Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer
gambar banner

Cara Mengatasi Skoliosis Menurut Dokter Ortopedi RS EMC

Cara Mengatasi Skoliosis Menurut Dokter Ortopedi RS EMC
Cara Mengatasi Skoliosis Menurut Dokter Ortopedi RS EMC

Cara Mengatasi Skoliosis

Siapa di sini yang merasa tulang belakangnya terasa seperti membentuk kurva abnormal ke arah samping menyerupai huruf "S" atau "C"? Nah, jangan dianggap remeh ya, karena bisa jadi hal tersebut adalah suatu penyakit tulang yang biasa disebut skoliosis.

Pengertian Skoliosis

Menurut dr. I Made Buddy Setiawan, M.Biomed, Sp.OT(K)Spine, seorang Dokter Spesialis Ortopedi & Traumatologi, Konsultan Tulang Belakang RS EMC Cikarang, Pekayon & Sentul menerangkan bahwa skoliosis adalah kelainan tulang belakang yang menyebabkan tulang belakang melengkung ke samping secara tidak normal.

Kurva abnormal pada tulang belakang penderitanya membentuk ke arah samping menyerupai huruf "S" atau "C" yang melengkung secara signifikan jika dilihat oleh provider yang ahli dalam hal ortopedi maupun hasil rontgen.

Secara kasat mata mungkin penyakit ini tidak terlihat dan tampak ringan atau bahkan tanpa gejala yang nyata. Namun jika tidak diberikan penanganan yang baik, maka skoliosis akan dapat memengaruhi kesehatan tubuh penderitanya.

Mulai dari rasa nyeri, gangguan postur tubuh, hingga masalah pernapasan maupun penyakit paru-paru bisa menjadi komplikasi serius dari kondisi ini.

Menurut dr. I Made Buddy Setiawan, M.Biomed, Sp.OT(K)Spine, penderita skoliosis lebih berisiko pada perempuan dan kerap ditemukan pada anak-anak hingga remaja menjelang masa pubertas. Meskipun sebetulnya skoliosis dapat terjadi pada semua rentang umur.

Gejala-Gejala Skoliosis

Gejala skoliosis sangat beragam, tergantung pada tingkat keluhannya. Beberapa tanda umum yang dapat dikenali menurut dr. I Made Buddy Setiawan, M.Biomed, Sp.OT(K)Spine antara lain:

Salah satu bahu tampak lebih tinggi dari yang lain

Tulang belikat yang menonjol

Panggul tidak sejajar

Salah satu sisi tulang rusuk terlihat lebih menonjol saat membungkuk

Postur tubuh tampak miring ke satu sisi

Nyeri punggung atau kelelahan otot, terutama setelah berdiri atau duduk dalam waktu lama

Pada kasus berat, bisa muncul gangguan pernapasan karena tekanan pada paru-paru

Penyebab Skoliosis

Menurut dr. I Made Buddy Setiawan, M.Biomed, Sp.OT(K)Spine skoliosis dapat terjadi akibat berbagai faktor seperti Idiopatik, Kongenital, Neuromuskular, dan Degeneratif.

Idiopatik

Idiopatik adalah jenis skoliosis yang paling umum (sekitar 80% kasus), dan penyebab pastinya belum diketahui. Biasanya muncul pada masa pertumbuhan remaja.

Kongenital

Sedangkan Kongenital adalah skoliosis yang terjadi sejak lahir akibat perkembangan tulang belakang yang tidak sempurna saat dalam kandungan.

Neuromuskular

Selanjutnya adalah Neuromuskular yaitu penderita mengidap skoliosis yang disebabkan oleh gangguan saraf dan otot, seperti cerebral palsy, distrofi otot, atau spina bifida.

Degeneratif

Faktor berikutnya adalah Degeneratif yang mana skoliosis terjadi saat dewasa, biasanya akibat kerusakan tulang belakang karena usia, osteoarthritis, atau cedera tulang belakang.

Komplikasi yang Bisa Terjadi

Jika skoliosis tidak ditangani dengan baik, menurut dr. I Made Buddy Setiawan, M.Biomed, Sp.OT(K)Spine skoliosis bisa menimbulkan komplikasi jangka panjang seperti nyeri kronis, gangguan pernapasan, masalah postur tubuh dan kepercayaan diri, keterbatasan aktivitas fisik hingga cedera olahraga.

Cara Mencegah Skoliosis

Meskipun tidak semua jenis skoliosis bisa dicegah, terutama yang bersifat idiopatik atau bawaan, berikut adalah beberapa langkah yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko atau mencegah keparahan skoliosis:

Perhatikan Postur Tubuh

Pertama, penderita perlu membiasakan agar dapat duduk dan berdiri dengan posisi tubuh tegak. Hindari kebiasaan membungkuk atau menyandarkan berat tubuh pada satu sisi terlalu lama.

Gunakan Tas Punggung dengan Benar

Selanjutnya, agar tidak terkena skoliosis degeneratif, pastikan untuk membawa tas yang tidak terlalu berat dan selalu digunakan di kedua bahu, bukan satu bahu saja.

Olahraga Secara Teratur

Pencegahan skoliosis berikutnya adalah dengan melakukan aktivitas fisik seperti berenang, yoga, atau senam punggung seperti pilates dapat membantu memperkuat otot-otot penyangga tulang belakang.

Pemeriksaan Rutin pada Anak

Lakukan pemeriksaan tulang belakang secara berkala, terutama pada masa pertumbuhan anak. Deteksi dini sangat penting agar penanganan skoliosis dapat lebih dini dan efektif.

Nutrisi yang Baik

Terakhir untuk mencegah skoliosis, wajib mengonsumsi makanan yang kaya kalsium dan vitamin D untuk menjaga kesehatan tulang sejak dini.

Cara Mengatasi Skoliosis Menurut Dokter Ortopedi RS EMC

Penanganan skoliosis sangat bergantung pada usia pasien, tingkat keparahan lengkungan tulang, serta jenis skoliosis yang dialami. Penanganan skoliosis dapat dilakukan di RS EMC sebagai referensi rumah sakit untuk konsultasi dan penanganan skoliosis. Berikut beberapa pilihan penanganannya:

Pemantauan Rutin

Menurut dr. I Made Buddy Setiawan, M.Biomed, Sp.OT(K)Spine, jika skoliosis tergolong kategori ringan (kurva <20 derajat), dokter biasanya akan melakukan observasi secara berkala. Hal ini dilakukan untuk melihat apakah kelengkungan memburuk seiring waktu.

Fisioterapi dan Latihan Khusus

Terapi fisik sangat baik bagi penanganan skoliosis karena bertujuan untuk memperkuat otot punggung, meningkatkan fleksibilitas, dan memperbaiki postur tubuh.

Menurut dr. I Made Buddy Setiawan, M.Biomed, Sp.OT(K)Spine, beberapa metode populer seperti Schroth Method atau SEAS (Scientific Exercise Approach to Scoliosis) terbukti membantu memperlambat progresi skoliosis.

Penggunaan Penyangga (Brace)

Brace atau penyangga punggung direkomendasikan pada anak atau remaja yang sedang dalam masa pertumbuhan dengan kurva 25–40 derajat. Brace tidak menyembuhkan skoliosis, namun bisa mencegah kelengkungan makin parah.

Operasi (Spinal Fusion)

Pada kasus berat (kurva >45–50 derajat), dokter ortopedi dapat menyarankan operasi fusi tulang belakang untuk memperbaiki bentuk tulang dan mencegah kelengkungan bertambah. Operasi biasanya dilakukan jika skoliosis menyebabkan nyeri hebat, gangguan fungsi paru, atau masalah postur serius.

Skoliosis sering dianggap sepele karena tidak terlihat secara kasat mata, namun dampaknya bisa sangat besar jika diabaikan. Deteksi dini dan penanganan tepat sangat penting untuk mencegah komplikasi serius di masa depan.

Jika teman-teman merasa mengalami tanda-tanda skoliosis, segera konsultasikan ke tenaga medis profesional untuk mendapatkan pemeriksaan dan saran terbaik.

Nah, itu dia ulasan tentang Cara Mengatasi Skoliosis Menurut Dokter Ortopedi RS EMC. Sekian, semoga ulasan ini bermanfaat.

Karimah Iffia Rahman
Karimah Iffia Rahman Seorang ibu alumni Kesehatan Lingkungan Poltekkes Kemenkes Yogyakarta dan Kebijakan Publik SGPP Indonesia. Karya pertamanya yang berhasil diterbitkan berada dalam Buku Antologi Menyongsong Society 5.0. Sebagian pemasukan dari artikel berbayar pada blog ini disalurkan untuk pendidikan anak-anak yatim dan duafa. Untuk bekerjasama, dipersilahkan menghubungi via iffiarahman@gmail.com

Posting Komentar untuk "Cara Mengatasi Skoliosis Menurut Dokter Ortopedi RS EMC"