Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
gambar banner

Ciri Janin Tidak Berkembang Usia 7 Minggu Berdasarkan Pengalaman Pribadi

Ciri Janin Tidak Berkembang Usia 7 Minggu Berdasarkan Pengalaman Pribadi

Ciri Janin Tidak Berkembang Usia 7 Minggu

Awalnya pada artikel ini, saya akan menulis tentang ciri-ciri awal kehamilan anak kedua. Hadiah untuk si kecil yang sudah menantikan adik sejak ia berusia 2.5 tahun. Waktu di mana bahkan saya sendiri belum siap jika harus memiliki anak dalam waktu dekat.

Ciri-Ciri Awal Kehamilan Anak Kedua

Tetapi qodarullah di usia Kafa yang menjelang 5 tahun tepatnya 4 tahun 7 bulan, saya mendapati testpack positif hamil di subuh hari. Seolah-olah ciri-ciri awal kehamilan anak kedua ini mudah ditebak. Padahal tidak karena tentu setiap kehamilan berbeda. Apalagi saat kehamilan kedua ini saya mengalami flek sebelum testpack. Sehingga saya mengira saya haid.

Saya sempat bertanya di grup apakah ada yang mengalami flek saat hamil usia muda. Dan ternyata ada, mereka merekomendasikan untuk testpack beberapa hari kemudian. Saat itu yang saya rasakan saya yakin sepertinya akan hamil dan benar saja, saat testpack hasilnya langsung positif.

Ciri-ciri lainnya hormon hCG langsung meningkat sehingga saya langsung mengalami morning sickness atau mual muntah di pagi hari. Perut terasa kembung dan selalu begah. Hanya bisa mengonsumsi makanan tertentu seperti kehamilan pada umumnya. Saat itu usia kehamilan sekitar 4 atau 5 minggu.

Cek Kesehatan di Empat Poli

Namun ternyata semua itu tidak berlangsung lama. Awalnya saya sakit batuk pilek dan saya bilang saya sedang hamil. Maka dokter di Poli ISPA yang menangani saya saat itu langsung memberikan rujukan untuk konsultasi pada ahli gizi, dokter gigi, bidan atau dokter kandungan dan tentunya dokter umum.

Setelah saya mengelilingi keempat poli tersebut, saya juga diminta untuk cek darah di Laboratorium. Hasilnya Hb saya kurang sedikit dari minimal rata-rata yang dibutuhkan untuk ibu hamil, sehingga saya pun diberikan resep tambahan selain obat untuk batuk pilek ada juga asam folat dan pil penambah darah. Kemudian bulan berikutnya saya diminta untuk kontrol kembali tetapi di Puskesmas cabang sekaligus meminta buku pink.

Ciri Janin Tidak Berkembang Usia 7 Minggu Berdasarkan Pengalaman Pribadi

Saat kontrol kedua, saya ditanya apa ada keluhan atau tidak. Keluhan saya masih di sekitar mual dan muntah sehingga saya diberikan vitamin B6 dan vitamin lainnya tentunya juga asam folat dan pil penambah darah. Sejak saat itu, mual muntah pun berkurang.

Blighted Ovum

Namun saat dicek detak jantung, di usia kandungan ke-8, bidan masih belum mendengar detak jantung pada janin saya. Harusnya saat itu, sudah ada detak tetapi bidan masih belum menemukan dan tidak ada firasat bahwa saya mengalami blighted ovum atau kantung kehamilan kosong karena janin tidak berkembang.

Sehingga saya pun hanya diminta kontrol ulang di bulan depan dan tidak diminta atau dirujuk untuk melakukan USG. Anehnya entah kenapa saat itu saya kekeuh sekali ingin USG namun dilalah kok suami juga bilang nanti saja di bulan ketiga sesuai rekomendasi saat pertama kali kontrol. Di waktu yang bersamaan, bulan-bulan ini memang banyak yang kami kerjakan.

Kadar hCG Menurun

Ciri janin tidak berkembang usia 7 minggu adalah menurunnya kadar hCG sehinga mual muntah pun berkurang. Namun saya sendiri pun saat itu tidak menyadari karena saat itu mengonsumsi vitamin B6. Akhirnya saat tanggal 5 Oktober 2023 saya mengalami nyeri seperti Maagh padahal saat itu saya sudah makan.

Secara logika harusnya Magh saya tidak kambuh, tetapi malam itu perut saya sakit sekali sehingga saya harus muntah dan mengeluarkan feses yang bentuknya agak cair. Setelah agak reda sakit yang saya alami, saya pun tertidur.

Mengalami Flek Lagi

Sore harinya menjelang mengajar ngaji, seperti biasa ketika hendak salat. Saya mengecek pakaian dalam, saat itu saya merasa keputihannya seperti warna cokelat, karena tidak yakin akhirnya saya abaikan.

Namun ketika malam tiba saat pukul sebelas malam, fleknya begitu jelas walau kecoklatan saja. Akhirnya saya meminta untuk pergi ke Puskesmas dan di sana setelah diobservasi, saya diberikan rujukan ke rumah sakit untuk bertemu dokter kandungan dengan tindakan untuk kuretase.

Pun saya juga diberi tahu jika sewaktu-waktu fleknya bertambah banyak, saya diperkenankan untuk langsung segera ke rumah sakit. Saat itu saya masih belum tahu kondisi apa yang saya alami sehingga mendapatkan diagnosis untuk dikuret. Yang saya tahu saya memang mengalami flek namun mulut rahim masih tertutup sehingga tidak ada jaringan yang keluar saat dicek.

Tidak Ada Embrio pada Hasil USG

Pagi harinya tanggal 06 Oktober 2023, saya pergi ke rumah sakit rujukan seorang diri dan mengantri di poli Kandungan. Setelah dicek oleh dokter kandungan dan di USG, ternyata saya mengalami blighted ovum atau janin tidak berkembang karena tidak ada embrio pada kantung kehamilan setelah di USG.

Saat itu usia kehamilan saya 11 bulan. Saya tahu betul di usia kandungan tersebut, seharusnya embrio sudah berbentuk seperti bayi. Persis seperti saat janin Kafa di USG saat usia 3 bulan. Saya ingat sekali janinnya bergerak dan kakinya menendang-nendang meskipun belum ada ruh di dalamnya.

Tetapi kali ini tidak ada sama sekali. Bukan hanya dokter, perawat, dan mahasiswa magang yang menyaksikan. Saya pun menyaksikan bahwa kantung kehamilan saya sudah sebesar 5 cm tetapi kosong tidak ada embrio yang terbentuk.

Solusi Janin Tidak Berkembang Usia 8 Minggu

Mengetahui keadaan tersebut, saya pun tentu sedih. Tetapi biasanya janin yang tidak berkembang ini memang disebabkan oleh banyak faktor salah satunya adalah kualitas sel telur maupun sperma yang kurang baik dan juga pola hidup, pola makan, dan perilaku hidup bersih dan sehat tentunya.

Tidak ada solusi lain selain mengeluarkan janin tersebut dari dalam rahim atau tindakan kuretase. Begitu yang dokter sampaikan pada saya untuk solusi janin tidak berkembang usia 8 minggu.

Memang untuk kondisi ini, ada pula ibu hamil yang mengalami blighted ovum yang kantung kehamilannya keluar sendiri tanpa proses kuretase, namun tetap saja proses pembersihan rahim tetap perlu dilakukan untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan seperti adanya kista dan sejenisnya.

Saya mencoba untuk tegar, tetapi saya tetap menangis. Bahkan menulis ini pun saya masih menangis. Kata dokter saat itu, "ini belum terlambat, daripada menunggu lebih lama sehingga usia kandungan lebih besar, lebih baik segera ditangani lebih cepat". Dokter pun memberikan surat pengantar rawat inap agar malam harinya saya menginap di rumah sakit dan paginya dilakukan tindakan kuretase.

Saya seperti mengalami de javu beberapa tahun yang lalu. Di mana paginya saya periksa di poli dan malam harinya saya harus terbaring di rumah sakit untuk tindakan operasi. Ternyata kejadian ini saya alami kedua kalinya.

Setelah pulang dari poli, saya mengabarkan pada suami. Saat saya cek kembali pun saya sudah mengalami flek lagi. Sejak saat itu saya mulai menggunakan pembalut dan perdarahan pun semakin intens seiring muncul rasa nyeri seperti disminorea pada area panggul dan sekitarnya.

Kata dokter memang tubuh kita secara biologis akan memberi tanda dengan adanya flek ini karena blighted ovum ini adalah kehamilan yang tidak baik untuk dipertahankan. Sehingga tubuh memberikan sinyal berupa flek.

Akhirnya setelah seharian menangis, malam harinya saya berkemas dan berangkat ke rumah sakit yang sebelumnya kami mengajak Kafa bermain dulu. Saya bilang pada Kafa bahwa adik di rahim Mama sakit, sehingga Kafa belum bisa bertemu adik lagi karena adik akan pergi ke surga. Kafa sedih dan kesal karena dibayangannya di perut Mama ada adiknya yang sedang tertidur seperti yang ia lihat di video persalinannya.

Saya masih belum mengabari keluarga, karena saya bahkan tidak mengabari kondisi saya yang sedang hamil kepada banyak orang. Namun karena Kafa harus ada yang menemani, maka saya mengabari Teh Tia dan Kafa tidur bersama Teh Tia malam harinya. Pagi harinya saya baru mengabari keluarga suami dan beberapa rekan kerja.

Kram Perut dan Meriang

Dalam kondisi seperti ini saya ingat sekali kepada Ayah Ibu tetapi mereka sudah tiada, sehingga yang bisa saya lakukan hanya membaca amalan yang beliau berikan saat saya dulu melangsungkan persalinan Kafa.

Amalan tersebut yang saya baca ketika saya mulai mengalami kram perut karena efek obat yang mulai bekerja dan juga saat saya merasa sakit ketika proses kuretase berjalan. Kantung janin pun sempurna berhasil dikeluarkan oleh dokter sebagaimana bentuk kantung janin pada umumnya.

Kata dokter setelah tindakan bisa langsung pulang. Saya selesai menjalani proses kuretase jam 12 siang. Dan kembali menangis hingga tertidur. Jam satu siang saya sudah menuju ke rumah. Mungkin fisik saya terlihat baik-baik saja, tetapi kesehatan dan mental saya masih butuh waktu untuk pemulihan di tengah aktivitas yang harus selesai dan waktu yang terus berjalan.

Janin yang berusia 2 bulan juga diperbolehkan untuk dibawa pulang, karena kalau di rumah sakit jatuhnya hanya akan menjadi sampah medis. Maka saya pun membawa janin ini pulang dan menguburnya di malam hari.

Meski belum ada ruh dan tidak dipermasalahkan jika tidak diberi atau diberi nama, saya tetap memberinya nama. Namanya adik Ara dari kata Haramain. Saat saya menguburnya, saya masih merasakan hangat pada kantung janin adik Ara.

Walau belum ada ruh, tetapi saya tetap berdoa yang terbaik untuk kami sekeluarga dan Adik Ara. Jum'at depan tepat seminggu saya dikuretase, saat itu saya diminta kontrol kembali oleh dokter. Semoga hasilnya baik bagi kesehatan saya.

Baca juga: Perencanaan Kehamilan Sehat

Itu dia pengalaman saya terkait Ciri Janin Tidak Berkembang Usia 7 Minggu, teman-teman yang mengalaminya, kita boleh bersedih tidak apa, saya pun menulis catatan ini agar ringan beban di hati saya, tetapi melalui perpanjangan tangan dokter kandungan dan tenaga kesehatan yang merawat kita serta diri kita dan orang-orang di sekitar kita yang membantu kita,

insya Allah Tuhan akan mengganti kesedihan kita dengan takdir yang lebih baik selama kita bisa bersabar dan tabah dalam menjalani ketentuannya. Insya Allah kita bisa melaluinya, peluk hangat untuk teman-teman yang sedang merasakannya. Radhitu billahi rabba...

Karimah Iffia Rahman
Karimah Iffia Rahman Seorang ibu alumni Kesehatan Lingkungan yang kini melanjutkan studi S2 jurusan Kebijakan Publik. Karya pertamanya yang berhasil diterbitkan berada dalam Buku Antologi Menyongsong Society 5.0. Sebagian pemasukan dari artikel berbayar pada blog ini disalurkan untuk pendidikan anak-anak yatim dan duafa. Untuk bekerjasama, dipersilahkan menghubungi via iffiarahman@gmail.com

Posting Komentar untuk "Ciri Janin Tidak Berkembang Usia 7 Minggu Berdasarkan Pengalaman Pribadi"