Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Cara Mengatur Keuangan Gaji 2 Juta Per Bulan untuk First Jobber

Cara Mengatur Keuangan Gaji 2 Juta Per Bulan untuk First Jobber
Cara Mengatur Keuangan Gaji 2 Juta Per Bulan untuk First Jobber

Cara Mengatur Keuangan Gaji 2 Juta Per Bulan

Kali ini saya akan berbagi seputar cara mengatur keuangan gaji 2 juta per bulan untuk first jobber yah walaupun mungkin tidak semua first jobber gajinya diangka 2 juta rupiah, bisa lebih atau kurang.

Dulu waktu saya pertama kali bekerja, saya tidak mengenal istilah mengatur keuangan gaji lho! Serius. Dan bodohnya tidak mencari tahu pula. Jadi saya yaaa mengatur se-ala kadarnya saja. Tetapi karena pengelolaan yang kurang jelas, jadi ya menurut saya sangat disayangkan saja. 

Pada dasarnya uang yang saya tabung tidak serta merta habis setelah akhirnya 1.5 tahun bekerja dan memutuskan untuk resign walaupun pada akhirnya nominal di rekening saya benar-benar habis terkuras setelah menikah karena cerita panjang.

Disclaimer, cara mengatur keuangan dengan gaji 2 juta per bulan ini hanya berdasarkan pengalaman pribadi saya sebagai orang yang baru melek literasi finansial karena sebelumnya saya sejak dini tidak diajarkan literasi finansial secara baik oleh orang tua.

Rumus Mengatur Gaji

Sebelum saya mengetahui adanya financial planner, saya tidak menggunakan rumus mengatur gaji. Biaya harian saya hanya seputar dana transportasi, pulsa, cemilan, dan makan siang selama di kantor karena cost living lainnya tidak masuk dalam hitungan pengeluaran saya mengingat saat itu saya masih tinggal bersama orang tua dan anggota keluarga yang lainnya. 

Jadi sisanya pure saya simpan di tabungan dan hanya saya gunakan untuk berbelanja sesuatu yang saya sukai ketika ada barang yang sesuai dengan budget yang saya sisihkan tersebut.

Padahal setelah saya mengikuti kelas salah seorang financial planner , ternyata ada rumus mengatur gaji meskipun rumus ini tidak dapat dijadikan pakem atau acuan utama dalam mengatur keuangan.

Rumusnya adalah 50/30/20. Seperti yang saya bilang di awal rumus ini tidak pakem artinya jika teman-teman memiliki persentase pembagian sendiri dengan 60/30/10 ya tidak masalah juga, kan yang paham neraca keuangan kita kan bukan orang lain melainkan diri kita sendiri.

Inti dari 50/30/20 tersebut adalah gaji harus kita alokasikan atau kita bagi sesuai dengan kebutuhannya. Misal 50% gaji digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, 30% gaji digunakan untuk kebutuhan pribadi ataupun membayar cicilan, 20% gaji digunakan untuk investasi dunia akhirat ataupun sosial.

Masalahnya sangat disayangkan saja jika nilai untuk kebutuhan sehari-hari lebih dari 50%. Tapi ya tidak apa-apa juga jika memang keadaan mengharuskan kita mengeluarkan dana lebih dari 50% penghasilan, lagi-lagi itu semua dikembalikan pada kita selaku pemilik uang tersebut.

Atau malah karena tidak memiliki beban karena living cost masih ditanggung orang tua sehingga 50% gaji digunakan untuk investasi, ya tidak apa juga selagi tidak membebani anggota keluarga yang lain.

Membuat Catatan Pengeluaran

Oleh karena itu, agar kita paham betul akan pembagian keuangan kita seperti apa baiknya, maka kita harus mengetahui pengeluaran dalam satu sampai tiga bulan terakhir.

Jujur kalau saya sih orangnya cukup malas membuat catatan pengeluaran ini. Tetapi kalau kita sudah terbiasa mencatat, maka kita akan mengetahui persentase ideal rumus mengatur gaji untuk gaji kita.

Gaji 2 Juta Bisa Beli Mobil

Gaji 2 juta bisa beli mobil? Bisa saja jika kita mampu mengelola keuangan kita. Kita bisa menyisihkan sekian persen dari penghasilan secara otomatis di tabungan khusus yang telah diatur agar dapat auto debit dari tabungan yang lainnya.

Namun saya pribadi belum menggunakan fitur auto debit ini mengingat saat itu saya belum mengetahui hal ini dan saat ini pemasukan saya sebagai pekerja lepas sangat dinamis.

Jika Memiliki Hutang

Nah, jika memiliki hutang, pastikan untuk mengetahui bahwa hutang yang dimiliki tidak lebih besar dari 30% gaji. Ya kurang lebih seperti ini, masa iya baru gajian lalu langsung habis untuk membayar cicilan?

Nah, sebaiknya apabila kita menginginkan sesuatu, maka kita bisa lebih bersabar dan berhemat. Menabung dan berinvestasi jauh lebih baik daripada kita harus mencicil dan menjadikannya hutang konsumtif.

Kalau saya pribadi, saya lebih menghindari untuk tidak berhutang dan tidak memiliki kredit. Jika pun harus mencicil atau memiliki hutang, pastikan bunganya tidak membuat kita tercekik.

Tujuan Mengatur Gaji

Pada akhirnya inilah mengapa kita harus merencanakan dan mengatur gaji kita. Agar kita mengetahui untuk apa sih kita mengatur gaji kita kalau kita tidak punya tujuan? Sebagai penutup, jika akhirnya teman-teman pada akhirnya bisa mengatur gaji dan memiliki tujuan finansial sampai ke titik memiliki harta waris, itu bagus.

Namun jika ternyata tujuan mengatur gaji agar memenuhi kebutuhan sehari-hari saja dulu ya tidak masalah karena setiap individu memiliki kondisi yang berbeda.

Yang pasti dalam mengatur gaji agar sampai pada tujuan finansial, kita harus tahu dulu bahwa untuk mencapai piramida tujuan perencanaan keuangan yang tertinggi (harta waris dan distribusi kekayaan).

Kita harus dapat memenuhi atau mencapai tujuan piramida perencanaan keuangan yang paling dasar yaitu memenuhi kebutuhan sehari-hari, dana darurat, proteksi, investasi (untuk rumah, mobil, tanah, dana pendidikan anak, dan sejenisnya), dana pensiun, dan yang terakhir adalah harta waris.

Pada dasarnya cara mengatur uang gaji suami atau cara mengatur uang gaji kita pribadi yang lebih ataupun kurang dari 2 juta pun intinya sama seperti poin-poin di atas tinggal bagaimana cara kita mengaplikasikannya dengan sesuai agar dapat mencapai tujuan finansial kita.

Nah, sekian. Semoga ulasan Cara Mengatur Keuangan Gaji 2 Juta Per Bulan untuk First Jobber ini bermanfaat. Silahkan tinggalkan jejak di kolom komentar ya dan bantu dukung saya di akun Youtube saya dengan subscribe dan menonton video di bawah ini :)

Karimah Iffia Rahman
Karimah Iffia Rahman Seorang ibu yang kini melanjutkan studi S2 jurusan Kebijakan Publik. Karya pertamanya yang berhasil diterbitkan berada dalam Buku Antologi Menyongsong Society 5.0. Sebagian pemasukan dari artikel berbayar pada blog ini disalurkan untuk pendidikan anak-anak yatim dan duafa. Untuk bekerjasama ataupun menjadi donatur pendidikan S2 yang sedang ditempuh, dipersilahkan menghubungi via iffiarahman@gmail.com

4 komentar untuk "Cara Mengatur Keuangan Gaji 2 Juta Per Bulan untuk First Jobber"

  1. Menarik ini, saya dulu pertama kali kerja udah ngekos, dan ga disuply duit sama sekali, jadinya sulit banget nabung, mana gajinya ya gitu deh, hahaha.

    Tapi sebenarnya, bukan seberapa banyak gaji ya, tapi seniat apa kita ngaturnya :)

    Jadinya, mau gaji berapapun, insha Allah selalu cukup :)

    BalasHapus
  2. Aku pake rumus 40-30-20-10 kak, beda dikit.. Tapi overall sama kok, aku suka baca tips financial gini ya, bikin semangat ngatur gaji hihi

    BalasHapus
  3. Yang paling gak kerasa kalau gaji sekitar 2 jt adalah utang yang lebih besar. Kerasa banget gaji abis cuma buat bayar hutang. Mengatur keuangan emang ada tehniknya ya bu.

    BalasHapus
  4. Wah boleh juga nih mbaa. Aku nih yg 2jutaa perbulan harus bisa menerapkan tips2 dari kak iff

    BalasHapus