gempa pas aku SMP masih di desa pusat di jogja kayaknya, sampe kebumen berasa dan rumahku smpe goyang bgt,,, huhu alhamdulillah masih dilindungi..

    skrg byk musibah ya mba, baiknya kita saling bantu minimal doaaaa

    BalasHapus
  5. Selama tinggal di Bali, entah sudah berapa kali ngerasain gempa, huhu.. dan memang jadi tau harus ngapain, intinya jangan panik sih ya, tapi tetep aja sih bikin gemeter.

    Aku pernah denger WVI, semoga semuanya tetep diberi perlindungan dimana pun berada, dan bisa dengan mudah membantu korban dengan baik, aamiin..

    BalasHapus
  6. Cuma kena efek gempa dikit dri tempat lain aja aku lgsg panik, huhuhu
    Yg pasti lgsg keluar rumah aja

    BalasHapus
  7. ngeri sih kalo ngebayangin terkadi gempa, nyobain simulatornya aja di mueseum geologi udah ngeri duluan. tapi tips dari ibu kafa ini aku save ya, kita gak pernah tau kapan terjadi gempa

    BalasHapus
  8. mamahku beberapa kali kena gempa di sukabumi, alhamdulillah ga sampe kenapa2. cuma selalu ingat begitu ada gempa sebisa mungkin keluar rumah aja edukasi penangan bencana perlu deh apalagi orang tua yang di kampung

    BalasHapus
  9. Berat sih kalau soal jangan panik pas gempa bumi. Karena refleks adrenalin bakal terpacu banget. Cuma kita memang siap, secara Indonesia ada banyak lempengan bumi jadi mau nggak mau wajib bisa mengatasi earthquake

    BalasHapus
  10. Jangan lupa bawa hp biar bisa komunikasi, ngabarin keluarga dan mencari bala bantuan

    BalasHapus

Berlangganan via Email